23/10/2026
Satu Tempe, Dua Persepsi: Ketika Culture Shock Terjadi di Dapur
Pengalaman tinggal 7 tahun di Jawa Timur ( Surabaya, Batu & Malang) mengajarkan saya banyak hal tentang kekayaan fermentasi tradisional. Salah satunya tempe semengit—tempe yang sengaja diproses lewat titik fermentasi biasa untuk menghasilkan aroma dan rasa gurih yang khas di masakan seperti lodeh.
Namun, dalam perspektif budaya Sunda yang sangat mengagungkan kesegaran (freshness), aroma ini sering kali disalahartikan sebagai bahan yang sudah tidak layak konsumsi. Bahkan pernah ada kejadian unik sekaligus dramatis di mana olahan ini dikira sebagai tindakan berbahaya!
Dari sini saya makin sadar, perbedaan latar belakang dan budaya kuliner di dalam tim itu nyata. Apa yang menurut kita standar kelezatan, bisa jadi hal yang aneh buat orang lain kalau tidak ada edukasi dan pemahaman yang sama.
Pernah punya pengalaman culture shock soal makanan yang ekstrem juga ga di tempat kalian? Coba cerita di kolom komentar! 👇