12/02/2026
Logika matematika kita sederhana: Punya 100, dikasih orang 90, sisa 10. (Rugi d**g?)
Tapi logika Rasulullah ﷺ berbeda 180 derajat.
Dalam hadits shahih riwayat Tirmidzi, Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah menyembelih kambing dan membagikan hampir seluruh dagingnya. Yang tersisa di rumah cuma bagian bahu untuk dimakan keluarga.
Saat Nabi tanya: “Apa yang sisa?” Aisyah menjawab jujur: “Habis ya Rasulullah, sisa bahunya saja.”
Jawaban Nabi ﷺ sungguh menampar logika duniawi kita: “Bukan habis. Justru SEMUANYA TERSISA (menjadi pahala abadi), kecuali bahu ini (yang akan habis dimakan).”
Masya Allah. Akhi, Ukhti... Saat kita transfer uang untuk beli Hewan Qurban, syaitan membisikkan: “Uangmu berkurang! Saldomu turun! Rugi!”
Padahal hakikatnya, itulah satu-satunya harta yang BENAR-BENAR MENJADI MILIK KITA selamanya. Sementara uang yang masih mengendap di rekening? Itu belum tentu milik kita. Bisa jadi besok hilang, terpakai berobat, atau (maaf) jadi rebutan ahli waris saat kita tiada.
Qurban adalah cara cerdas mengabadikan harta. Jangan takut miskin karena memberi. Takutlah miskin karena menimbun yang fana.
Siap mengabadikan harta antum tahun ini? Komen “KUNCI” buat nyimpen deposito abadi antum.