18/04/2016
wisecrack social commentary on inside out the movies are freakin nice
kita hidup dalam masyarakat neoliberal dimana kita dipaksa untuk bahagia, kesedihan dan desperasi diperlakukan sebagai penyakit, gangguan mental yg harus disembuhkan, abnormalitas, jika kamu tidak bahagia dengan hidupmu, maka PASTI ada yang salah dengan dirimu, dan hanya pada dirimu, masalahnya selalu internal dan didalam diri, tak peduli kamu hidup menyedihkan bekerja 60 jam seminggu dan digaji super minimum, merasa impoten dan kalah karena tidak fit-in dengan masyarakat yang mengagungkan norma2 eksepsionalisme dan mengutuki mediokrasi, tak peduli kamu hidup dalam kemiskinan ekstrim dengan penghasilan dibawah 20rb per hari, hidupmu harus selalu menyenangkan dan bahagia !
kita dipaksa menyalahkan diri sendiri ketika hidup dengan tak bahagia, "mungkin kurang piknik", "mungkin kurang bersyukur", "mungkin lebay dan drama" alih2 mempertanyakan kondisi sekitarmu, masyarakat dimana kau hidup, sistem. kesedihan menjadi tabu dan nista, industri mereproduksi kebahagiaan dengan komoditas2 untuk dikonsumsi, sebagai o***m dari kemalangan hidup, farmasi dan medis selalu ada untuk merehabilitasi manusia dari rasa malangnya. pada akhirnya, kita juga dipaksa menyalahkan orang lain yang merasai ketidakbahagiaan hidupnya, inilah mengapa manusia modern begitu jijik pada protes, pada kritik akan dunia.
ironisnya, kesedihan hidup dalam masyarakat neoliberal diproduksi oleh dirinya sendiri, segala kemalangan manusia modern disebabkan oleh masyarakat yang pada saat yang sama memaksakan nilai2 kebahagiaan padamu. masyarakat fasis yang senang. dus bahagia menjadi arbitrasi.
what an evil world we live in