21/02/2018
Kasihan Lahir Tanpa Zubur
Kitten jantumur 2 minggu pada gambar di atas dibawa oleh pemiliknya ke klinik kami dengan keluhan perut makin membesar, setelah kami periksa kucing tersebut terindikasi tidak memiliki lubang a**s.
Penegakan diangnosa
Diperlukan pencitraan gambar xray/rongent untuk menentukan tipe atresia ani sebelum melanjutkan ke tahapan operasi. Pemberian barium (kontras) akan menentukan lebih jelas letak dan kondisinya.
Kitten di atas terdiagnosa Atresia Ani Tipe 1
Anestesi Operasi
Pemberian Premedikasi, Induksi dan Pemasangan ETT serta dilanjutkan dengan Pemberian Gas Anestesi Isofluran (Anestesi/ Bius Paling Aman Jaman Now!) Selanjutkan kami lakukan operasi Kolostomi (pembuatan lubang a**s) sampai selesai dengan memastikan BAB keluar setelah operasi selesai (masih di atas meja operasi)
Pasca Operasi
Pemberian Antibiotik, Analgesik dan salap antibiotik topikal untuk merawat luka. luka bekas operasi harus dijaga tetap steril selama masa pemyembuhan, luka tersebut akan sering terkena BAB. Lap basah steril diperlukan.
Penyebab dan Tipe-tipe Atresia Ani
Atresia ani adalah malformasi kongenital yang jarang terjadi pada saluran pencernaan bawah kucing, memiliki beberapa variasi anatomis:
Tipe I atresia, di mana rektum (a**s) berakhir buntu.
tipe II, di mana kantong rektal berakhir lebih jauh secara kranial ke membran di atas a**s
tipe III dimana rektum dan a**s normal tapi ada atresia dubur ke kanal pelvis
tipe IV pada betina, di mana fistula menghubungkan saluran urogenital dan anorektum dapat menyebabkan atresia ani
Semua kasus kucing yang dilaporkan dalam literatur dikaitkan dengan fistula urethrorectal atau rectovaginal.
Griseofulvin telah dilaporkan sebagai penyebab atresia saat diberikan pada Indukan Bunting dan mungkin ada kecenderungan terjadinya gangguan perkembangan pada janin kucing
Pengobatan
Operasi kolostomi (lubang a**s) atau jejunostomi, yang dapat dilakukan sebagai solusi sementara atau permanen. Komplikasi kolostomi dan jejunostomi meliputi dermatitis peristomal dan peritonitis yang terkait dengan kebocoran bahan tinja ke perut.