Padepokan Kelinci Kang Dean Stone

Padepokan Kelinci Kang Dean Stone Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Padepokan Kelinci Kang Dean Stone, Pet breeder, Griya Antaboga RT001/001 ds krajan-Puyung kec. P**e Kab. Trenggalek, Trenggalek.

"15 Jenis Penyakit Pada Kelinci Dan Cara Pengobatannya"Penyakit pada kelinci biasanya disebabkan karena kondisi kandang ...
11/04/2018

"15 Jenis Penyakit Pada Kelinci Dan Cara Pengobatannya"

Penyakit pada kelinci biasanya disebabkan karena kondisi kandang yang kurang bersih, nutrisi pakan yang tidak seimbang, volume pakan yang kurang, air minum yang kotor, tertular oleh kelinci lain, perubahan cuaca dan ketidaktahuan mengenai penyakit pada kelinci.

Penyakit pada kelinci yang bisa menyebabkan kematian diantaranya, Kokkidioses, Enteritis Kompleks, Young Doe Syndrome, Pasteurellosis dan Skabies.

1. Radang Mata (Kornea Mata)
Radang mata biasanya menyerang kelinci yang masih berumur beberapa minggu, terkadang juga menyerang kelinci dewasa. Gejalanya mata berwarna merah, bulu sekitar mata basah dan terkadang keluar nanah.

Penyebabnya bisa karena infeksi akibat terkena benda tajam, terkena bakteri, kekurangan vitamin A, terkena debu, kotoran, asap dan gas amonia.

Radang mata bisa dihindari dengan menjaga kenyamanan kandang, pastikan tidak ada benda tajam di dalam kandang. Mata kelinci yang merah bisa dibersihkan dengan boorwater menggunakan kapas, lalu diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik seperti salep Chloramphenicol.

2. Kaki Bengkok (Rachitis)
Kelinci juga bisa mengalami rachitis, yang biasa menyerang pada kelinci pada masa pertumbuhan karena kekurangan vitamin D. Akibat kekurangan vitamin D pembentukan tulang, kuku dan bulu menjadi tidak sempurna. Kelinci menjadi lemah tidak bisa menahan berat badannya sendiri sehingga kakinya bengkok menjadi huruf O atau X.

Kelinci yang tinggal di kandang sering kali tidak mendapat cahaya matahari yang cukup. Sebagai gantinya kelinci membutuhkan asupan vitamin D berupa lemak ikan yang dicampurkan ke dalam pelet. Selain vitamin D, pelet juga harus mengandung mineral, fosfor, kalsium dan mangan untuk menunjang pertumbuhan tulang kelinci.

3. Kanibal
Pakan dan air minum yang tidak mencukupi bisa menyebabkan kelinci menjadi kanibal. Kelinci yang lucu menggemaskan bisa berubah menjadi liar dan beringas. Kelinci bisa saja memakan daging antar sesamanya atau memakan bulu hingga akhirnya mati karena bulu yang dimakan membuat usus tersumbat.

Untuk mencegah kelinci menjadi kanibal, berikan kebutuhan pakan dan air mineral kelinci dengan teratur. Selain itu, kondisi kandang juga mempengaruhi, jangan mencampur kelinci yang tidak seukuran dalam satu kandang.

4. Enteritis Kompleks
Merupakan penyakit pencernaan dan menjadi penyebab kematian paling banyak pada kelinci peternakan, penyakit ini biasa menyerang kelinci yang masih kecil. Gejalanya kotoran kelinci tidak keluar normal, kotorannya berwarna hijau gelap, bau dan berlendir menggantung pada dubur kelinci. Kelinci tampak kurus dan lesu.

Penyebabnya karena salah makanan, makanan yang diberikan tidak cocok atau sudah terkontaminasi, terlalu banyak makan hijauan basah, kondisi kandang yang kotor dan penggunaan obat berbahaya yang tidak sesuai dosis untuk kelinci.

Cara pengobatannya dengan mengganti pakan hijauan basah dengan Hay dan pelet, kemudian air minum yang sudah diberi antibiotik.

5. Young Doe Syndrome
Penyakit ini terjadi pada kelinci betina yang sedang menyususi. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi pembengkakan pada kelenjar susu atau puting susu. Akibatnya induk kelinci tidak bisa menyusui anaknya dan anak-anak kelinci akan mati karena tidak mendapatkan air susu dari induknya.

Penyakit ini bisa disembuhkan jika belum terlambat. Pertama induk kelinci yang terkena Young Doe Syndrome harus di isolasi dulu di kandang terpisah lalu disuntikan dengan Penicilin, Sulfa Strong, Oxylin atau Sulmethonl.

6. Sembelit
Gejala sembelit yaitu kelinci tidak bisa berak dan kencingnya sedikit sekali. Hal ini disebabkan karena asupan makanan yang tidak dibarengi dengan air minum yang cukup.

Seimbangkan pemberian pakan yang berserat kasar dengan pakan hijauan. Selain itu, sembelit disebabkan juga karena kelinci kurang bisa bergerak bebas di kandang kelinci yang sempit.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci air minum yang banyak. Berikan pakan hijauan segar yang masih banyak mengandung air, lepaskan kelinci di luar kandang supaya bisa bergerak bebas dan mendapat udara segar.

7. Radang Paru (Pneumonia)
Radang paru pada kelinci disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, menyebabkan kelinci susah untuk bernafas. Radang paru biasa menyerang induk kelinci menjelang lahiran yang kedua atau ketiga.

Penyebab awalnya yaitu, kondisi kandang yang terbuka menyebabkan kelinci sering terkenan terpaan angin secara langsung, udara di kandang yang lembap dan komposisi makanan kelinci yang tidak seimbang.

Radang paru pada kelinci cenderung sulit untuk disembuhkan, kecuali jika kelinci sudah mendapat pengobatan sejak gejala awal sakit. Obatnya bisa Penicilin, Sulfa Strong atau Oxylin yang diberikan dengan menggunakan alat suntik.

8. Kanker Telinga
Kanker telinga pada kelinci ditandai dengan rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kanker telinga disebabkan oleh adanya kutu di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Kelinci yang menderita penyakit ini akan sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggosokkan daun telinganya sehingga menjadi kemerah-merahan.

Penyakit ini bisa menular dengan mudah. Cara pengobatannya dengan mengolesi bagian telinga yang terserang dengan obat oles pembasmi kutu.

9. Favus
Favus disebabkan oleh jamur yang membuat adanya infeksi pada kulit kepala kelinci. Gejalanya kulit kepala kelinci tampak pecah-pecah dan sebagian bulunya rontok. Cara mengobatinya yaitu dengan mencuci bagian kulit kepala yang terkena infeksi dengan air sabun hangat lalu diberikan salep belerang atau Scabid Cream.

10. Cacingan (Pinworm)
Penyakit ini disebabkan karena adanya cacing kecil yang hidup di usus belakang kelinci, ukurannya sekitar 2.5 cm. Biasanya cacing masuk ke tubuh kelinci karena terbawa makan, atau ada telur cacing di pakan kelinci.

Gejala penyakit cacingan diantaranya, kelinci tampak kurus, pucat, nafsu makannya kurang dan begitu lemah. Kelinci s**a menggaruk bulu di sekitaran lubang duburnya.

Cara mengobatinya dengan memberi kelinci obat cacing secara teratur, bersihkan kandang dan pastikan makanan & minuman kelinci harus bersih dari telur cacing.

11. Makan Bulu
Kelinci yang memakan bulunya sendiri atau bulu temannya disebabkan pakan yang diberikan kurang mengandung protein. Kekurangan protein menyebabkan nafsu makan kelinci menjadi rendah sehingga berat badan merosot. Bulu-bulu yang dimakan bisa mengganggu sistem pencernaan kelinci, karena bulu tidak bisa dicerna.

Cara pencegahannya dengan memberikan pakan kelinci yang mengandung protein dan gizi lainnya. Imbangi pakan hijauan dengan Hay dan pelet.

12. Pasteurellosis
Penyakit ini disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, biasa menyerang kelinci dewasa. Awalnya penyakit ini akan menyerang sistem pencernaan kemudian menjalar menyerang organ lainnya terutama testicles, kelenjar susu dan uterus.

Cara pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang kelinci untuk mengurangi kemungkinan timbulnya penyaki pasteurellosis.

13. Kokkidiosis
Penyakit ini disebabkan oleh kuman parasit yang menyerang usus atau hati kelinci. Biasanya pada kelinci rumahan yang dipelihara di atas lantai. Kokkidiosis pada anak kelinci bisa menyebabkan kematian. Gejala penyakit ini diantaranya, nafsu makan kelinci berkurang, berat badan berkurang, lemes dan badan tampak kurus.

Cara pengobatannya dengan memberikan obat yang menggandung Sulfa untuk menghambat diare. Kebersihan kandang juga harus diperhatikan.

14. Pilek
Penyakit pilek menyebabkan kelinci mengalami bersin-bersin. Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus. Penyakit pilek sangat mudah menular dan menyebar apalagi kalau kondisi kandangnya kotor dan kurang mendapat sinar matahari.

Gejalanya hidung kelinci mengeluarkan semacam lendir yang berwarna jernih atau keruh. Cara pengobatannya, hidung kelinci yang penuh dengan ingus di semprot larutan antiseptik lalu diobati dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold.

15. Kudis (Scabiosis)
Penyakit kudis disebabkan oleh kutu Sarcoptis scabiei yang menimbulkan gatal-gatal di kepala, hidung, kaki bahkan bisa menjalar ke seluruh tubuh. Gejalanya, kulit yang terkena kutu kudis akan tampak kemerah-merahan disertai gatal yang menyiksa.

Kelinci yang terkena kutu kudis harus dipisahkan dari kandang, cukur bulunya dibagian yang terkena kutu, cuci dan dilap kering. Setelah itu diolesi dengan obat kudis seperti Scabicid Cream. Bersihkan kandang dengan menyemprotkan disenfektan lalu kandang dijemur dan biarkan kosong selama 15 hari.

Semoga bermanfaat
Padepokan Kelinci Kang Dean Stone

Mengenal Kelinci Flemish GiantJika merunut pada sejarah, kelinci flemish giant berasal dari Flanders, salah satu wilayah...
09/04/2018

Mengenal Kelinci Flemish Giant

Jika merunut pada sejarah, kelinci flemish giant berasal dari Flanders, salah satu wilayah di Belgia. Kelinci jenis ini pada mulanya diternakkan pada abad ke-16 di dekat kota Ghent, Belgia. Flemish giant diternakkan untuk tujuan konsumsi daging dan juga bulu. Banyak yang percaya, jenis kelinci yang satu ini merupakan nenek moyang banyak jenis kelinci ternak di dunia ini, termasuk salah satunya kelinci belgian Hare. Persebaran kelinci flemish giant dimulai pada abad ke-19 dimana ia diimpor dari Belgia ke Inggris Raya. Tak lama kemudian, Belgia dan Inggris mulai memperkenalkan kelinci raksasa ini ke Amerika Serikat. Pada mulanya, kelinci flamish giant tak memperoleh banyak perhatian. Tapi pada tahun 1910, saat ia muncul di sebuah pertunjukan kecil di sebuah kota, orang-orang mulai membicarakannya. Saat ini, flemish giant telah menjadi salah satu komoditas unggulan bagi mereka yang menggeluti peternakan kelinci. Hal ini terkait erat dengan kualitas bulu dan dagingnya yang melimpah. Meski demikian, kelinci ini juga ternyata populer dijadikan hewan peliharaan rumah sebab ia cenderung jinak dan penurut.

Ciri-ciri Kelinci Flemish Giant

Kelinci dengan ukuran tubuh melimpah ini memiliki banyak "nick name" antara lain Gentle Giant, universal rabbit dan lain-lain. Namun apapun nama lainnya, kata yang identik dengan "besar" memang selalu melekat padanya. memang, kelinci flamish giant inilah yang memiliki rekor tubuh terbesar di antara jenis kelinci lainnya. Selain ukuran tubuhnya yang ekstra, ciri-ciri kelinci flemish giant lainnya antara lain:

Badannya cenderung panjang dengan ukuran lebih dari 20 inci atau setara dengan 50 cm. Ukuran ini merupakan ukuran normal kelinci flemish giant dewasa. Selain itu, tulang kelinci ini cenderung etabl dan dadanya penuhn dengan isi.

Adapun kepalanya sedikit lebar dengan telinga yang panjang juga tebal. telinga ini berdiri dengan panjang tak kurang dari 6 inci atau setara dengan 15 cm. Kaki flemish giant juga dikenal besar, panjang dan juga kokoh.

Menyoal warna, kelinci ini terdiri dari beberapa varian antara lain flemish giant himat, coklat kuning muda atau fawn, biru, abu terang, sandy atau sewarna pasir, abu-abu besi atau sreel grey dan juga flemish giant putih. Kelinci flemish giant hanya memiliki satu warna. Tidak ada kombinasi warna pada kelinci jinak yang satu ini.

Tentang berat, kelinci flemish giant memiliki berat minimal 6,3 kg dan maksimal 12 kg. Jika dikaitkan pada kegiatan peternakan, maka semakin berat kelinci akan semakin menguntungkan.

Penanganan Kelinci Flemish Giant

Kelinci flemish giant sangat jinak dan bersahabat pada ma**sia. Hal ini bisa dimaksimalkan dengan memperbanyak skala interaksinya dengan ma**sia. Hanya saja, sama seperti binatang lainnya, flemish giant bisa merasa takut dan geram jika ma**sia memperlakukannya dengan cara yang kurang tepat. Perlakuan spesial terhadap flemish giant bisa mencakup kandang, cara menggendong, makanan dan hal lainnya. Oleh karena ukurannya yang extra, tentu kelinci jenis ini membutuhkan kandang yang tidak mengekangnya. Kandang ini harus sesuai dengan ukuran tubuhnya. Sama halnya denga kandang, pakan si flemish giant juga porsinya harus lebih. Jenis makanannya sama seperti saja dengan kelinci lainnya. ARBA (persatuan peternak kelinci di Amerika Serikat) merekomendasikan rerumputan dan jerami serta sekali-kali memberinya makanan yang menyenangkan. Akan tetapi, mengingat ukurannya yang sudah besar, sebaiknya Anda cermat dalam memberinya makanan yang mengandung protein tinggi, kalori, dan sejumlah mineral seperti kalsium dan garam. Sebab kelebihan komponen senyawa ini akan membuat flemish giant rentan terhadap penyakit ginjal.

Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Flemish_Giant

Kelinci merupakan salah satu mamalia yang bisa digolongkan hewan ternak, karena memiliki nilai ekonomis. Peluang usaha t...
08/04/2018

Kelinci merupakan salah satu mamalia yang bisa digolongkan hewan ternak, karena memiliki nilai ekonomis. Peluang usaha ternak kelinci ini cukup besar terutama untuk budidaya, mengingat saingan yang belum sebanyak peternak lele. Sebnarnya merawat kelinci tidak sulit, bahkan ada beberapa peternak yang saya jumpai mengeluhkan pertambahan populasi terlalu cepat pada usaha ternak kelinci yang mereka jalani. Memang benar hewan yang satu ini sangat mudah berkembang biak, asal kita melakukan perawatan yang baik dan benar. Bagi pecinta kelinci khususnya untuk pemula, kadang tidak tahu harus mulai dari mana dulu untuk berternak. Nah, maksud dari tulisan ini adalah memberikan panduan dasar tentang berternak kelinci. Kenapa harus berternak kelinci, konsumsi daging kelinci kan jarang?

Meskipun tingkat konsumsi daging kelinci tidak setinggi daging unggas, kambing atau sapi, ternak kelinci tetap menjanjikan keuntungannya jika dilakukan dengan serius dan dengan manajemen yang baik. Karena kelinci adalah hewan yang gampang dijinakkan, mudah beradaptasi dan cepat berkembangbiak. Dan juga ukuran kandang/tempatnya tidak terlalu besar. Secara umum terdapat dua macam kelompok kelinci, yaitu kelinci potong atau kelinci pedaging dan kelinci hias. Kelinci pedaging/potong adalah jenis kelinci yang dibudidayakan untuk dikonsumsi dagingnya. Sedangkan kelinci hias adalah jenis kelinci untuk hewan peliharaan atau hewan kesayangan. Sebenarnya tak ada batasan pasti antara kelinci hias dan pedaging. Banyak ras kelinci yang awalnya diperlakukan sebagai kelinci hias, lalu dikemudian hari dimanfaatkan menjadi kelinci pedaging. Karena ras tersebut memiliki keunggulan pedaging seperti bobotnya yang besar, pertumbuhan bobot cepat dan perkembangbiakannya tinggi.

Berikut ini beberapa jenis kelinci unggul yang banyak dibudidayakan untuk usaha ternak kelinci pedaging:
Flemish Giant. Seperti namanya, kelinci ini bobotnya bisa mencapai ukuran 10 kg. Rata-rata ras flemish giant dewasa berbobot 5 kg. Saat ini, sulit mendapatkan ras flemish giant murni di Indonesia. Usaha ternak kelinci flemish giant kebanyakan menggunakan ras hasil silangan yang tidak sebesar ras murninya.
New Zaeland White. Tidak seperti namanya, ras kelinci ini bukan berasal dari New Zaeland, melainkan dari Amerika. Didapatkan dari hasil persilangan flemish giant. Bobotnya bisa mencapai 5,5 kg dan bila dipelihara dengan baik umurnya bisa mencapai 10 tahun. Rata-rata jumlah anak dalam sekali kelahiran 10-12 ekor. Ras ini cocok dipelihara sebagai indukan untuk ternak kelinci.
Satin. Ras ini berasal dari Amerika Serikat. Bobot rata-ratanya berkisar 3-5 kg. Jumlah anak per kelahiran 7-10 ekor.
Rex. Ras ini relatif baru dalam khasanah perkelincian. Dikenal di Amerika Serikat sekitar 1980-an sebagai kelinci hias. Namun karena memiliki keunggulan pedaging, jenis ini banyak dijadikan kelinci pedaging. Ternak kelinci rex paling cocok dilakukan di tempat berhawa sejuk, paling optimal tumbuh pada suhu sekitar 5-15oC. Bobotnya bisa mencapai 5 kg dan rasa dagingnya lezat.
Kelinci lokal atau kelinci Jawa. Ras ini banyak diternakan di Indonesia. Kelinci ini diyakini berasal dari ras Netherland Dwarf. Seperti namanya “Belanda kerdil”, ras kelinci ini berukuran kecil dan pertumbuhannya lambat. Kelinci ini dibawa ke Indonesia oleh bangsa belanda dan dipelihara sebagai binatang asuhan di perkebunan-perkebunan kolonial. Selepas belanda hengkang masyarakat Indonesia banyak membudidayakannya. Sebenarnya jenis ini kurang cocok untuk usaha ternak kelinci, tapi penyebarannya sudah begitu banyak di Indonesia.
Oke, setelah mengetahui jenis-jenis kelinci langsung saja ke bagian ternak kelinci berikut:

Pengetahuan dasar dalam memelihara kelinci
Sebelum memulai beternak kelinci anda tentu harus mengetahui pengetahuan dasar mengenai kelinci. Caranya bisa dengan mencoba mengamatinya selama beberapa bulan, atau untuk mempersingkat waktu bisa dengan didampingi ahli dan membeli buku panduan memelihara kelinci. Ini penting sebab tanpa pengetahuan dasar bagaimana mungkin kita bisa memelihara bahkan berternak kelinci. Waktu dan tenaga kita akan habis jika belum memahami tatacara pemeliharaan kelinci. Apalagi kelinci yang dipelihara adalah kelinci hias seperti kelinci anggora, kelinci lop, dll. Perlu penanganan yang extra lagi untuk kelinci hias.

Menyiapkan Kandang Kelinci
Langkah awal yang harus dipersiapkan untuk memulai usaha ternak kelinci adalah menyiapkan kandang atau tempat budidaya. Jenis kandang bermacam-macam sesuai dengan fungsinya. Ada kandang tempat pembiakan dan kandang tempat pembesaran. Selain fungsinya, kandang ternak kelinci dibedakan berdasarkan tipenya.

a. Kandang terbuka
Kandang terbuka atau kandang tipe ranch ini berupa hamparan lahan yang sekelilingnya di beri pagar. Kelinci dibiarkan bebas berkeliaran dalam area tersebut. Dalam area pagar tersebut disediakan naungan atau rumah bagi kelinci untuk berteduh dan tempat istirahat.
Kandang ini sudah menjadi tipikal usaha ternak kelinci tradisional di Indonesia. Dengan sistem seperti ini, pemeliharaan relatif lebih mudah. Apalagi kalau hamparannya luas, kelinci dibiarkan mencari makan sendiri jadi kalau sekali-kali telat dalam memberi pakan tidak perlu khawatir. Kelemahan sistem ini memerlukan lahan yang luas. Hanya layak dilakukan di pedesaan dimana ketersediaan lahan cukup besar.

b. Kandang tertutup
Kandang tertutup merupakan kandang kelinci yang dibatasi lantai, dinding dan atap. Kandang ini cocok untuk usaha ternak kelinci pedaging. Pengelolaan bisa dilakukan secara intensif.
Untuk usaha ternak kelinci dengan kandang tertutup, diperlukan setidaknya dua tipe kandang. Yaitu tipe postal dan tipe baterai. Kandang tipe postal adalah kandang untuk menempatkan menempatkan beberapa ekor kelinci sekaligus. Digunakan sebagai kandang perkembangbiakkan, yaitu untuk membesarkan anak-anak kelinci setelah disapih dari induknya.

Sedangkan kandang tipe baterai adalah kandang yang didesain untuk satu ekor kelinci per kandang. Biasanya digunakan untuk pembesaran ternak kelinci potong. Ukuran kandang untuk kelinci 60x40x40, atau disesuaikan dengan ukuran bobot tubuh ras kelinci yang digunakan.
Ukuran kandang jangan terlalu besar, agar kelinci tidak banyak bergerak. Sehingga energi kelinci tidak habis dipakai bergerak melainkan lebih banyak menjadi daging. Sekaligus juga jangan terlalu kecil karena akan membuat kelinci tidak nyaman dan stres. Letak kandang harus bisa terkena sinar matahari pagi. Namun aliran udara tetap lancar sehingga suhunya tetap sejuk. Ingat, kelinci lebih tahan terhadap kedinginan daripada kepanasan. Kelinci juga tidak menyukai lingkungan yang lembab.

Dinding dan lantai kandang kelinci bisa terbuat dari kisi-kisi bambu, kayu atau kawat. Khusus untuk lantai, celah antara kisi jangan terlalu renggang agar kaki kelinci tidak terperosok. Bila dibuat dari kawat, hendaknya dibuat juga bagian lantai yang dialasi triplek atau papan untuk kelinci beristirahat. Karena lantai kawat akan membuat otot-otot kaki kelinci tegang. Dindinng dan lantai dari kawat paling mudah pemeliharaannya dan tidak lembab bila terkena air.

Memilih Bibit Indukan Kelinci
Memilih bibit atau calon indukan kelinci harus benar-benar diperhatikan. Karena bibit berperan besar menentukan tingkat keberhasilan ternak kelinci. Indukan kelinci menentukan produktivitas dan kualitas hasil budidaya.
Berikut ini beberapa kiat untuk memilih bibit ternak kelinci potong/pedaging:
Cari kelinci yang memiliki riwayat kesehatan yang baik. Keturunan dari kelinci-kelinci yang menghasilkan banyak anak dalam sekali kelahiran.
Bobot tubuh indukan kelinci betina minimal 4-5 kg, jantan 3-5 kg.
Memiliki pinggul yang bulat penuh.
Punggung tidak cekung.
Mata cerah, tidak terlihat lesu dan ngantuk.
Bulu bersih, terutama di sekitar kelamin.
Membedakan kelinci jantan dan betina:
Kelinci jantan:
Mencari tau jeniskelamin jantan pada kelinci umumnya tidak begitu sulit, untuk kelinci jantan memiliki bentuk ciri di bagian bawah dekat ekor dan tepat di bagian atas a**s ada semacam tabung yang tertutup bulu, itu merupakan (organ p***s kelinci jantan). Selain dari itu kelinci jantan yang berumur muda sekitar tiga minggu memiliki bentuk kepala seperti balok. Untuk ukuran berat badan kelinci jantan akan memiliki bobot yang lebih kecil dari kelinci betina walaupun kelinci tersebut dari spesies yang sama. Kelinci jantan biasanya juga memiliki keunikan saat dia terlihat di cuaca panas, biasanya mereka akan menunjukan tonjolan testikel terutama saat kelinci tersebut sedang tiduran dan duduk. Untuk kelinci penjantan juga memiliki temperamental yang baik dan akrab dengan siapa saja di dekatnya. Di tambah lagi mereka juga memiliki rasa penasaran yang tinggi akan berbagai hal.

Kelinci betina:
Untuk mencari tau kelinci betina , anda bisa perhatikan di bagian bawah ekor tepat di bagian atas a**snya. Jika anda lihat terdapat gundukan dengan celah maka bisa di pastikan kelinci tersebut berkelamin betina. Pada ukuran dan bobot kelinci betina umumnya berbeda dengan kelinci pejantan.
Kelinci betina memilki bobot dan ukuran yang lebih besar dari kelinci pejantan walaupun dari jenis spesies yang sama. Di bagian kepala kelinci pejantan juga memiliki perbedaan dengan jenis kelinci betina, umumnya bentuk kepala yang terlihat pada kelinci pejantan memiliki bentuk lebih membulat.

Pakan Ternak Kelinci
Di alam bebas kelinci hanya mengkonsumsi pakan hijauan. Untuk usaha ternak kelinci pakan yang bisa diberikan adalah hijauan, konsentrat dan vitamin. Hijauan yang disenangi kelinci antara lain limbah sayuran, seperti sawi, wortel, lobak dan daun singkong. Juga bisa diberikan jenis rumput-rumputan dan daun-daunan dari tanaman kacang tanah dan pepaya. Sedangkan konsentrat biasanya berupa pelet buatan pabrik. Pemberian pelet dilakukan untuk memudahkan dan membuat praktis pemberian pakan. Selain itu, pelet biasanya sudah memiliki kandungan nutrisi lengkap. Biaya pembelian pelet memang cukup mahal, namun ketersediaan dan kontinuitasnya terjamin. Hal ini sangat diperlukan untuk usaha ternak kelinci secara intensif.

Pemberian pakan hiijauan sudah dimulai sejak kelinci berumur 2 minggu sedikit demi sedikit. Anak kelinci biasanya disapih setelah berumur 8 minggu. Sehingga begitu disapih, anak kelinci sudah bisa makan sendiri. Total kebutuhan pakan untuk kelinci mencapai 4-5% dari bobot tubuhnya per hari. Kelinci muda hingga 4 bulan membutuhkan hijauan 20% dari total pakannya. Kelinci lebih dari 4 bulan membutuhkan 60% hijauan dari total pakannya. Sebaiknya pisahkan waktu pemberian pakan konsentrat dengan hijauan. Misalnya, konsentrat diberikan pada pagi hari sekitar jam 10.00, hijauan bisa diberikan pada pukul 13.00-18.00.

Obat yang cukup untuk kelinci
Tidak dipungkiri lagi yang namanya makhluk hidup akan sakit, nah untuk mengantisipasinya kita harus mempersiapkan segala obat-obatannya, terutama bagi penyakit yang sering menyerang kelinci. Tindakan untuk kelinci yang sakit juga sebaiknya segera di pisahkan dan diisolasi agar tidak menyebar pada kelinci lainnya, mengingat kandang ternak berdekatan jaraknya.

Mengawinkan Kelinci
Salah satu parameter untuk melihat produktivitas ternak kelinci adalah dengan melihat tingkat kelahiran. Kelinci bereproduksi dengan melahirkan anak. Kelinci memasuki tahap dewasa dan siap dikawinkan pada umur 6-12 bulan, tergantung pada jenis rasnya. Secara alamiah, kelinci betina yang siap melahirkan anak akan menujukkan tanda-tanda berahi sebagai berikut:
1. Terlihat gelisah, perilakunya selalu mencari-cari pejantan.
2. S**a menggosok-gosokkan dagunya pada benda-benda di sekitarnya atau kelinci lain.
3. V***a berwarna kemerahan dan basah.

Mengawinkan kelinci bisa dengan dua cara, yaitu secara berkelompok atau berpasangan. Perkawinan berkelompok dilakukan dengan cara memas**an sejumlah betina dan pejantan dalam satu area. Satu pejantan bisa mengawini 5-10 betina. Sedangkan cara berpasangan dilakukan dengan memasukkan satu betina dan satu jantan dalam satu kandang. Selama masa perkawinan, amati apakah terjadi perkawinan atau tidak. Bila tidak, kemungkinan tidak cocok. Ganti pejantan dengan yang lain.
Berikut ini hal-hal umum yang perlu diketahui dalam mengawinkan kelinci:
1. Kelinci siap untuk dikawinkan setelah berumur 6-12 bulan, tergantung jenis ras.
2. Masa berahi kelinci berlangsung selama 11-15 hari.
3. Dari masa berahi satu ke masa berahi selanjutnya berlangsung selama 2 minggu.
4. Masa kehamilan berlangsung 28-35 hari, tergantung jenis ras.
5. Secara alami masa menyusui kelinci bisa berlangsung selama 8 minggu. Dalam usaha ternak

kelinci masa menyusui eksklusif dilakukan selama 15-20 hari. Setelah itu anak kelinci diberi hijauan agar belajar makan sambil tetap menyusui, jangan disapih. Anak kelinci bisa disapih setelah 8 minggu.
6. Kelinci betina bisa dibuahi lagi (subur kembali) setelah 2 minggu terhitung sejak melahirkan.
7. Dalam satu tahun, kelinci bisa mengalami hingga 5 kali kehamilan.
8. Jumlah anak dalam satu kali kelahiran 4-12 ekor, tergantung jenis ras.
9. Masa produktivitas biasanya berlangsung 1-3 tahun. Bila kurang atau lebih dari itu biasanya jumlah dan kualitas anakan menurun.

Usia Panen Kelinci
Tidak ada patokan pada umur berapa ternak kelinci bisa dipanen. Pasar kelinci saat ini tidak semasif jenis daging lain seperti unggas, sapi atau kambing. Kelinci biasanya dijual anakannya sebagai peliharaan. Untuk menjual anakan sebaiknya diatas 2 bulan, setelah masa penyusuan.
Sedangkan untuk pedaging, biasanya dipanen setelah kelinci berusia 3,5 bulan atau mempunyai bobot 2-3 kg. Lama waktu penggemukan untuk mencapai bobot tersebut berlangsung sekitar 2-3 bulan. Bila dijual lebih lama lagi, biasanya sudah tidak ekonomis karena kelinci membutuhkan pakan yang lebih banyak. Sedangkan bila kita ingin menjual bibit atau calon indukan, biasanya dipelihara hingga kelinci berumur 10-12 bulan. Harga bibit tidak lagi diperhitungkan per kg, tapi dilihat keunggulan keturunan dan kesehatannya.

Telaten dan sabar.
Dalam memelihara kelinci arus sabar dan telaten, karena kelinci adalah makhluk hidup maka perlu juga perhatian dan rawatan. Percaya tidak percaya perilaku majikan kepada peliharaannya mempengaruhi peliharaan baik kesehatan ataupun emosinya.

Demikianlah ulasan tentang panduan dasar ternak kelinci untuk pemula, semoga memberi manfaat.

Salam hormatku
Dean stone

Monggo dolan mriki lur... belajar ternak..silaturahmi..ngopi2... refreshing alam pegunungan
01/04/2018

Monggo dolan mriki lur... belajar ternak..
silaturahmi..ngopi2... refreshing alam pegunungan

Pet breeder

Pejantan masa depan German Giant Buck Junior [nfs]
01/04/2018

Pejantan masa depan
German Giant Buck Junior
[nfs]

GG x FG
01/03/2018

GG x FG

Flemish Giant Junior ( Sapihan 3,5 Bulan )DOB 10.11.2017 monggo Stock terbatas
26/02/2018

Flemish Giant Junior ( Sapihan 3,5 Bulan )
DOB 10.11.2017
monggo Stock terbatas

"The American Rabbit Breeders Association"
26/02/2018

"The American Rabbit Breeders Association"

26/02/2018
Yang Aman dan yang tak aman Bagi Kelinci
26/02/2018

Yang Aman dan yang tak aman Bagi Kelinci

Menu Ideal Harian Bagi kelinci
26/02/2018

Menu Ideal Harian Bagi kelinci

FOR SALEVlaamse Jantan umur 10 Bulan BB 3.970 KgPuyung Village - P**e 66362TrenggalekWA 0813-5748-6178
23/01/2018

FOR SALE
Vlaamse Jantan umur 10 Bulan
BB 3.970 Kg
Puyung Village - P**e 66362
Trenggalek
WA 0813-5748-6178

Address

Griya Antaboga RT001/001 Ds Krajan-Puyung Kec. P**e Kab. Trenggalek
Trenggalek
66362

Telephone

0813-5748-6178

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Padepokan Kelinci Kang Dean Stone posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Padepokan Kelinci Kang Dean Stone:

Share

Category