03/12/2021
TEORI SL BIOLA (S*X LINKED) & CARA MUDAH MEMAHAMI OPALINE CHART
Teori SL Biola (S*x Linked Mutation In Opaline) adalah teori yang menjelaskan tentang bagaimana mutasi lovebird Biola diturunkan kepada anak dimana gen pembentuk fenotip terikat atau berada dalam kromosom jenis kelamin.
S*x Chromosom (kromosom penentu jenis kelamin) dalam dunia lovebird ada 2 macam yaitu kromosom Z dan kromosom W.
Pasangan homo zygot kromosom Z atau ditulis ZZ merupakan lambang kelamin untuk JANTAN.
Sedangkan heterozygot ZW merupakan lambang kelamin BETINA dalam burung lovebird.
Kaitan kromosom sebagai pembawa mutasi/adanya mutasi yang terkorelasi dengan jenis kelamin atau s*x, disebut dengan S*x Linked Mutation (Teori SL).
"Pengertian mutasi s*x link adalah mutasi yang terjadi pada sebuah individu dimana gen pembentuk fenotip mutasi berada dalam kromosom pembentuk kelamin, dalam hal ini mutasi autosomal resesif Biola yang terikat pada kromosom Z, sedangkan kromosom W bersifat netral."
S*X LINK BIOLA/S*X LINKED OPALINE/TEORI SL BIOLA
Lovebird Biola merupakan salah satu mutasi yang termasuk diantara beberapa mutasi yang terkait dengan jenis kelamin (s*x).
Gen pembawa mutasi terletak pada kromosom Z, sehingga pola penurunannya cenderung unik karena sebagian besar datang dari induk jantan (2), sedangkan induk betina hanya membawa 1. Simak ilustrasi gambar Teori SL Biola berikut :
Perkawinan Biola Jantan dengan Biola Betina
Dari masing-masing pasangan kromosom tersebut, apabila dikawinkan, maka setiap anak akan mengambil 1 kromosom induk jantan dan 1 kromosom induk betina, sehingga akan terjadi 4 kombinasi :
Anak 1 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 1 dan kromosom induk betina nomor 3 (berwujud Biola jantan).
Anak 2 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 1 dan kromosom induk betina nomor 4 (berwujud Biola betina).
Anak 3 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 2 dan kromosom induk betina nomor 3 (berwujud Biola jantan).
Anak 4 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 2 dan kromosom induk betina nomor 4 (berwujud Biola betina).
"100% anak akan berwujud Biola"
Perkawinan Biola Jantan Dengan Non Biola Betina
Anak 1 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 1 dan kromosom induk betina nomor 3 (berwujud non biola jantan namun membawa Split Biola).
Anak 2 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 1 dan kromosom induk betina nomor 4 (berwujud Biola betina).
Anak 3 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 2 dan kromosom induk betina nomor 3 (berwujud Non Biola jantan namun membawa Split Biola).
Anak 4 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 2 dan kromosom induk betina nomor 4 (berwujud Biola betina).
"100% anak betina akan berwujud Biola, sedangkan 100% anak jantan akan berwujud Non Biola namun membawa Split Biola di dalam gen"
Perkawinan Split Biola dengan Non Biola Betina
Anak 1 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 1 dan kromosom induk betina nomor 3 (berwujud Non Biola jantan tanpa membawa gen Biola).
Anak 2 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 1 dan kromosom induk betina nomor 4 (berwujud Non Biola betina).
Anak 3 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 2 dan kromosom induk betina nomor 3 (berwujud Non Biola jantan namun membawa Split Biola).
Anak 4 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 2 dan kromosom induk betina nomor 4 (berwujud Biola betina).
"Sehingga 25% dari anak adalah Non Biola jantan, 25% Non Biola betina, 25% Split Biola jantan, dan 25% Biola betina"
Perkawinan Split Biola dengan Biola Betina
Anak 1 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 1 dan kromosom induk betina nomor 3 (berwujud Non Biola jantan namun membawa Split Biola).
Anak 2 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 1 dan kromosom induk betina nomor 4 (berwujud Non Biola betina).
Anak 3 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 2 dan kromosom induk betina nomor 3 (berwujud Biola jantan).
Anak 4 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 2 dan kromosom induk betina nomor 4 (berwujud Biola betina).
"Sehingga 25% dari anak merupakan Non Biola namun membawa Split Biola, 25% betina Non Biola, 25% Biola jantan dan 25% Biola betina"
Perkawinan Non Biola Jantan dengan Biola Betina
Anak 1 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 1 dan kromosom induk betina nomor 3 (berwujud Split Biola jantan).
Anak 2 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 1 dan kromosom induk betina nomor 4 (berwujud Non Biola betina).
Anak 3 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 2 dan kromosom induk betina nomor 3 (berwujud Split Biola jantan).
Anak 4 : Mengambil kromosom induk jantan nomor 2 dan kromosom induk betina nomor 4 (berwujud Non Biola betina).
"Sehingga 100% dari anak berkelamin jantan merupakan Split Biola, sedangkan 100% anak betinanya adalah Non Biola"