21/01/2023
Salah satu standart ukur keberhasilan yang umum digunakan dalam komunitas peternak burung puyuh adalah berat telur yang berbobot. Artinya semakin berbobot ukuran telur puyuh, maka semakin mendekati kesuksesan beternak.
Apakah standart ini benar? Jawabannya “Iya”, dengan catatan rasio pakan yang diberikan sesuai dengan hasil telur yang didapatkan.
Bebebrapa pakar berbeda pendapat tentang standart rasio pakan dengan hasil yang didapatkan. Apakah itu ada pada angka 2.5, 2.8 dan lain-lain. Yang jelas, semakin rasionya turun maka akan semakin bagus.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: “jika menggunakan pakan jadi kemungkinan kita akan mendapatkan telur dengan bobot yang ideal, tapi bagaimana meningkatkan berat telur jika kita menggunakan pakan oplosan sendiri?”
Pada pertemuan kali ini Dunia Puyuh Akan membahas bagaimana cara meningkatkan berat telur dengan pakan hasil campuran sendiri.
1. Genetik
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang hal ini, saya ingin bertanya kepada sahabat Dunia Puyuh sekalian;”Apakah anda pernah mendengar istilah kacang biasa dan kacang hibrida? Apakah anda pernah mendengar ayam jawa, ayam bangkok dan ayam jawa super?”
Jika jawabannya adalah pernah, maka disanalah sebenarnya jawaban yang kita cari. Yup, Genetika.