03/05/2019
Ciblek ilegal dari Sumatra
Ciblek adalah sejenis burung pengicau dari suku Cisticolidae (pada banyak buku masih dimasukkan ke dalam suku Sylviidae). Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai "bar-winged Prinia" .
merujuk pada dua garis putih pada setiap sayapnya. Nama ilmiahnya adalah Prinia familiaris Horsfield, 1821.
CIRI CIRI
Burung kecil ramping, dengan panjang total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 13 cm. Hampir seluruh sisi atas badan berwarna coklat hijau-zaitun. Tenggorokan dan dada putih, perut dan pantat kekuningan. Sisi dada dan paha keabu-abuan. Ciri khasnya sayap dengan dua garis putih, serta ekor panjang dengan ujung berwarna hitam dan putih.
Paruh panjang runcing, sebelah atas berwarna kehitaman dan sebelah bawah kekuningan. Kaki langsing dan rapuh berwarna coklat kemerahan atau merah jambu.
Kebiasaan dan penyebaran
Burung yang ramai dan lincah, yang sering ditemui di tempat terbuka atau daerah bersemak di taman, pekarangan, tepi sawah, hutan sekunder, hingga ke hutan bakau. Juga kerap teramati di perkebunan teh. Dua atau tiga ekor, atau lebih, kerap terlihat berkejaran sementara mencari makanan di antara semak-semak, sambil berbunyi-bunyi keras cwuit-cwuit-cwuit.. ciblek-ciblek-ciblek-ciblek.. ! Ekor yang tipis digerakkan ke atas saat berkicau.
Mencari mangsanya yang berupa aneka serangga dan ulat. Ciblek berburu mulai dari permukaan tanah hingga tajuk pepohonan. Burung ini membuat sarangnya di rerumputan atau semak-semak hingga ketinggian sekitar 1,5 m di atas tanah. Sarang berbentuk bola kecil dianyam dari rerumputan dan serat tumbuhan.
Ciblek adalah burung endemik dan menyebar di wilayah Sumatra, Jawa dan Bali.
Ciblek di alam liar di pulau Jawa burung ini dipastikan "musnah"
Di Sumatra tidak jarang sampai ketinggian 900 m dpl, sedangkan di Jawa dan Bali umum sampai ketinggian 1.500 m dpl.
dan
Sebelum tahun 1990-an, burung ini boleh dibilang tidak memiliki nilai ekonomi.
Setelah tahun-tahun itu, burung ini mulai diburu orang untuk diperdagangkan terutama di Jawa..
Burung ciblek ini mudah dan dalam pemeliharaan, terutama apabila yang ditangkap adalah burung dewasa. Belum lagi jika pemeliharanya tidak berpengalaman. Namun ini agaknya tidak menyurutkan minat para penangkap burung untuk terus memburunya. Sampai sekarang, burung ini masih sulit untuk dibiakkan.
Eksploitasi yang berlebihan berbahaya bagi populasi ciblek.
Jantan dibedakan dari betina dengan ukuran tubuhnya yang lebih besar dan aktif berkicau. Ekor lebih panjang dan warna sayap yang lebih gelap.
Juga bisa dibedakan dari warna paruh bagian bawahnya :
- Paruh bawah berwarna putih pucat adalah betina
- Paruh bawah berwarna putih dengan ujung hitam adalah burung jantan muda
- Paruh bawah berwarna hitam menyeluruh adalah burung jantan dewasa
Bila masih muda dapat dibedakan melalui kuku jari
- Kuku jari kaki yang berwarna kusam adalah burung jantan
- Kuku jari kaki bersih adalah burung betina
- Dari bandara pesawat udara di Sumatra.
- Melalui pelabuhan kapal laut.
Dari Sumatra melalui bis antar kota, antar propinsi untuk menuju pulau Jawa. Pelabuhan Bakauheni dan pelabuhan merak awal masuknya ke pulau jawa. Biasanya singgah di kemudian di distribusikan ke kota kota lain di pulau Jawa melalui iklan gratis atau group group di Facebook
10 tahun lagi ciblek jadi hewan langka di dunia.
Siapa yang bertanggung jawab akan hal ini???