10/09/2019
Ternyata Budidaya Cacing Tanah itu Gampang!
Sudah menjadi pengetahuan banyak orang bahwa hewan yang satu ini memiliki kelebihan berupa protein tinggi, dengan kadar protein yang lebih tinggi dari ikan tawar atau ikan laut. Ya, hewan yang dikelompokkan dalam jenis hewan melata ini banyak di lirik oleh mereka yang memerlukan sumber bahan berprotein tinggi. Sebut saja untuk keperluan pakan ternak, pakan ikan kerapu, pakan ikan sidat, pakan lobster, dan lain-lain.
Kondisi ini memunculkan pemikiran usaha membudidayakan cacing tanah merah, dengan maksud menjaga ketersediaan (stock). Pemikiran lain, jika kebutuhan cacing tanah merah disandarkan pada pencarian di alam seringkali menimbulkan masalah kelangkaan atau keterbatasan persediaan cacing tanah merah ini.
Seiring berjalannya waktu, teknik budidaya cacing tanah merah semakin menarik dengan mulai ditemukan alternatif dari diujicobanya beberapa alternatif pakan dan media yang digunakan untuk budidaya cacing tanah merah ini. Terutama para petani yang budidaya cacing tanah merah di daerah Malang Raya, yang menguji atau melakukan uji coba beberapa alternatif pakan dan media. Tercatat, limbah pabrik gula (blothong) adalah alternatif pakan cacing tanah merah yang sangat terjangkau (red : murah) dengan ketersediaan yang cukup.
Pun demikian dengan teknik budidayanya. Semula teknik budidaya cacing tanah merah lebih banyak menggunakan kolaman (lantai yang di batasi dengan tumpukan bata merah, tembok, atau semacamnya) atau menggunakan kotak-kotak kayu yang disusun pada rak-rak (bersusun). Setelah ditemukan alternatif pakan yang murah berupa limbah pabrik gula ini, ditemukan p**a tempat yang relatif lebih mempercepat perkembangan cacing tanah merah. Tempat yang di maksud adalah tanah pekarangan yang ditumbuhi tanaman berdaun. Di daerah Malang, tanah pekarangan yang di maksud adalah tanah yang ditanami pohon sengon laut (sengon basiah).