KI JOKO

KI JOKO ORANG NYA CIE CIE

14/02/2019
buat orang ganteng✌️
06/03/2018

buat orang ganteng✌️

08/05/2017

Ada seseorang berkata bahwa menikah itu enaknya Cuma satu minggu sampai satu bulan tapi mengalami ketidak enakan bertahun-tahun. Maka saya coba membantah walaupun belum menikah, seperti perkataan sebagian pendakwah:
Pernikahan itu mempunyai lima kebahagiaan
Kebahagiaan semalam: Yaitu Ketika Suami istri tenggelam dalam kasih sayang yang tidak bisa lagi ditahan, karena suatu cita-cita yaitu ingin memiliki keturunan.
Kebahagiaan seminggu: Yaitu masa bulan madu, dimana suami-istri disibukan dengan penyatuan Hati, penyatuan tujuan, penyatuan cita-cita untuk masa depan.
Kebahagiaan Sebulan: Yaitu masa penyatuan antara dua keluarga setelah pernikahan, yang mana, suami istri akan memiliki dan bertambah kerabat dan saudara.
Kebahagiaan Setahun: Yaitu dimana keluarga melahirkan keturunan, yang membahagiakan hati dan harapan keluarga di masa depan.
Kebahagiaan Seumur hidup: Yaitu dimana keluarga saling menyemangati dan mencintai dalam keta'atan Ibadah, dan tujuan Akhirat, dan saling menyayangi dan saling menasehati bila ada anggota keluarganya terjerumus dalam kema'siatan, dan saling mendoakan agar anggota keluarganya diselamatkan dunia akhirat, dan ingin berkumpul kembali kelak di Surga.
Dan ada satu kebahagiaan lagi, yaitu kebahagiaan dimana kita dipanggil oleh Alloh dengan panggilan sebagai mana nabi adam
اسكن أنت وزوجك الجنة وكلا منها رغدا حيث شئتما
Karena setiap manusia yang masuk ke surga akan berstatus Raja,

وإذا رأيت ثم رأيت نعيما وملكا كبيرا
dan raja tak akan sempurna tanpa permaisuri yang mendampinginya.

08/05/2017

KAROMAH PROF. DR. SAYYID MUHAMMAD BIN ALAWI AL-MALIKI AL-HASANI
AKHLAK ABUYA AL-MALIKI KETIKA DI HINA
Dr. Abdul Qadir As-Sindi adalah seorang Wahabi yang pernah menulis sebuah artikel berisi hinaan, kecaman dan fitnah keji terhadap Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki di majalah Al-Jami’ah Al-Madinah Al-Munawwarah. Ketika artikel tersebut menyebar ke penjuru Madinah bahkan seluruh Arab Saudi, dan banyak kalangan yang merasa geram kepadanya, Sayyid Maliki malah mengajak beberapa muridnya untuk pergi ke Madinah menuju rumah Dr. As-Sindi dan memberikan sejumlah uang kepadanya.
Tanpa mengenalkan dirinya, Sayyid Maliki lantas pergi hingga Dr. As-Sindi mengetahui sendiri bahwa yang telah memberinya uang adalah Sayyid Maliki, orang yang beberapa waktu silam ia hina habis-habisan di artikelnya.
Dr. As-Sindi lalu mengejar Sayyid Maliki, merangkulnya, menciuminya dan berkata, “Tuan tentu Sayyid Muhammad Al-Maliki, kini saya yakin sepenuh hati bahwa Tuan adalah keturunan Rasulullah SAW, sebab tidak ada yang membalas cacian dan hinaan dengan hadiah, kecuali ia adalah keturunan Rasulullah SAW. Saya tidak meragukan lagi keagungan pribadi Anda wahai Sayyidi.”
Dr. As-Sindi menangis sejadinya menyesali perbuatannya seraya memohon maaf kepada Sayyid Maliki. Sambil tersenyum beliau memafkannya sehingga membuat kisah penuh kemuliaan akhlak ini semakin sempurna. Begitulah seharusnya akhlak seorang keturunan Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam.
Mustafa Husain Al-Jufri, Al-Injaaz Fii Karaamati Fakhril Hijaaz
JASAD PROF. DR. SAYYID MUHAMMAD BIN ALWI AL-MALIKI AL-HASANI MASIH UTUH
Al-‘Allamah As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki wafat pada hari Jum’at tanggal 15 Ramadhan 1425 H/ 29 Oktober 2004 M. Jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki dimakamkan di pemakaman Ma’la di Kota Suci Mekkah.
Sudah menjadi peraturan di Kerajaan Arab Saudi, kalau ada makam yang sudah berusia 1 tahun, maka makam tersebut akan dibongkar dipindahkan untuk ditempati makam orang lain. Demikian juga di area pemakaman Ma’la di Kota Suci Mekkah, makam yang sudah berusia 1 tahun harus dibongkar dan dipindahkan untuk ditempati jenazah yang lain.
Di antara jenazah-jenazah yang akan dibongkar karena sudah berusia 1 tahun di pemakaman Ma’la, terdapat jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki. Namun, pada saat makam Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki akan dibongkar dan digantikan jenazah lain. Betapa kaget dan herannya para petugas penggali makam, ternyata jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki masih utuh dan mengeluarkan bau yang sangat harum. Dengan adanya kejadian tersebut, akhirnya jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki pun tidak jadi dipindahkan.
Kemudian, setelah jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki berusia 2 tahun, pemerintah Kota Suci Mekkah kembali memerintahkan para petugas makam di pemakaman Ma’la untuk memindahkan jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki. Lagi-lagi, kejadian 1 tahun sebelumnya terulang kembali, jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki masih utuh dan mengeluarkan bau yang sangat harum. Bahkan, kuku dan rambutnya terlihat bertambah panjang setelah para petugas makam berniat memperbaiki posisi jenazahnya. Para petugas makam pun mengurungkan niatnya untuk memindahkan jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki dari makamnya.
Setelah sekian lama tidak ada perintah dari pemerintah Kota Suci Mekkah untuk memindahkan jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki.
Pada tahun 2009, yaitu saat jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki berusia 5 tahun, pemerintah Kota Suci Mekkah kembali memerintahkan para petugas makam di pemakaman Ma’la untuk memindahkan jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki. Betapa kaget dan kagum para petugas penggali makam yang akan memindahkan jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki, ternyata jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki masih tetap utuh dan mengeluarkan bau yang sangat harum melebihi harumnya kayu gahru.
Dari kejadian-kejadian tersebut, banyak para pengikut Wahabi yang menyaksikan keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada jenazah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Hasani Al-Maliki itu. Sehingga, banyak di antara pengikut Wahabi yang bertaubat dan beralih mengikuti paham Ahlussunnah wal Jama’ah.
Mudah-mudahan, kita sebagai pengikut paham Ahlussunnah wal Jama’ah menjadi semakin yakin dan percaya bahwa Allah SWT akan melindungi wali-wali-Nya sejak masih hidup sampai sudah menjadi jenazah. Dan kaum Ahlussunnah wal Jama’ah meyakini adanya Waliyullah dan percaya bahwa Allah SWT memiliki hamba-hamba pilihan di dunia ini. Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah percaya adanya karomah dan percaya bahwa pahala doa, tawassul, dzikir dan bacaan Al-Qur’an orang yang masih hidup bisa sampai kepada orang yang sudah meninggal dunia.
Wallahu A’lam
Oleh : Saifurroyya
Sumber : Al-Habib Segaf bin Hasan Baharun (Pengasuh Ponpes Darul Lughah wad-Da’wah, Bangil, Jawa Timur)

08/05/2017

Obat dari senang dunia
Senang kepada dunia akan menyebabkan pertentangan dan permusuhan diantara sesama manusia, kemudian banyak yang bertanya bagaimana bisa melepaskan dari senang dunia supaya tidak masuk pada sabda Rasululloh Shallallohu Alaihi Wasallam:
Barangsiapa yang pagi-pagi segala pikirannya memikirkan tentang dunia maka dia tidak punya pangkat di sisi ALLOH Subhanahu Wa Ta'ala pangkat.
Obatnya adalah harus mengalahkan senang dunia dengan menggantinya dengan senang kepada ALLOH Subhanahu Wa Ta'ala.
ALLOH subhanahu wa ta'ala berfirman:
Katakanlah wahai Muhammad kalau bapak bapak kamu anak-anak kamu saudara-saudara kamu istri-istri kamu keluarga keluarga kamu harta harta kamu yang kamu usahakan perdagangan yang kamu takutkan akan kerugiannya dan rumah-rumah kamu yang kamu senangi semuanya itu lebih kalian senang daripada senang kepada ALLOH dan Rasul Nya dan jihad di jalan ALLOH maka tunggu sehingga ALLOH mendatangkan siksanya. ALLOH tidak menunjukkan kaum kaum yang fasik".
Semoga ALLOH merahmati Syekh Hasan Al bashri beliau mengatakan:
Barangsiapa yang berfikir tentang ALLOH maka dia akan mengenalnya. Siapa yang mengenalnya maka akan menyenanginya. Siapa yang berpikir tentang dunia maka dia akan mengenalnya. Siapa yang mengenal dunia maka dia akan membencinya".
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam Hadits Shahih nya mengatakan:
Senangilah ALLOH karena ALLOH telah memberikan banyak kenikmatan kepadamu. Senanglah Aku Karena ALLOH menyenangiku"

03/04/2017

Portal Media Informasi Independen Pro Rakyat. Kritis & Kredibel!

03/04/2017
03/04/2017

bersama tak harus sama



02/04/2017

Catatan dari Tarim : Selamat jalan Habib Husein...
Oleh: Muhammad Ismael Al Kholilie,
Tarim, 23 Maret 2017 M.
Inna lillahi Wa Inna ilaihi raaji'uun..
2 hari lalu,tepat sebelum Maghrib,Hadhramaut kehilangan salah satu Awliya'nya,Habib Husein Bin Umar Al Haddad,kabut debu yg sedari pagi tiba-tiba menutupi langit negeri seribu wali ini seakan menjadi isyarat akan kepergian beliau.
Sejak pertama kali datang ke Tarim,aku hanya mengenal Habib Husein sebagai seorang penjual kitab yg tiap harinya menggelar tikar di depan pintu gerbang Darul Musthafa,tdk cm kitab,beliau juga menjual susu unta,susu kambing,foto2 Habaib dan barang dagangan lainnya,aku juga mengenal beliau sbg sosok yg ceria,suka bercanda,setiap orng yg duduk bersamanya pasti akan tertawa mendengar kata-kata lucu dan aneh darinya,beliau juga dikenal dgn sebutan "Habib Mari sini",krn setiap orng yg lewat di depan Darulmusthafa pasti akan beliau panggil dgn Nada Khasnya,Bahasa melayu dgn loghat Hadhramaut :
"Mari sini..sini mari..aku cinta kamu.."
Sebuah pertanyaan yg mungkin sempat muncul di benakku :
" apa sih yg istimewa dari Habib Husein..?knp banyak yg menyebutnya sbg seorng waliyullah ?"
Setahun kemudian pertanyaanku terjawab,ketika itu kami para pelajar Indonesia berkumpul dlm suatu acara,ditengah-tengah acara,Habib Husein tiba-tiba datang dan lantas memberikan Taushyah,,subhanallah..!!ketika berceramah beliau bagaikan lautan ilmu,beliau menyebutkan ayat Quran,Hadits,Sejarah dan bait-bait Awliya', beliau tak kalah dari para GrandSyaikh,bedanya beliau tak bersurban dan berjubah,tetap dgn Baju lusuh dan sarung sederhananya,mulai saat itu aku mulai yakin bahwa selama ini beliau hanya ingin memilih hidup sederhana untuk menyembunyikan jutaan keistimewannya.
Keyakinanku bertambah kuat ketika kemarin Habibku,Habib Umar memberi sambutan sebelum Shalat jenazah :
"Habib Husein adlh contoh kezuhudan dan ketawadhu'an,Menjual kitab dan kesederhanannya adlh maslak(jalan hidup)yg ia tempuh untuk menyembunyikan keistimewaannya,tanpa peduli akan pujian atau celaan orang-orang"
Ah.. Semua terasa begitu cepat,baru sebulan yg lalu,ketika itu aku mendatangi beliau selesai kelas pagi ,beliau bertanya padaku :
"Ente mau berdoa untuk Habib?"
Aku berbisik dlm hati :
"Ah siapa diriku ini bib,Habiblah yg sepantasnya doain ana,"
Tapi Aku tau beliau tulus meminta,bukan basa-basi atau pura-pura tawadhu'..aku menjawab :
"Insyaallah bib.. "
"Ente mau doain apa untuk Habib..?"
"Semoga Allah selalu memberi ke-Afiah -an untuk Habib"
Beliau menggeleng tanda tak setuju,beliau lantas berkata :
"Nggak.. Habib gak mau apa-apa,Habib gk mau mobil,rumah,dan barang-barang duniawi lainnya,Habib hanya ingin "Husnul Khotimah".."
Beliau lantas mengangkat kepalanya,memejamkan mata seakan-akan ingin menangis,aku hanya diam tak berani berkata apa-apa.
Rupa-Rupanya itu adalah sebuah Isyarat akan dekatnya ajal beliau...
Bib.. Ana yakin Allah telah mengabulkan permintaan Habib,Ana yakin Habib skrng telah berkumpul bersama Rasulullah dan para Awliya' disana.
Ana minta maaf bib..maafkan selama ini,jika lewat di depan darul musthafa ana sering kabur dan menghindar agar nggak dipanggil Habib,skrng ana hanya bisa berandai-andai Untuk bisa duduk bersama Habib Lagi,mendengar banyak rahasia-rahasia ilmu yg Allah berikan untuk Habib..
Terima kasih bib,.untuk segala Ilmu dan faedah2 yg telah Habib berikan,Habib telah memberi satu pelajaran untuk kami,Bahwa keistimewaan seseorng tak bisa dinilai dari pakaian dan penampilan,dgn pakaian lusuh dan semua kesederhaan,Habib memberi kami pesan bahwa tak ada satupun Hamba-Hamba Allah yg bisa diremehkan..
Selamat Jalan Habib Husein..Allah Yarhamak Ya Sayyidi..
Ila Ruuhi Al Habib Husein Bin Umar AlHaddad Alfaatihah....

02/04/2017

Aku adalah sebuah lilin yang setia di sampingmu
Cahayaku tak kau rasakan, hangatku tak kau idamkan
Dirimu hanya menatap mentari ….dirimu merasa hangat karenannya…
Namun aku tetap menunggu, berharap suatu saat kau menatapku
Berharap langit menjadi gelap, dan kau sadari kehadiranku
Tuhan kumohon tenggelamkan mentari ke ufuk barat
Aku ingin ia sadari Aku.
Malam pun tiba….
Kedua matamu mulai menatapku
Kedua tanganmu mencoba mennyentuhku
Aku tersipu -sipu….padamu..
Sepanjang malam itu, aku menatapmu dan kau menatapku
Aku merasa memilikimu….
Aku merasa menjadi milikmu…
Sungguh aku rela, lebur demi menjadi setitik cahaya bagimu….
Dan jika esok pagi cahayaku tiada lagi…
Lihatlah sisa..sisa tubuhku, setiap tetesnya kuberikan padamu…
Setiap tetesnya mencoba menjadi berarti untukmu…
Mungkin takkan pernah kau sadari….
Bahwa aku telah memilihmu….
Untuk menjadi pusat perhatianku

Address

Jalan Diponegoro Maibit Rengel Tuban
Tuban

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KI JOKO posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category