Peternakan Sapi Premium "Damar Wulan" Kendal

Peternakan Sapi Premium "Damar Wulan" Kendal Kami menyediakan bibit sapi premium dg jenis sapi simental dan limosin , .. untuk hasil panen lebih cepat danlebih maksimal

SSing penting obah
20/07/2023

SSing penting obah

15/07/2023

Halo semuanya! 🌟 Anda bisa mendukung saya dengan mengirim Stars, itu membantu saya mendapatkan uang untuk terus membuat konten yang Anda sukai.

Setiap kali Anda melihat Stars, Anda bisa mengirimi saya Stars!

14/12/2021
10/12/2021

liburannya mbak ainMakasih buat kalian semua yang udah nyempetin nonton video kita ya guys. Jangan lupa like, comment jika kalian ada ide untuk kita, share u...

Sapi qurban
16/06/2021

Sapi qurban

20/05/2021

KABAR GEMBIRA UNTUK PETERNAK SAPI DI WILAYAH JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR ,

KAMI PETERNAKAN SAPI PREMIUM DAMAR WULAN KENDAL SUDAH MENJALIN KERJASAMA DENGAN RPH (RUMAH PEMOTONGAN HEWAN ) DKI DAN JAWABARAT UTK PENGADAAN SAPI PEDAGING ,

UNTUK ITU BAGI PARA PETERNAK YANG PUNYA SAPI BOBOT MINIMAL 500 KG PER EKOR BISA DI TAWARKAN KE KAMI ,

UTK HARGA FLUKTUATIF (NAIK TURUN) DAN PEMBAYARAN SESUAI KESEPAKATAN.

UNTUK INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI KAMI ,

24/12/2015

Meracik ramuan herbal sendiri untuk sapi dg cara fermentasi untuk menyempurnakan pencernaan pada sapi . Mudah murah sapi sehat dan mengurangi bau pada kotoran sapi .
Kalau beli pabrikan mahal brow

23/12/2015

menawarkan bahan pakan ternak dari bungkil kacang . ada yg minat ?

Mendapat nilai plus musim idul adha 2014
09/10/2014

Mendapat nilai plus musim idul adha 2014

25/09/2014

Menggarap Peluang Bisnis Penggemukan Sapi

Kunci majunya usaha penggemukan sapi adalah stabilnya pasokan sapi bakalan

Bisnis peternakan sapi mempunyai potensi yang besar dan peluangnya masih terbuka lebar, termasuk untuk bisnis turunan. Terlebih, konsumsi daging sapi di Indonesia masih sangat rendah yaitu kurang dari 2 kg/kapita/tahun.

Dengan permintaan daging sapi yang semakin tinggi dan populasi penduduk semakin meningkat memacu perkembangan bisnis sapi potong terutama penggemukkan (feedlot). Kondisi ini yang mendorong PT Catur Mitra Taruma (Taruma) yang berlokasi di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat untuk bergerak di bisnis ini.

Menurut Komisaris Utama Taruma, Abimanyu Suyoso kondisi ketersediaan bahan baku alami pakan sapi yang cukup mendorong pihaknya untuk berkecimpung di bidang penggemukan sapi potong.“Pelaku penggemukkan sapi modern yang relatif masih sedikit mendorong kami untuk terjun di bisnis ini,” ucap Abimanyu kepada TROBOS Livestock.

Ditambahkan Direktur Utama Taruma, Eri Ifyandri, sebagai perusahaan yang mulanya bergerak di perdagangan sapi ini akhirnya bisnisnya dialihkan ke penggemukkan sapi di 2010. Hal itu ditunjang dengan adanya ketentuan pemerintah yang membatasi berat sapi impor maksimum 350 kg sehingga perdagangan dan impor sapi siap potong tidak dimungkinkan lagi.

Syahban Sinuraya, Komisaris Taruma menimpali, sebagai kelengkapan utama di bisnis penggemukkan sapi potong, pihaknya menyiapkan kandang sendiri lengkap dengan sarana dan prasarana pendukung di lahan seluas 22 ha. Kelengkapan ini merujuk pada Peraturan Pemerintah yang hanya memberikan ijin impor sapi kepada perusahaan penggemukkan sapi (feedloter) yang mempunyai kandang dengan jumlah sesuai kapasitas kandang.

Sedangkan Djoko Suwono yang juga Komisaris Taruma menambahkan pada awalnya, feedlot yang dioperasikan Juni 2011 ini untuk kapasitas 3.000 ekor sapi eks impor. Pada Maret 2012 ditambah kandang dengan kapasitas 1.200 ekor yang khusus untuk sapi lokal.

Indikator Keberhasilan
Perusahaan yang didirikan oleh para pensiunan pegawai BUMN ini membuat berbagai indikator untuk menilai keberhasilan usahanya. Untuk menilai perkembangan usaha feedlot–nyadengan mengukur dari jumlah sapi, nilai margin pakan (ADG (Average Daily Gain/pertambahan bobot badan harian) – pakan), kualitas sapi potong, dan selisih harga jual beli.”Untuk mencapai target, jumlah stok sapi harus lebih dari 3.000 ekor, nilai margin pakan lebih dari Rp 26.000/hari/ekor, ADG minimum untuk sapi impor BX lebih dari 1,5 kg/hari/ekor sedang untuk sapi lokal lebih dari 1,3 kg/hari/ekor,” jelas Eri.

Eri melanjutkan, saat ini, ada sekitar 4.000 ekor yang mengisi kandang Taruma. Sapi lokal 1.200 ekor dan sapi eks impor 2.800 ekor. “Untuk penggemukan sapi umumnya dilakukan selama 4 bulan. Namun target bobot badan sudah bisa dicapai dalam waktu 100 hari. Sedangkan penjualan dilakukan ketika harga sapi sedang bagus,” urainya.

Djoko menambahkan, keuntungan penggemukan sapi potong juga dihitung dari harga jual selisih harga beli. “Selisih untuk sapi impor tidak boleh kurang atau sama dengan Rp 10.000/kg sedang sapi lokal tidak boleh kurang atau sama dengan Rp 500/kg. Kualitas sapi siap potong juga ditentukan dari presentase karkas, meat bone ratio, dan kualitas daging,” tandasnya.

Meski fokus ke penggemukan dan perdagangan sapi, Taruma berniat menjual pakan.Pasalnya, dari kapasitasproduksi pabrik pakan yang mencapai 150 ton per haribaru dimanfaatkan 40 ton per hari untuk populasi 4.000 ekor sapi sehingga sisanya masih banyak. Adapun komposisi pakan yang diberikan adalah 80% konsentrat dan 20% hijauan.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi September 2013

15/09/2014
Sistem Pencernaan pada Ruminansia Ruminansia adalah kelompok hewan mamalia yang bisa memah (memakan) dua kali sehingga k...
22/08/2014

Sistem Pencernaan pada Ruminansia



Ruminansia adalah kelompok hewan mamalia yang bisa memah (memakan) dua kali sehingga kelompok hewan tersebut dikenal uga sebagai hewan memamah biak.



Dalam sistem klasifikasi, manusia dan hewan ruminansia pada umumnya mempunyai kesamaan ciri dari sistem pencernaan hewan ruminansia dan manusia. Seperti halnya pada manusia, hewan ruminansia memiliki seperangkat alat pencernaan seperti rongga mulut (gigi) pada hewan ruminansia terdapat gigi gerahan yang besar yang berfungsi untuk menggiling dan menggilas serta mengunyah rerumputan yang mengandung selulosa yang sulit dicerna. Selain rongga mulut hewan ruminansia memiliki persamaan dalam alat pencernaan yaitu esophagus, lambung dan usus. Yang membedakan hewan ruminansia dan manusia yaitu susunan dan fungsi alat pencernaan , terutama susunan dan fungsi dari gigi dan lambung.



Lambung hewan ruminansia terdiri atas lambung pengunyah, yaitu rumen (perut besar) dan retikilum(perut gala), serta lambung kelenjar yaitu omasum ( perut lutab) danabomasums (perut masam). Abomasum merupakan lambung sesungguhnya yang juga dimiliki mamalia lainnya.



Proses Pencernaan Ruminansia tergolong unik karena melibatkan bagian yang tidak dimiliki hewan lain selain ruminansia, yaitu rumen. Fungsi rumen itu sendiri adalah sebagai penampung sementara makanan setelah ditelan hewan.



Setelah makanan dikunyah di mulut, maka akan ditampung sementara di rumen yang kemudian akan terjadi fermentasi selulosa oleh enzim selulase. Setelah melewati rumen, maka siklus makanan tersebut akan melanjut ke retikulum. Pada retikulum inilah makanan dibentuk menjadi gumpalan yang masih kasar.



Kemudian, setelah jadi gumpalan ternyata yang terjadi bukan langsung melanjut ke bagian berikutnya, tapi dimuntahkan dulu ke mulut untuk dikunyah lagi. Setelah terjadi proses pengunyahan yang kedua kalinya itu, maka makanan akan melanjut ke retikulum. Setelah melewati proses tersebut, siklus makanan melanjut lagi menuju omasum dan abomasum.



Bakteri rumen akan menghasilkan suatu enzim yang disebut selulase yang bertugas merombak selulosa menjadi asam lemak. Akan tetapi, dalam lingkungan abomasum yang bersifat asam bakteri tidak dapat bertahan hidup, akibatnya bakteri ini akan mati, kemudian akan dicerna untuk menjadi sumber protein bagi hewan ruminansia. Dengan demikian, hewan ini tidak memerlukan asam amino esensial seperti pada manusia. Asam lemak serta protein inilah yang menjadi bahan baku pembentukkan susu pada sapi.



Sekum pada ruminansia lebih besar dibandingkan dengan sekum karnivora. Hal ini disebabkan karena makanan hewan hewan pemakan tumbuhan bervolume besar dan proses pencernaannya berat, sedangkan pada karnivora volume makanannya kecil dan percernaan berlangsung dengan cepat.



Usus pada sapi sangat panjang, usus halusnya bisa mencapai 4 meter. Hal ini dipengaruhi oleh makanannya yang sebagian besar terdiri dari serat (selulosa) enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri ini tidak hanya berfungsi untuk mencerna selulosa menjadi asam lemak, tetapi juga dapat menghasilkan bio gas yang berupa CH4 yang dapat digunakan sebagai sumber energy alternatif.

Address

Weleri/Kendal
Kendal
51354

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Peternakan Sapi Premium "Damar Wulan" Kendal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category