05/06/2018
Toleransi keberagaman Otentik memang tak mudah di Duplikasi
Dosen UI Ade armando menuduh Muhammadiyah terkesan menjauh dari semangat keislaman yang menghargai keberagaman
Mengapa harus membela mereka yang secara personal menghina agama dan ulama itu adalah sebuah toleransi semu kalaupun ada persoalan menyangkut hukum selesaikan di ranah hukum
Muhammadiyah berpijak kepada toleransi otentik terhadap keberagaman
Ketika ratusan petani karawang diusir dari kampungnya dan mereka ke jakarta menuntut haknya muhammadiyah menampung dan memberi makan mereka selama sebulan kemudian mengadvokasi petani hingga mereka mendapatkan haknya
Ketika gempa bumi terjadi di Nepal yg mayoritas non muslim Muhammadiyah satu satunya ormas di indonesia yang mengirim tenaga medis dan bantuan kemanusian senilai 1 Miliar
Lihatlah universitas muhammadiyah kupang , sorong, manokwari dan sekolah sekolah muhammadiyah di wilayah non muslim itu semua lebih 75 persen siswa / mahasiswanya non muslim
Dan mereka berterimakasih berkat Muhammadiyah mereka bisa mengenyam pendidikan dimana negara belum mampu memberikan akses dan fasilitas pendidikan bagi mereka
Owh iya toleransi otentik macam muhammadiyah ini memang sulit di duplikasi karena membutuhkan SDM dan biaya besar untuk bantuan kemanusiaan atau mendirikan sekolah serta Perguruan Tinggi apalagi di wilayah Indonesia Timur namun Muhammadiyah mampu melakukannya
Toleransi Otentik itu tak semudah mengetik di media sosial bermodal wifi gratis untuk berteriak Toleransi semu macam Ade armando
Noted : yang paling utama jangan sampaai cuitan ade armando ini mengadu domba kita sesama ummat islam