27/02/2026
Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) didirikan pada 20 September 1926 di Ponorogo, Jawa Timur, oleh Trimurti (KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fanani, dan KH Imam Zarkasyi). Berlandaskan nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan kemandirian, Gontor memadukan sistem pesantren tradisional dengan pendidikan modern (kurikulum KMI) untuk mencetak kader umat, berakar dari sejarah Gontor Lama.
Sejarah dan Perkembangan Gontor:
Akar Sejarah (Gontor Lama): Dimulai dari Pondok Tegalsari yang didirikan Kiai Ageng Hasan Besari pada abad ke-18. Kiai RM Sulaiman Djamaluddin, menantu Kiai Hasan Khalifah (generasi ke-4 Tegalsari), mendirikan pondok baru di Desa Gontor. Pondok ini sempat berjaya namun meredup setelah Kiai Santoso Anom Besari wafat pada 1918.
Kebangkitan (Trimurti): Tiga putra Kiai Santoso Anom Besari—Ahmad Sahal, Zainuddin Fanani, dan Imam Zarkasyi—menghidupkan kembali pondok dengan pembaruan sistem. Mereka menempuh pendidikan di berbagai lembaga untuk memperdalam agama dan ilmu pengetahuan.
Pondok Modern (1926): Deklarasi pendirian PMDG dilakukan pada 12 Rabiul Awwal 1345 atau 20 September 1926.
Kurikulum KMI (1936): Pada 19 Desember 1936, didirikan Kulliyatu-l-Muallimin al-Islamiyah (KMI), lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program 6 tahun setingkat menengah.
Perguruan Tinggi (1963): Perguruan Tinggi Darussalam (PTD) didirikan pada 17 November 1963, yang kini berkembang menjadi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
Perkembangan Saat Ini: Gontor terus berkembang dengan banyak cabang di seluruh Indonesia (Gontor Putra dan Putri) serta ribuan santri, menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam modern terkemuka.