17/10/2020
Mengingatkan kembali tentang Panleukopenia...
Share dari VPDHB:
Menindaklanjuti tingginya kasus Feline Panleukopenia beberapa bulan terakhir, maka dengan ini kami menginformasikan beberapa informasi terkait mengenai penyakit tersebut
Apa itu Feline Panleukopenia?
- Penyakit pada kucing yang disebabkan oleh virus panleukopenia (FPV), sering disebut parvo kucing ataupun distemper kucing
- Penyakit yang mematikan (tingkat kematian mencapai 80%) dan sangat contagious (menular)
- Penularan terjadi ketika ada kontak dengan f***s, skreta, muntahan maupun benda-benda yang mengandung maupun terkontaminasi virus dengan rute oronasal (endusan maupun jilatan)
- Menyerang kitten dan kucing-kucing yang tidak divaksinasi
- Gejala klinis meliputi : Penurunan/kehilangan nafsu makan, muntah, diare (kadang disertai darah), lemas, lesu dan demam.
- Tidak ada obatnya.
Apa yang harus dilakukan apabila muncul gejala seperti diatas?
Segera bawa ke dokter hewan agar segera mendapat pertolongan. Semakin cepat terdeteksi dan ditangani semakin besar harapan kesembuhannya.
Bagaimana cara mendiagnosanya?
Diagnosa berdasarkan gejala klinis dan dengan menggunakan rapid test (seperti test pack pada manusia).
Bagaimana pengobatannya?
Sampai saat ini belum ditemukan antivirus terhadap virus ini. Pengobatan yang diberikan bersifat simptomatis (berdasarkan gejala klinis) dan supportif. Pengobatan meliputi pemberian infus intravena, antibiotik, antimuntah dan multivitamin.
Bagaimana pencegahannya?
- Vaksinasi merupakan satu-satunya pencegahan terhadap virus ini. - Jadwal vaksinasi pada kucing dapat dilihat di link berikut : http://pdhbvet.com/vaksinasi/
- Masa inkubasi virus ini adalah 2-7 hari, sehingga apabila ada kasus positif dalam satu rumah, hewan lain baru boleh divaksinasi setelah 14 hari dari kasus terakhir.
- Pisahkan hewan yang diduga/ muncul gejala klinis seperti disebut diatas dari hewan yang sehat.
- Desinfeksi lingkungan dengan menggunakan cairan pemutih pakaian dengan konsentrasi 1:32, atau cairan formaldehide 4%
Mohon bantu sebarkan informasi ini, semoga bermanfaat mengurangi jumlah kematian kucing akibat virus ini.