08/01/2016
BETERNAK AYAM BANGKOK DENGAN CEPAT
Beternak Ayam Bangkok dengan Cepat :
Memilih Ayam Bangkok kualitas terbaik
bukanlan suatu hal yang mudah untuk
dilakukan, terlebih lagi hal ini disebabkan
karena banyaknya ciri-ciri umum dan
khusus yang harus dipenuhi saat memilih
dan membeli Ayam Bangkok. Cara berternak
ayam bangkok sebanarnya sangatlah
mudah, yang perlu diperhatikan dalam
berternak ayam bangkok adalah pemilihan
induk bangkok yang bagus, baik induk
bangkok maupun pejantan bangkok. Untuk
menghasilkan peranakan bangkok yang
baik menurut Cara berternak ayam bangkok
sebaiknya dalam pengawinan induk dan
pejantan bangkok herus dalam keadaan
sehat, karena jika dalam pengawinan
tersebut salah satu diantaranya sakit atau
mempunyai kelainan, bisa menyebabkan
peranakan bangkog yang kurang bagus
atau masih mempunyai kelainan yang
menyerbabkan harga ayam tersebut
terpengaruh atau lebih murah.
BETERNAK AYAM BANGKOK DENGAN CEPAT
Cara berternak ayam bangkok di antaranya
adalah :
* Pilih induk bangkok yang baik dan sehat.
* Pilih Pejantan bangkok yang sehat dan
permainan tarungnya yang agus.
* Siapkan kandang umbaran, perkawinan di
kandang umbaran lebih baik dari pada di
kandang dodogkan. Karena proses
perkawinan lebih alami.
* Kandang anak ayam bangkok sebaiknya di
buat sebelum di kawinkan, agar saat
menetas nanti, anak ayam bangkok siap
dipindahkan.
* Pakan induk dan anak ayam
bangkok.Banyaknya jenis pakan ayam
bangkok, lebih baik baca dulu cara
pemberian pakan ayam bangkok sebelum di
praktekkan.
Untuk tambahan pengetahuan buat
pembaca artikel Cara berternak ayam
bangkok ini, perlu diketahui bahwa saat
ayam bangkok mulai mengengkrami
telurnya, sedikit penyiraman air ke induknya
saat mengengkrami membuat induk
bangkok tersebut mau kawin lagi. Jadi telur
yang dihasilkan dalam Cara berternak ayam
bangkok bisa lebih banyak. Hal itu dapat
dilakukan sampai 3 kali menurut Cara
berternak ayam bangkok, dengan catatan
tidak boleh berlebihan dalam melakukannya.
Karena akan membuat induk ayam tersebut
tidak mau mengengkrami telurnya. Jangan
lupa segera memindahkan atau mengambil
anak ayam tersebut dari induknya, supaya
induk ayam tersebut mau kawin lagi dan
mulai mengengkrami telur yang baru. Pakan
anak ayam bangkok menurut setelah
nenbaca Cara berternak ayam bangkok
tersebut juga perlu diperhatikan agar hasil
tarung ayam tersebut berani diadu atau
bernilai dalam aduan.
Cara Ternak Ayam Bangkok
Mengawinkan induk bukanlah pekerjaan
yang sulit, terutama bagi peternak yang
sudah berpengalaman. Hal yang sulit adalah
mencari bakal Pejantan dan Indukan yang
berkualitas tinggi. Mengawinkan induk bisa
dilakukan di kandang umbaran atau dengan
sistem kawin tembak (doddogan). Caranya
induk betina dipegangi, lalu induk jantan
akan mengawini si betina. Cara ini terkenal
paling efektif dan cepat menghasilkan
keturunan. Induk jantan yang baik biasanya
tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara
dogdogan. Jika induk jantan tidak mau
mengawini induk betina dengan cara
dogdogan, sebaiknya induk jantan dan
induk betina dikawinkan di dalam kandang
umbaran.
Satu ekor pejantan bisa mengawini 3-4
induk betina. Perkawinan juga bisa
dilakukan secara inseminasi buatan, tetapi
cara ini jarang dilakukan karena cara
perkawinan alamiah terhitung cukup
gampang dilakukan dan tidak perlu
mengeluarkan biaya khusus untuk membeli
peralatan inseminasi.
Induk yang telah dikawinkan akan bertelur
seminggu setelah dikawinkan. Induk betina
ayam bangkok bertelur terbatas, tidak lebih
dari 20 butir setiap periodenya. Hal ini
berbeda dengan ayam kampung yang bisa
bertelur sampai 40 butir untuk setiap
periode. Telur-telur tersebut bisa dierami
oleh induknya atau ditetaskan di dalam
mesin tetas. Untuk usaha skala kecil,
penetasan bisa dilakukan oleh induknya,
tetapi untuk usaha
berskala besar, terutama peternakan yang
menjual anakan (DOC), penetasan dengan
mesin tetas dapat mempercepat kapasitas
produksinya.
align="justify"> Anak ayam menetas setelah
dierami oleh induknya selama 21 hari atau
sama dengan penetasan menggunakan
mesin tetas. Anak ayam yang baru menetas
bisa ditempatkan dikandang postal setelah
berumur dua hari. Kandang postal anak
ayam dilengkapi dengan pemanas yang
berfungsi sebagai induk buatan. Satu hal
yang perlu diperhatikan dalam
mengawinkan ayam bangkok adalah tidak
mengawinkan saudara sekandung
(berinduk sama). Namun perkawinan antara
induk (F1) dan anak (F2) masih
diperkenankan. Begitu juga dengan
perkawinan antara induk (F1) dan cucu (F3).
Beberapa Ciri-Ciri penting Ayam Laga yaitu:
1. Batok kepala dan tulang alisnya tebal.
2. Bulu mengkilap dan kaku, terutama pada
bulu sayap dan ekor.
3. Kaki bersisik kasar, dengan bentuk dari
persegi empat sampai bulat.
4. Kepalanya berbentuk buah pinang.
5. Ketika berdiri, sikap badannya tegak.
6. Mata masuk ke dalam, sipit, dan jernih.
7. Kulit muka kasar, tebal dan berwarna
merah.
8. Paruh besar, kuat melengkung, beralur
mulai dari lubang hidung ke arah muka.
9. Lubang hidung agak ke depan.
10. Jari kaki panjang, kecil, kuat dan
susunan jarinya mekar.
11. Pandai memukul bagian vital lawan.
12. Pukulan keras dan akurat.
13. Semangat tarung tinggi.
14. Tulang-tulangnya kasar dan rapat.