P.Juma'in Nasa

P.Juma'in Nasa Sukses Bersama Natural Nusantara

Tips Singkong Berumbi Besar dan BanyakBanyak petani singkong mengharapkan dan ingin mendapatkan hasil panen yang berlimp...
11/07/2018

Tips Singkong Berumbi Besar dan Banyak
Banyak petani singkong mengharapkan dan ingin mendapatkan hasil panen yang berlimpah. Jelas faktor pupuk yang mendominasi tentang hal ini. Namun ada hal teknis lain yag membantu agar calon calon umbi bertambah dan membesar apa saja itu...?

Hal yang perlu dilakukan adalah :

Membuat bumbunan yang agak tinggi, ini membantu umbi akar membesar dan mudah dicabut.
Bibit agak panjang , 25 cm, dengan 2/3 nya masuk kedalam tanah.
Gores sedikit dibawah mata bibit, untuk membuat calon akar/umbi, menjadi berkembang dan banyak.
Rendam dengan larutan HORMONIK , 1 tutup HORMONIK dalam 5 liter air
Tanam saat musim hujan seperti saat ini.
Perhatikan Jarak Tanam, jangan terlalu mepet.
Pupuknya, Makro, SUPERNASA, POC NASA juga HORMONIK.
Mudah mudahan tips ini bisa membantu untuk perbanyak umbi dan calon umbi, jangan lupa diberi pupuk NPK ya, kadang ada yang tanam singkong, ya tancap aja, pupuknya ketinggalan.

SALAM SINGKONG

TEKNIS BUDIDAYA TERONGPENDAHULUANProspek budidaya tanaman terong makin baik untuk dikelola secara intensif dan komersial...
26/11/2017

TEKNIS BUDIDAYA TERONG

PENDAHULUAN
Prospek budidaya tanaman terong makin baik untuk dikelola secara intensif dan komersial dalam skala agribisnis, namun hasil rata-ratanya masih rendah. Hal ini disebabkan bentuk kultur budidaya yang masih sampingan, belum memadainya informasi teknik budidaya di tingkat petani.
PT. Natural Nusantara berusaha memberi alternatife solusi bagaimana teknik budidaya terong sehingga tercapai peningkatan produksi secara K-3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

SYARAT TUMBUH
- Dapat tumbuh di dataran rendah tinggi
- Suhu udara 22 - 30o C
- Jenis tanah yang paling baik, jenis lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan drainase baik dan pH antara 6,8-7,3
- Sinar matahari harus cukup
- Cocok ditanam musim kemarau

PEMBIBITAN
- Rendamlah benih dalam air hangat kuku + POC NASA dosis 2 cc per liter selama 10 -15 menit
- Bungkuslah benih dalam gulungan kain basah untuk diperam selama + 24 jam hingga nampak mulai berkecambah
- Sebarkan benih di atas bedengan persemaian menurut barisan, jarak antar barisan 10-15 cm
- Campurkan 1 pak Natural GLIO + 25-30 kg pupuk kandang halus diamkan seminggu, kemudian masukkan benih satu persatu ke polibag yang telah berisi campuran tanah dan pupuk kandang halus yang telah dicampur Natural GLIO tadi dengan perbandingan 2 : 1
- Tutup benih tersebut dengan tanah tipis
- Permukaan bedengan yang telah disemai benih ditutup dengan daun pisang
- Setelah benih tampak berkecambah muncul, buka penutupnya
- Siram persemaian pagi dan sore hari
- Semprot POC NASA dosis 2-3 tutup per tangki setiap 7-10 hari sekali
- Perhatikan serangan hama dan penyakit sejak di pembibitan
- Bibit berumur 1-1,5 bulan atau berdaun empat helai siap dipindahtanamkan

PENGOLAHAN LAHAN
- Bersihkan rumput liar (gulma) dari sekitar kebun
- Olah tanah dengan cangkul ataupun bajak sedalam 30-40 cm hingga gembur
- Buat bedengan selebar 100-120 cm, jarak antar bedengan 40-60 cm, ratakan permukaan bedengan
- Jika pH tanah rendah, tambahkan Dolomit
- Sebarkan pupuk kandang 15-20 ton / ha, campurkan merata dengan tanah. Akan lebih optimal jika ditambah SUPERNASA atau jika tidak ada pupuk kandang dapat diganti SUPERNASA 10-20 botol / ha dengan cara :
Alternatif 1 : satu botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 lt air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk untuk menyiram bedengan
Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 liter air diberi 1 sendok peres makan SUPERNASA untuk menyiram + 10 m bedengan

- Sebarkan pupuk dasar dengan campuran ZA atau Urea 150 kg + TSP 250 kg per ha dicampur dengan tanah secara merata atau sekitar 10 gr campuran pupuk per lubang tanam
- Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang 25-50 kg merata ke bedengan atau ke lubang tanam
- Jika pakai Mulsa plastic, tutup bedengan pada siang hari
- Biarkan selama seminggu sebelum tanam
- Buat lubang tanam dengan jarak 60x70 cm / 70x70 cm

PENANAMAN
- Waktu tanam yang baik musim kering
- Pilih bibit yang tumbuh subur dan normal
- Tanam bibit di lubang tanam secara tegak lalu tanah di sekitar batang dipadatkan
- Siram lubang tanam yang telah ditanami hingga cukup basah (lembab)

PENGAIRAN
Dilakukan rutin tiap hari, terutama pada fase awal pertumbuhan dan cuaca kering, dapat di-leb atau disiram dengan gembor

PENYULAMAN
- Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama penyakit
- Penyulaman maksimal umur 15 hari

PEMASANGAN AJIR (TURUS)
- Lakukan seawal mungkin agar tidak mengganggu (merusak) sistem perakaran
- Turus terbuat dari bilah bambu setinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm
- Tancapkan secara individu dekat batang
- Ikat batang atau cabang terong pada turus

PENYIANGAN
- Rumput liar atau gulma di sekitar tanaman disiangi atau dicabut
- Penyiangan dilakukan pada umur 15 hari dan 60-75 hari setelah tanam

PEMUPUKAN
Jenis dan Dosis Pupuk Makro disesuaikan dengan jenis tanah, varietas dan kondisi daerah menurut acuan dinas pertanian setempat. Berikut salah satu alternatif :
Jenis Pupuk Pemupukan Susulan (kg/ha)
Umur 15 hari Umur 25 hari Umur 35 hari Umur 45 hari
Urea 75 75 75 75
SP-36 50 - - -
KCl - 75 100 75

Pemupukan diletakan sejauh 20 cm dari batang tanaman sebanyak 10 gram campuran pupuk per tanaman secara tugal atau larikan ditutup tanah dan disiram atau pupuk dikocorkan sebanyak 3,5 gram per liter air, kocorkan larutan pupuk sebanyak 250 cc per tanaman
Semprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 1-2 minggu sekali

PEMANGKASAN ( PEREMPELAN )
Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT

H A M A
1. Kumbang Daun (Epilachna spp.)
Gejala serangan adanya bekas gigitan pada permukaan daun sebelah bawah
Bila serangan berat dapat merusak semua jaringan daun dan tinggal tulang-tulang daun saja
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan kumbang, atur waktu tanam, pencegahan dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali.

2. Kutu Daun (Aphis spp.)
Menyerang dengan cara mengisap cairan sel, terutama pada bagian pucuk atau daun-daun masih muda
Daun tidak normal, keriput atau keriting atau menggulung
Sebagai vektor atau perantara virus
Cara pengendalian; mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, pencegahan semprot PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR setiap 1-2 minggu sekali.

3.Tungau ( Tetranynichus spp.)
Serangan hebat musim kemarau.
Menyerang dengan cara mengisap cairan sel tanaman, sehingga menimbulkan gejala bintik-bintik merah sampai kecoklat-coklatan atau hitam pada permukaan daun sebelah atas ataupun bawah.
Cara pengendalian sama seperti pada pengen dalian kutu daun.

4. Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn.)
Bersifat polifag, aktif senja atau malam hari
Menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda, sehingga terkulai dan roboh
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan ulat, pencegahan siram atau semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810.

5.Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.)
Bersifat polifag.
Menyerang dengan cara merusak (memakan) daun hingga berlubang-lubang.
Cara pengendalian; mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, semprot dengan Natural VITURA.

6.Ulat Buah ( Helicoverpa armigera Hubn.)
Bersifat polifag, menyerang buah dengan cara menggigit dan melubanginya, sehingga bentuk buah tidak normal, dan mudah terserang penyakit busuk buah.
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan buah terserang, lakukan pergiliran tanaman dan waktu tanam sanitasi kebun, pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali

PENYAKIT
1. Layu Bakteri
Penyebab : bakteri Pseudomonas solanacearum
Bisa hidup lama dalam tanah
Serangan hebat pada temperatur cukup tinggi
Gejala serangan terjadi kelayuan seluruh tanaman secara mendadak

2. Busuk Buah
Penyebab : jamur Phytophthora sp., Phomopsis vexans, Phytium sp.
Gejala serangan adanya bercak-bercak coklat kebasahan pada buah sehingga buah busuk.

3. Bercak Daun
Penyebab : jamur Cercospora sp, Alternaria solani, Botrytis cinerea
Gejala bercak-bercak kelabu-kecoklatan atau hitam pada daun.

4. Antraknose
Penyebab : jamur Gloesporium melongena
Gejala bercak-bercak melekuk dan bulat pada buah lalu membesar berwarna coklat dengan titik-titik hitam

5.Busuk Leher akar
Penyebab ; Sclerotium rolfsii
Gejala pangkal batang membusuk berwarna coklat

6.Rebah Semai
Penyebab : Jamur Rhizoctonia solani dan Pythium spp.
Gejala batang bibit muda kebasah-basahan, mengkerut dan akhirnya roboh dan mati
Cara pengendalian Penyakit:
Tanam varietas tahan, atur jarak tanam dan pergiliran tanaman, perbaikan drainase, atur kelembaban dengan jarak tanam agak lebar, cabut dan buang tanaman sakit Rendam benih dengan POC NASA dosis 2 cc / lt + Natural GLIO dosis 1 gr/lt, Pencegahan sebarkan Natural GLIO yang telah dicampur pupuk kandang sebelum tanam ke lubang tanam.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki

PEMANENAN
- Buah pertama dapat dipetik setelah umur 3-4 bulan tergantung dari jenis varietas
- Ciri-ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda.
- Waktu yang paling tepat pagi atau sore hari.
- Cara panen buah dipetik bersama tangkainya dengan tangan atau alat yang tajam.
- Pemetikan buah berikutnya dilakukan rutin tiap 3-7 hari sekali dengan cara memilih buah yang sudah siap dipetik

CARA CEPAT MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS BUAHCara memperbanyak buah Perkebunan dengan produk organik NASA Kelapa sawit, Kak...
14/11/2017

CARA CEPAT MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS BUAH

Cara memperbanyak buah Perkebunan dengan produk organik NASA Kelapa sawit, Kakao, Kopi, Panili, Lada, Mangga, Jeruk dll

Produk NASA yang digunakan:
1. SUPERNASA 250 gr, pupuk akar, penggembur & penyubur tanah.
2. POWER NUTRITION 250 gr, pupuk khusus buah

Cara Pakai Produk SUPERNASA DAN POWER NUTRITION
Campurkan SUPERNASA 2 botol 250 gr + 2 botol POWER NUTRITION 250 gr + 2 Kg NPK . Aduk merata. Benamkan di sekitar lingkar batang, Per pohon diberi 100 gr / pohon untuk pemupukan pertama (tanpa air).
Jika melakukan penyiraman, campurkan 2 botol POWER NUTRITION 500 gr + 2 botol SUPERNASA 500gr+ NPK + air 1 drum (200 liter)

Manfaat POP SUPER NASA
Meningkatkan mutu & hasil panen, hemat biaya karena dosis sedikit, menghemat pupuk kimia 50%, menyuburkan & menggemburkan tanah, memperbaiki tanah yang rusak akibat pupuk kimia, membantu perkembangbiakan mikroorganisme, mengandung hormone zat pengatur tumbuh, mempercepat pertumbuhan, merangsang bunga & buah, mengurangi kerontokan bunga & buah, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.

Manfaat POWER NUTRITION
Mampu meningkatkan pembuahan di luar musim, mengurangi kerontokan bunga & buah, meningkatkan mutu daging buah, menggemburkan & menyuburkan tanah, membantu melarutkan sisa pupuk kimia agar mudah diserap tanaman.

Metode / cara lain, Pemupukan agar bisa berbuah di luar musim:
Air 1 drum (200 Liter) + POC NASA 500 cc + HORMON ORGANIK 100 cc + SUPERNASA 500 gram + POWER NUTRITION 500 gram, jika ingin pakai Pupuk Makro boleh sekalian dicampur di situ Urea atau NPK sekitar 10 – 15 Kg. Per tanaman dikocor di akar 1 – 1,5 Liter. Interval pemupukan cukup 3-4 bulan sekali. Pemakaian pupuk kimia bisa lebih hemat 75%.

Pemakaian pupuk Mikro (pupuk organik) + pupuk Makro (pupuk kimia) secara berimbang sangat penting, sebagai syarat tumbuh tanaman supaya tetap bisa bertahan berbuah di luar musim sepanjang tahun. Ibaratnya, tanaman juga perlu makan Nasi (pupuk Makro) + makan lauk pauk, sayuran, ikan (pupuk mikro) supaya sehat sempurna.

13/11/2017
Persiapan bibitBibit dapat diperbanyak dengan cara : Stek dan BijiUmumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang ta...
12/10/2017

Persiapan bibit
Bibit dapat diperbanyak dengan cara : Stek dan Biji

Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Setelah tunas muncul dari cara stek ini, setiap seminggu sekali disemprot dengan poc nasa dan hormonik. Setelah bibit berumur 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan

Pemeliharaan

a.Pengairan

Pada tahap awal pertumbuhan pengairan dilakukan 1 - 2 hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan

b. Pemupukan

Pemupukan tanaman diberikan pupuk kandang atau POP SUPERNASA, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak 5 – 6 Kg ( 25 - 40gr / pohon ). Setiap seminggu sekali, disemprot dengan POC NASA dan HORMONIK.

c. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Sementara belum ditemukan adanya serangan hama dan penyakit yang potensial. Pembersihan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman c. Pemangkasan Batang utama ( primer ) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga (sekitar 2 m), dan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2 cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi.


Panen

Setelah tanaman umur 1,5 – 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pada masa masa pembentukan bunga dan buah ini, pemupukan dengan POWER NUTRITION akan memperbaiki mutu dan kuantitas bunga dan buah. Penyemptotan dengan POC NASA dan HORMONIK tetap dilakukan seminggu sekali.

catatan : pupuk NPK tetap digunakan, bisa di kurangi 25% sesuai rekomendasi setempat.

Bagaimana pemberian TON pada pengolahan dasar dan pemeliharaan di lahan tambak udang ?Aplikasi pada saat persiapan kolam...
07/10/2017

Bagaimana pemberian TON pada pengolahan dasar dan pemeliharaan di lahan tambak udang ?
Aplikasi pada saat persiapan kolam/sebelum diisi air :
Dosis : 2,5 kg (10 botol ukuran 250 g)
Aplikasi TON yang pertama dilakukan di tanah dasar kolam/tambak pada saat pengeringan setelah dipanen. TON berbentuk Granule atau butiran-butiran kecil sehingga aplikasinya dengan cara ditabur ke tanah secara merata, atau bisa dilarutkan dulu baru kemudian disiramkan merata ke tanah dasar kolam.
Aplikasi TON dilakukan sebelum dilakukan pengapuran. Menurut teknis yang benar, setelah diaplikasikan TON kemudian dilakukan pengapuran dengan kapur dolomit dengan dosis 1 ton per hektar (100 kg per 1000 m2) atau sesuai dengan pH aktual, setelah itu kolam dibiarkan 2-3 hari, kemudian air dimasukkan setinggi mata kaki dahulu, biarkan selama 3 hari untuk TONbekerja, baru kemudian air dimasukkan sampai penuh (kedalaman 100 – 120 cm).
Fungsi aplikasi TON pada saat pengeringan ini adalah untuk menetralkan berbagai gas dan senyawa beracun sisa pembusukan bahan organik yang dihasilkan oleh budidaya sebelumnya yaitu amoniak dan H2S.
Selain sebagai penetral senyawa atau gas beracun tersebut, TON juga berfungsi menumbuhkan plankton yang berguna sebagai pakan alami ikan/udang.
Aplikasi selama budidaya belangsung :
Selama budidaya berlangsung, TON juga harus diberikan secara periodik (rutin) ke air kolam atau tambak.
TON ditaburkan/disiramkan ke air kolam tiap 15 sampai 20 hari sekali.
Dosis : 500 g (2 botol) tiap kali aplikasi.
Siramkan atau taburkan merata ke air kolam.
Fungsinya terutama untuk mempertahankan kualitas air agar tidak terlalu menurun secara drastis karena pembentukan senyawa atau gas yang beracun tadi. Selain itu TON juga berfungsi menumbuhkan dan menyuburkan plankton yang baru sehingga ketersediaan plankton di tambak selalu terjaga.

2. Setelah ikan ditebar, apa tidak berbahaya jika TON ditebarkan ke air kolam ?
TON tetap bisa diberikan walaupun sudah ada ikannya. Aplikasi dengan dilarutkan dahulu kemudian disiramkan ke air kolam, dengan dosis 1 kg per hektar tiap 15 hari sekali. Fungsi perlakuan pada tahap ini adalah untuk mempertahankan kualitas air agar tetap bagus selama budidaya berlangsung.

28/09/2017


‬: Cara Penggunaan Power Nutrition

Larutkan pupuk Power nutrition dalam air secukupnya.Siramkan campuran air Power nutrition ke sekeliling batang tanaman.Lakukan pemupukan 2 – 4 bulan sekali.Pada musim kemarau, siramlah pohon dengan air 2 – 4 kali (interval 1 minggu sekali) setelah satu minggu aplikasi Power.Pupuk makro (N, P dan K) dapat dikurangi 75– 90 SPESIFIKASI PRODUK PUPUK ORGANIK PADAT POWER NUTRITION
‬: Pemupukan

Pupuk buatan yang diberikan sebanyak l00-300 g urea, 300-800 g TSP (400- 1000 kg SP-36), dan l00-300 g KCl untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dalam selang tiga bulan.Setelah panen buah, pemberian pupuk cukup sekali sebanyak 300 g urea, 800 g TSP, dan 300 g KCl per pohon.Selain itu bisa ditambahkan POC NASA, HORMONIK, SUPERNASA, dan POWER NUTRITION.Campurkan terlebih dahulu POC NASA, HORMONIK, dan SUPERNASA dalam satu wadah, lalu ambil satu tutup botol dan campurkan dalam 15-20 liter air. Untuk POWER NUTRITION digunakan ketika tanaman sudah mulai berbuah.

22/09/2017

# Motivasi Islam agar anak berbakti kepada orang tuanya

Sangat banyak anjuran terkait hal ini, terutama ketika orang tua sudah memasuki usia senja. “Perhatikanlah wahai para anak, waktu mencari rezeki lebih panjang dari usia orang tuamu, bahagiakan mereka dengan waktu yang tersisa”

Perhatikanlah berikut ini wahai para anak

1.Perintah berbakti urutan kedua setelah perintah bertauhid kepada Allah[1]

2.Ridha Allah tergantung ridha orang tua, selama itu dalam ketaatan[2]

3.Berbakti kepada orang tua bisa menghilangkan kesusahan hidup atas izin Allah[3]

4.Durhaka kepada orang tua adalah dosa terbesar kedua setelah syirik mempersekutukan Allah[4]

5.Celaka bagi anak yang mendapati orang tuanya masih hidup tetapi ia tidak bisa masuk surga karena tidak berbakti[5]

 #INDUKSI BUNGAUntuk merangsang pembungaan di gunakan pupuk organik padat SUPERNASA dengan dosis 1-2 sendok/pohon di cam...
20/09/2017

#

INDUKSI BUNGA

Untuk merangsang pembungaan di gunakan pupuk organik padat SUPERNASA dengan dosis 1-2 sendok/pohon di campur 10 lt air di siramsan secara merata di bawah kanopi setelah pupus ke dua (februwari-maret) dan di semprot POC NASA (3-5ttp/tangki) + HORMONIK (1ttp) per tangki.

PENGELOLAAN BUNGA DAN BUAH
Pengelolaan bunga dan buah di lakukan 4kali, pada saat bud break, bud elongation, mango size (kacang hijau) dan marbel size ( jagung ). Pupuk yang di gunakan :
1. Mono kalsium Phospat (mkp) di berikan sebelum muncul tunas baru / bud brek dan pada saat bud break atau bud elongation ( dosis 2,5 gr/ liter).
2. POC NASA di berikan pada saat bud break , bud elongation, (dosis 4-5 ttp/tangki ).
3. POC NASA ( 3-4 ttp ) + HORMONIK (1ttp) per tangki di berikan pada saat mango size dan marble size.

HAMA DAN PENYAKIT
Tip Borer , Clumate transversa Ulat ini menggerakkan pucuk yang masah muda ( flush) dan malai bunga dengan mengebor / menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu , kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati. Pengendalian : cabang tunas terinfeksi di potong lalu di bakar, pendangiran untuk mematikan pupa, penyemprotan dengan PESTONA.
Thrips ( Scirtothrips dorsalis ) Hama ini seting di sebut dengan trips bergaris merah karena pada sekmen perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga yang menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa sebagai sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga di ketok-ketok dengan tangan dan di bawahnya di taruh alas dengan kertas putihakan terlihat banyak trips yang jatuh. Pengendalian : tunas muda yang terserang di potong lalu di bakar, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, penyemprotan dengan BVR atau PESTONA.
Ulat Phailotroctis sp Warna sedikit coklat ( beda dengan Clumetia sp , yang wananya hijau ) sering menggerek calon malai bunga. Telur Phyloctruktion sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai bunga muda ( pentil ). Bunga muda gugur karena lapisan apsisi pada tangkai buah bernanah kehitaman . Aktif pada malam hari. Pengendalian menggunakan PESTONA.
Seed Borer, Noorda albizonalis Hama ini penggerak pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecahUlat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah busuk dan jatuh.Berbeda dengan Black borer yang manggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan bisa sebagai sumber penyakit. Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah yang terserang dan bakar, semprot dengan PESTONA.
Wereng mangga ( Idiocerus sp) Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elungation. Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersama dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyeburan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi saat cuaca panas yang lembap. Hama ini dapat mengundang dan tumbuhnya penyakit embun jelaga ( Sooty mold ) dengan di keluarkan embun madu dari wereng yang dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga. Pengendalian : pengasapan, penyemprotan BVR / PESTONA sebelum bunga mekar/ sore hari.
Lalat buah ( Bractocera dorsalis) Buah yang terserang mula - mula terdapat titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva. Bersifat aggravator yaitu mamungkinkan serangan hama sekumder ( Drosophiila sp ) jamur dan bakteri Pengendalian: Pembungkusan buah, pemasangan perangkap lalat buah.
Penyakit Antraknosa ( Cholletotrikhum sp) Terjadi bintik-bintik hitam pada flush,daun, malai dan buah. Serangan menghebat saat lembap, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu banyak awan dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunga terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok. Pengendalian : pemangkasan , penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang di kumpulkan dan di bakar.
Penyakit recife, Diplodia recifensis Penyakut ini di sebut juga Blendok, vektor penyakir ini adalah kumbang Xyleborus affinis. Kumbang ini membuat terowongan di batang / cabang kemudian dan cendawa diplodia masuk kedalam terowongan. Di luar tempat kumbang menggerek akan keluar blendok ( getah ). Penyakit mangga lainnya seperti embun jelaga ( jamur meliola mengiferea) kudis/scab ( Elsinoe mangiferae ) bercak karat merah ( ganggang cephaleuros sp).

CARA MENANAM CABAI DENGAN PUPUK ORGANIK NASA DI POLYBAG Bagi yang mau menanam cabai secara organik namun cuma mempunyai ...
10/09/2017

CARA MENANAM CABAI DENGAN PUPUK ORGANIK NASA DI POLYBAG

Bagi yang mau menanam cabai secara organik namun cuma mempunyai lahan sempit. Budidaya cabe dalam pot atau polibag sebagai solusinya. Tanaman cabai yang tumbuh subur dalam pot dapat dipakai sebagai hiasan halaman atau teras rumah.



Cabai yang tumbuh subur secara organik dapat kita pakai buat keperluan memasak sendiri dan sisanya dapat kita bagi ke tetangga. Bahkan bila kita menanam sampai ratusan polibag kita dapat menjual hasil panen kita. Bila kita menanam secara benar, produksi budidaya cabe organik dalam polibag tidak kalah dengan yang ditanam dilahan. Menanam cabe organik dalam polibag atau pot lebih mudah pengelolaannya dalam hal pemupukan maupun pengendalian hama penyakit.

* Hal-hal yang perlu kita persiapkan sebelum kita menanam cabe organik dalam pot/ polibag adalah:

1. Polibag atau pot yang tidak terlalu kecil minimal diameter 25 cm, kalau cabe rawit harus lebih besar lagi lebih dari 35 cm2. Media tanam berupa tanah yang telah dicampur dengan pupuk organik dengan perbandingan 1 : 13. Ember dan gayung/ gembor.4. Handsprayer5. Benih cabe6. Pestisida organic7. Pupuk organik cair seperti Solbi agro, bisa juga kita gunakan MOL /mikroorganisme lokal.

* Teknik Cara Penanam cabe organik dalam pot/ polybag :



1. Semai dulu biji cabe yang telah kita persiapkan. Benih cabe bisa kita beli di kios pertanian atau membuat sendiri dengan memilih cabe yang bagus, kita ambil bijinya kemudian kita kering anginkan. Penyemaian dapat kita kerjakan di pot, polibag atau tempayan serta media yang lain.

2. Sementara menunggu bibit cabe siap sebaiknya kita persiapkan media semai dalam polybag atau pot. Jangan lupa tanahnya kita campur dengan pupuk organik dengan perbandingan 1 : 1. Setelah itu media kita siram dengan Glio dan Super Nasa.





3. Setelah berdaun lima (kira-kira umur 3-5 minggu) cabe kita tanam dalam media polybag atau pot yang sudah kita persiapkan. 2-3 hari sebelum kita tanami bibit cabe media tanam dalam polybag sebaiknya kita siram dengan larutan SP-36 sampai basah

4. Setelah kita tanam sebaiknya polybag / pot kita letakkan di tempat yang teduh sampai kira-kira 1 minggu, baru kita tempatkan pada lokasi yang dapat cahaya penuh. Jangan letakkan tempat yang teduh terus, nanti tanaman cabe akan mengalami etiolase (panjang dan lemas tapi buah sedikit).

5. Rawat tanaman cabe secara hati-hati, siram bila tanahnya kering dan minimal 1 minggu sekali kita siram dengan Larutan SUPERNASA dan 10 hari kita semprotkan POC NASA & Hormonik atau Greenstar atau Bintang Tani.













6. kita semprot dengan pestisida Organik

7. Buang tunas air/ tunas yang tumbuh di bawah cabang pertama.

8. Amati adanya serangan hama dan penyakit, bila terjadi gejala serangan harus cepat kita atasi secara mekanik (kita ambil hama dan daun yang terserang tersebut, lalu kita pisahkan tanaman yang sehat dan yang sakit agar mudah dalam pengelolaan hama maupun penyakit). Jika musim kemarau sebaiknya sering disiram daunnya untuk mengurangi serangan kutu, sebaliknya jika musim hujan harus kita perjarang Jarak antar polybag tanaman cabe kita agar tidak terlalu rimbun.

9. Pasang lan METILAT, Prangkap Lalat Buah



Tunggu sampai tanaman cabe berbuah dan dapat kita petik serta kita nikmati pedasnya.





Demikianlah, akhir kata dari Pertanian ORGANIK NASA sekiranya artikel ini bermanfaat bagi yang ingin menggunakan hal rumahnya sebagai media menanam cabai, terima kasih

Hubungi kami untuk pemesanan produk dan informasi lebih lanjut di hotline service kami :
082230966407
085855856089

Persiapan bibitBibit dapat diperbanyak dengan cara : Stek dan BijiUmumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang ta...
24/08/2017

Persiapan bibit
Bibit dapat diperbanyak dengan cara : Stek dan Biji

Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Setelah tunas muncul dari cara stek ini, setiap seminggu sekali disemprot dengan poc nasa dan hormonik. Setelah bibit berumur 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan

Pemeliharaan

a.Pengairan

Pada tahap awal pertumbuhan pengairan dilakukan 1 - 2 hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan

b. Pemupukan

Pemupukan tanaman diberikan pupuk kandang atau POP SUPERNASA, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak 5 – 6 Kg ( 25 - 40gr / pohon ). Setiap seminggu sekali, disemprot dengan POC NASA dan HORMONIK.

c. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Sementara belum ditemukan adanya serangan hama dan penyakit yang potensial. Pembersihan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman c. Pemangkasan Batang utama ( primer ) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga (sekitar 2 m), dan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2 cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi.


Panen

Setelah tanaman umur 1,5 – 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pada masa masa pembentukan bunga dan buah ini, pemupukan dengan POWER NUTRITION akan memperbaiki mutu dan kuantitas bunga dan buah. Penyemptotan dengan POC NASA dan HORMONIK tetap dilakukan seminggu sekali.

catatan : pupuk NPK tetap digunakan, bisa di kurangi 25% sesuai rekomendasi setempat.

cara praktis Tingkatkan Produktifitas TELUR Ayam/ Bebek / Puyuh Dengan Produk Organik NASATernak Ayam / Bebek / Puyuh Pe...
24/08/2017

cara praktis Tingkatkan Produktifitas TELUR Ayam/ Bebek / Puyuh Dengan Produk Organik NASA

Ternak Ayam / Bebek / Puyuh Petelur

Produk NASA yang digunakan:

· Viterna (Vitamin Ternak Natural) 500 cc

· Poc NASA ( pupuk organic cair ) 500 cc

· ASAM AMINO 2 kapsul ( 1botol isi 30kapsul)

1 botol VITERNA + 1 botol Poc NASA = 1000 cc

Cara pakai:

Campur jadi satu wadah, 1 botol VITERNA 500 cc + 1 botol Poc NASA 500 cc + 2kapsul ASAM AMINO kocok-kocok sampe benar-benar campur. Kemudian ambil 1 tutup (10 cc) campur dengan 10 Liter air minum ternak /3kg pakan apa saja. Cukup diberikan 3 hari sekali. Jangan diberikan tiap hari.

Manfaat VITERNA ,POC NASA:

VITERNA Plus menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh Unggas, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan unggas.POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan produktivitas telur, meningkatkan ketahanan tubuh unggas, mengurangi kadar kolesterol telur dan mengurangi bau kotoran.

Manfaat Viterna + Poc NASA

Menghasilkan telur bermutu karena rendah kolesterol, cangkang telur tebal dan tidak mudah pecah, Kuning telur lebih kuning tambak, meningkatkan nafsu makan ternak, rasa telur lebih enak & kenyal, mencegah stress, ternak sehat, tahan penyakit, angka kematian sangat rendah, kualitas telur sangat baik karena rendah kolesterol, mengurangi bau kotoran ternak.

➡PEMESANAN PRODUK
✳ Wa+ 082230966407

Address

Sumbersuko 01
Dampit
65181

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when P.Juma'in Nasa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category