04/10/2014
Pada cuaca yg panas ini kita sering menemukan rambut kucing atau anjing kita rontok dimana - mana.
yuk cari tau apa aja si penyebab dari kerontokan bulu itu?
Rontok normal
Umumnya kucing mengalami
kerontokan bulu setidaknya sekali
setahun yang kemudian diikuti
pertumbuhan bulu baru. Beberapa
kucing mengalami kerontokan 2 atau
beberapa kali setahun dengan
jumlah yang tidak terlalu banyak.
Kerontokan yang tidak terlalu banyak
juga terjadi pada kucing betina
secara periodik sesuai siklus
reproduksi kucing.
Kekurangan nutrisi
Anak kucing memerlukan makanan
dengan kandungan protein minimal
30 %, sedangkan kucing dewasa
25-30 %. Selain itu juga memerlukan
berbagai vitamin dan nutrisi lain
agar tetap sehat dan keadaan kulit
dan bulu juga tetap optimal.
Makanan kucing komersial yang
relatif murah biasanya mempunyai
kanduingan protein yang rendah dan
tidak mengandung berbagai vitamin
dan nutrisi tambahan yang
diperlukan kucing. Solusinya ganti
atau campur dengan makanan yang
lengkap dan seimbang nutrisinya
(balanced & complete nutrition).
Vitamin yang berhubungan erat
dengan perkembangan bulu adalah
vitamin A dan E.
Kelebihan vitamin/
ketidakseimbangan nutrisi
Sepertihalnya kekurangan vitamin,
kelebihan vitamin juga dapat
menyebabkan bulu rontok dan kulit
kering, berkerak dan mengelupas.
Suhu kandang/tempat tinggal
terlalu panas
Fungsi kulit dan bulu adalah untuk
melindungi badan dari berbagai
pengaruh lingkungan dan penyakit.
Kulit dan bulu juga berusaha
mengatur suhu tubuh dalam batas
tertentu. Pada tempat beriklim
dingin bulu akan terangsang untuk
tumbuh lebih tebal dan panjang
karena berfungsi mencegah
hilangnya panas dari tubuh.
Sebaliknya kucing cenderung
merontokkan bulunya sendiri bila
lingkungan tempat tinggalnya terlalu
panas. Tempatkanlah kucing
ditempat yang sejuk, kering dan
bersih dengan sirkulasi udara yang
lancar.
Shampoo & Mandi
Shampoo yang tidak sesuai untuk
kucing baik dari segi kandungan dan
derajat keasaman (ph) dapat
menyebabkan kerontokan. Beberapa
shampoo yang banyak busanya
mempunyai kandungan deterjen
yang cukup tinggi yang dapat
mengiritasi kulit dan menyebabkan
kerontokan. Frekuensi mandi yang
terlalu sering dapat mempengaruhi
kelembaban normal kulit & bulu
kucing. Kelembaban yang berlebihan
dapat menjadi tempat yang sesuai
bagi berkembangnya jamur.
Sebaliknya kelembaban yang rendah
membuat kulit dan bulu kering danu
rapuh. Pembilasan dan pengeringan
yang sempurna juga dapat membuat
kulit iritasi dan bulu rontok.
Kutu/Pinjal (flea)
Gigitan pinjal dapat menimbulkan
kemerahan, bengkak dan radang
ringan disekitar gigitan. Bila
jumlahnya banyak, reaksi alergi dan
radang pada kulit semakin
meningkat, akibatnya akan
mempertinggi resiko kerontokan bulu
yang tumbuh di atas kulit tersebut
Lihat juga : kutu kucing untuk
mengetahui lebih banya mengenai
kutu kucing dan cara mengatasinya
Tungau (mites)
Kebanyakan tungau hidup dengan
menghisap cairan tubuh yang
terdapat dikulit, sehingga akhirnya
kulit mati dan kering akibat
kekurangan cairan dan nutrisi.
Tungau seperti demodex dan scabies
sering menyerang kucing. Mahluk ini
hidup dan tinggal di bawah kulit
dalam lubang dan terowongan yang
digalinya sendiri. Reaksi alergi dan
radang yang muncul juga dapat
memperparah kerusakan kulit dan bul
Jamur (fungus/mold)
Indonesia yang berada di daerah
tropis dengan kelembaban tinggi
merupakan daerah yang cocok bagi
tumbuhnya berbagai jenis jamur.
Bulu tebal dan panjang pada kucing
juga menciptakan tempat yang cocok
bagi tumbuhnya jamur. Salah satu
penyakit kulit yang sering disebut
Ringworm juga disebabkan oleh
jamur. Selain menyerang kucing &
anjing, penyakit ini juga dapat
menyerang manusia dan
menyebabkan gatal-gatal serta
kemerahan pada kulit.
Gangguan hormon
Gangguan pada produksi beberapa
hormon juga dapat mempengaruhi
keadaan kulit dan bulu. Salah satu
yang paling jelas adalah kebotakan
yang bersifat simetris pada kedua
sisi tubuh akibat gangguan pada
hormon adrenal
Alergi
Alergi dapat disebabkan oleh
berbagai hal seperti gigitan kutu,
makanan, vaksin dan obat-obatan,
rumput atau tanaman lain, plastik,
dll. Pemecahan masalah alergi relatif
mudah yaitu dengan pemberian
antihistamin dan menghindarkan
kontak dengan bahan penyebab
alergi, yang sulit adalah mencari dan
mengidentifikasi bahan penyebab
alerginya.
Obat-obatan
Obat-obatan anti kanker pada saat
menjalani kemoterapi juga dapat
menyebabkan bulu rontok. Suntikan
beberapa jenis obat dapat
menyebabkan kerontokan disekitar
tempat suntikan. Bulu biasanya
akan tumbuh kembali setelah efek
obat habis.
Gangguan kekebalan
Kerontokan bulu juga terjadi pada
beberapa penyakit gangguan
kekebalan tubuh seperti autoimun.