09/01/2026
PARADIGMA YANG KELIRU ❌
Selama ini banyak yang percaya:
👉 “Harga kambing merosot disebabkan karena munculnya peternak besar.”
Padahal, ini salah besar.
Peternak besar punya SOP.
Peternak besar pasti menghitung HPP (Harga Pokok Produksi).
Peternak besar tidak mungkin menjual di bawah biaya produksi, karena itu sama saja bunuh diri usaha.
Lalu, siapa sebenarnya penyebab harga kambing terus turun?
Ironisnya, jawabannya datang dari peternak "tradisional" itu sendiri.
Kenapa bisa begitu?
1️⃣ Banyak peternak "tradisional" tidak menghitung biaya produksi.
Waktu dan tenaga mencari pakan di alam dianggap “gratis”.
Padahal, itu biaya paling mahal yang tidak pernah dicatat.
Akibatnya?
👉 Mereka sendiri tidak tahu harga yang layak untuk kambingnya.
2️⃣ Tidak ada pola penjualan yang jelas.
Kambing dijual saat:
▪️kepepet
▪️terdesak kebutuhan
▪️butuh uang cepat
Di momen inilah tengkulak masuk.
Harga ditekan serendah-rendahnya.
Dan karena terdesak… kambing pun dilepas murah.
Masalahnya, ini bukan terjadi satu dua kali, tapi masif.
Dan ketika terjadi terus-menerus, harga pasar ikut turun.
📌 Jadi pertanyaannya sekarang:
Apakah kita masih mau terus menyalahkan “peternak besar”,
atau mulai jujur mengevaluasi cara beternak kita sendiri?
💬 Setuju atau tidak?
Tulis pendapatmu di kolom komentar.
🔁 Kalau ini relevan dengan kondisi di daerahmu, silakan share — biar diskusinya makin luas.