19/12/2013
“ULAR MATI KARNA KEMARAHANNYA“
Janganlah lekas2 marah dalam hati,karena amarah menetap dalam dada orang bodoh
Seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di sore hari. Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan dan tidak merapikannya.Nah ketika ular itu masuk ke sana, secara kebetulan ia merayap di atas gergaji.Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali. Serangan yang bertubi-tubi menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.Marah dan putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya. Ia pun lalu membelit kuat gergaji itu. Belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka amat parah.Dan akhirnya ular itupun mati.
Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular di sebelah gergaji kesayangannya.
Kadangkala di saat marah, kita ingin melukai orang lain. Setelah semua berlalu, kita baru menyadari bahwa yang terlukai sebenarnya adalah diri kita sendiri.
Banyaknya perkataan yg terucap dan tindakan yg dilakukan saat amarah menguasai, sebanyak itu p**a kt melukai diri sendiri.
”Orang yang tak berpengalaman mendapat kebodohan, tetapi orang yg bijak bermahkotakan pengetahuan.”
Tak ada musuh yg tak dapat di taklukkan oleh cinta kasih.
Tak ada permusuhan yg tak dapat dimaafkan oleh ketulusan hati.
Tak ada kesulitan yg tak dapat di pecahkan oleh ketekunan berusaha.
”Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.”
”Bicaralah dgn bahasa hati, maka segera akan sampai ke hati p**a.”.