Murai Hoki

Murai Hoki Selamat datang di Murai Hoki! Kami adalah penangkaran Murai Batu spesialis penghasil burung-burung jawara.

Kami mengutamakan kualitas, genetik, dan perawatan terbaik untuk menghasilkan Murai Batu yang bermental baja dan siap tempur di arena kontes.

03/10/2025

Murai Hoki‼️ Loloh induk usia 24 hari 🔥🔥🔥






02/10/2025

Tidak kalah spesifikasi, hanya saja kalah posisi.
Orang-orang itu sudah punya nama, dan saya masih pemula 😂
Modal kualitas, menjaga trah, dan amanah semoga bisa berkembang ‼️🔥🔥🔥
​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​

Yang penting itu produksi lancar 🤑
01/10/2025

Yang penting itu produksi lancar 🤑

29/09/2025

Mencari calon juara sejati? Pilihlah Murai Batu Loloh Induk! Jaminan kualitas genetik terbaik, pola makan alami, dan insting bertarung yang terasah sejak dini. Investasi cerdas untuk gacoan masa depan Anda. 🏆

23/09/2025

Cara Memilih Trotolan Murai Batu Trah Prestasi
Memilih trotolan murai batu (anakan) dari indukan yang memiliki trah juara (prestasi) adalah langkah cerdas untuk mendapatkan burung prospek. Trotolan trah prestasi memiliki potensi genetik yang lebih kuat untuk menjadi jawara di lapangan, berbeda dengan anakan dari burung "sayur" (burung biasa tanpa trah juara). Berikut adalah panduan singkat cara memilihnya:

1. Pahami Indukan dan Silsilahnya
* Pentingnya Trah: Selalu utamakan trotolan yang berasal dari indukan (jantan dan betina) yang sudah jelas trahnya, terutama pernah menjadi juara di lomba. Mintalah dokumentasi seperti piagam atau sertifikat juara indukan.
* Reputasi Penangkaran: Pilih peternak yang memiliki reputasi baik dan terpercaya. Peternak yang profesional biasanya transparan tentang silsilah indukan dan rutin mengikuti lomba.

2. Perhatikan Karakter Fisik Anakan
* Kepala dan Mata: Cari trotolan dengan kepala besar, bulat, dan mata yang menonjol. Ini sering menjadi indikasi kecerdasan dan mental yang kuat.
* Paruh: Pilih paruh yang tebal, panjang, dan runcing. Paruh yang tebal menandakan kekuatan pada otot rahang, yang penting untuk menghasilkan suara yang keras.
* Postur Tubuh: Trotolan yang ideal memiliki postur tubuh yang proporsional, tegap, dan panjang. Hindari yang terlalu pendek atau kurus.
* Kaki: Kaki yang ideal adalah yang kokoh, besar, dan panjang, dengan sisik yang rapi. Ini menandakan stamina yang baik.

3. Cermati Perilaku dan Potensi Suara
* Mental: Amati tingkah laku trotolan. Trotolan trah juara biasanya sudah menunjukkan mental petarung sejak dini, seperti berani mendekat atau tidak takut dengan kehadiran manusia.
* Volume Suara: Jika memungkinkan, dengarkan suara trotolan. Meskipun masih dalam tahap trotol, biasanya sudah bisa terdengar cicitan atau ngeriwik yang bervariasi. Pilih yang volume suaranya lebih keras dan variasi iramanya kaya.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda akan lebih mudah mendapatkan trotolan murai batu yang bukan hanya sehat, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi burung juara di kemudian hari. Selamat berburu trotolan, kicau mania!

Pentingnya Memilih Trotol Murai Batu dari Trah PrestasiMemilih trotol murai batu (anakan murai batu) merupakan langkah k...
15/09/2025

Pentingnya Memilih Trotol Murai Batu dari Trah Prestasi
Memilih trotol murai batu (anakan murai batu) merupakan langkah krusial bagi para pehobi yang ingin serius menekuni dunia kicau, baik untuk diternak maupun dilombakan. Salah satu faktor terpenting yang sering menjadi pertimbangan utama adalah trah prestasi atau keturunan dari induk yang memiliki riwayat juara. Memilih trotol dari trah ini bukanlah sekadar tren, melainkan sebuah investasi yang menjanjikan.

Keunggulan Trotol Murai Batu dari Trah Prestasi
Berikut adalah beberapa keunggulan utama yang bisa Anda dapatkan saat memilih trotol murai batu dari trah juara:

1. Genetik Juara yang Lebih Kuat
Sama seperti atlet manusia, bakat dan kemampuan burung murai batu sangat dipengaruhi oleh faktor genetik. Trotol yang berasal dari trah prestasi memiliki potensi genetik untuk mewarisi sifat-sifat unggul dari induknya, seperti:
* Mental baja: Induk yang sering juara biasanya memiliki mental bertarung yang kuat dan tidak mudah ciut di lapangan. Sifat ini cenderung menurun ke anaknya.
* Durasi kerja stabil: Burung juara mampu tampil maksimal dengan durasi kerja yang konsisten, tidak hanya di awal lomba.
* Variasi lagu yang kaya: Genetik yang baik sering kali menghasilkan variasi isian lagu yang lebih beragam dan menarik.

2. Kualitas Fisik yang Terjamin
Burung-burung juara tidak hanya memiliki mental yang baik, tetapi juga didukung oleh kualitas fisik optimal. Induk-induk dari trah prestasi umumnya memiliki postur tubuh yang proporsional, bulu yang sehat, serta tulang dan otot yang kuat. Kualitas fisik ini sangat penting untuk menunjang performa di lapangan, seperti saat membawakan lagu dengan volume yang lantang dan stabil.

3. Prospek Masa Depan yang Lebih Cerah
Meskipun tidak ada jaminan 100%, prospek trotol dari trah prestasi untuk menjadi burung juara jauh lebih tinggi dibandingkan trotol tanpa riwayat trah yang jelas. Anda akan memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan bakatnya melalui perawatan dan pelatihan yang tepat. Hal ini membuat waktu, tenaga, dan biaya yang Anda keluarkan menjadi lebih efisien karena Anda sudah memulai dengan "bahan baku" terbaik.

4. Nilai Jual dan Daya Tarik yang Tinggi
Murai batu dari trah prestasi memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi. Para pehobi, peternak, maupun calon pembeli lainnya akan lebih tertarik karena yakin bahwa burung tersebut memiliki potensi besar. Memiliki trotol dari trah ini juga bisa menjadi kebanggaan tersendiri karena Anda memelihara calon bintang lapangan.

Dengan mempertimbangkan keunggulan-keunggulan di atas, memilih trotol murai batu dari trah prestasi merupakan langkah cerdas untuk memulai perjalanan di dunia kicau. Meskipun harganya mungkin lebih mahal, investasi ini sebanding dengan potensi dan kepuasan yang akan Anda dapatkan di masa depan.

09/09/2025

Berikut adalah panduan praktis tentang cara merawat anakan burung murai batu yang diloloh oleh induknya, mulai dari usia 0 hari hingga siap panen. Panduan ini berfokus pada pemberian pakan untuk indukan, serta waktu yang tepat untuk memindahkan anakan ke kandang sendiri.

Tahap 1: Perawatan Anakan Burung Murai Batu Usia 0-7 Hari

Pada usia ini, anakan murai batu sangat rentan dan sepenuhnya bergantung pada induknya. Peran utama peternak adalah memastikan induk murai batu mendapatkan nutrisi yang cukup untuk meloloh anak-anaknya.

1. Pemberian Pakan untuk Indukan yang Meloloh

* Pakan Utama: Berikan pakan berprotein tinggi, seperti kroto dan jangkrik.
* Kroto: Sediakan kroto segar dalam jumlah yang cukup. Induk murai batu akan mengolah kroto tersebut menjadi bubur untuk diberikan kepada anaknya. Pastikan kroto bersih dari semut.
* Jangkrik: Berikan jangkrik dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Idealnya, sediakan sekitar 10 jangkrik pada pagi hari dan 10 jangkrik pada sore hari.
* Pakan Tambahan: Berikan pakan tambahan seperti ulat hongkong atau cacing. Cacing memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dan sangat baik untuk pertumbuhan anakan.
* Voer: Pastikan voer berkualitas tinggi selalu tersedia di tempat pakan.
* Air Minum: Sediakan air minum yang bersih dan segar setiap hari.

2. Lingkungan yang Mendukung

* Pastikan kandang dalam kondisi tenang dan aman. Hindari kebisingan atau gangguan yang bisa membuat induk stres dan meninggalkan anak-anaknya.
* Jaga kebersihan kandang dengan membuang sisa pakan dan kotoran secara rutin.
* Suhu kandang harus stabil. Jika suhu terlalu dingin, induk mungkin tidak dapat menjaga kehangatan anakan dengan baik.

Tahap 2: Panen dan Pemindahan Anakan

Waktu panen anakan murai batu yang paling ideal adalah ketika anakan berusia 7-10 hari. Pada usia ini, anakan sudah memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat dan pencernaannya sudah lebih baik, namun belum terlalu jinak.

1. Alasan Memanen Anakan pada Usia 7 Hari
* Tujuan: Panen pada usia ini bertujuan agar anakan lebih mudah dilatih untuk makan sendiri dan memiliki mental yang kuat.
* Kelemahan: Anakan yang diloloh langsung oleh manusia cenderung lebih jinak, tetapi mentalnya bisa lebih lemah saat bertemu murai batu lain. Memanen pada usia 7 hari meminimalkan risiko ini.
* Waktu Pemasangan Ring: Pada usia 10 hari, kaki anakan sudah cukup besar untuk dipasangi ring. Memanen pada usia 7 hari memberikan waktu yang pas untuk persiapan pemasangan ring.

2. Cara Memindahkan Anakan
* Siapkan Kandang Inkubator: Sediakan kotak atau kandang kecil yang dilengkapi lampu bohlam 5 watt atau pemanas (heater) untuk menjaga suhu tetap hangat, yaitu sekitar 29-33°C.
* Pindahkan dengan Hati-hati: Ambil anakan dari sarangnya dengan hati-hati. Sebagian peternak menyarankan untuk mengambil anakan bersama sarangnya.
* Pastikan Aman: Letakkan anakan di kandang inkubator yang sudah disiapkan, jauhkan dari predator seperti kucing, tikus, atau semut.

Tahap 3: Perawatan Anakan Pasca Panen (Loloh Sendiri)

Setelah anakan dipindah, tugas peternak adalah melolohnya secara manual sampai anakan bisa makan sendiri.
* Pakan Lolohan: Buatlah adonan lolohan dari campuran kroto segar dan voer halus. Kroto sangat penting karena kaya protein.
* Jadwal Pemberian Makan: Berikan pakan setiap 2-3 jam sekali, dari pagi hingga sore hari. Berikan pakan hingga tembolok anakan terlihat penuh.
* Perawatan Harian:
* Bersihkan sisa makanan di paruh dan sekitar mulut anakan.
* Jaga kebersihan kandang inkubator.
* Lakukan pemasteran suara sejak dini untuk membentuk karakter suara burung.

Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat memastikan anakan murai batu tumbuh sehat dan memiliki kualitas yang baik, baik dari segi fisik maupun mental.

07/09/2025

Merawat indukan murai batu yang sedang mengerami telur adalah kunci keberhasilan dalam penangkaran. Berikut adalah tips dan panduan lengkap untuk memastikan telur menetas dengan baik:

1. Ciptakan Lingkungan yang Tenang dan Aman
* Hindari Gangguan: Selama masa mengeram, indukan murai batu sangat sensitif terhadap gangguan. Pastikan tidak ada predator seperti tikus, kucing, atau serangga yang bisa masuk ke dalam kandang. Jauhkan juga dari kebisingan atau aktivitas manusia yang berlebihan. Suasana yang tenang akan membuat indukan merasa aman dan nyaman untuk mengerami telurnya.
* Jaga Kebersihan: Pastikan kandang dan sarang tetap bersih. Bersihkan kotoran burung secara rutin, tetapi lakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu indukan yang sedang mengeram. Kebersihan kandang akan mencegah timbulnya penyakit dan jamur yang bisa membahayakan telur.

2. Jaga Suhu dan Kelembapan
* Suhu: Idealnya, suhu untuk penetasan telur murai batu berkisar antara 37°C - 38°C. Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat mengganggu perkembangan embrio di dalam telur. Pastikan kandang memiliki sirkulasi udara yang baik namun tidak terlalu berangin.
* Kelembapan: Kelembapan yang ideal adalah sekitar 60-70%. Kelembapan yang cukup akan membantu cangkang telur tetap lunak sehingga memudahkan anakan murai batu untuk memecahkan cangkang saat menetas. Untuk menjaga kelembapan, Anda bisa menempatkan wadah berisi air di dalam kandang atau menyemprotkan air di sekitar kandang secara berkala.

3. Pemberian Pakan dan Nutrisi
Pakan yang berkualitas sangat penting untuk menjaga stamina dan kesehatan indukan selama masa mengeram, karena proses ini membutuhkan banyak energi.
* Pakan Utama: Berikan pakan tambahan (Extra Fooding/EF) dengan porsi yang cukup dan konsisten. Pakan utama yang dianjurkan adalah kroto (telur semut rangrang) dan jangkrik. Kroto kaya akan protein yang sangat dibutuhkan indukan. Berikan kroto dalam jumlah yang cukup, pastikan selalu tersedia di tempat pakan. Sementara itu, berikan jangkrik 10 ekor di pagi hari dan 10 ekor di sore hari.
* Multivitamin dan Mineral: Tambahkan multivitamin dan mineral yang khusus untuk burung ternak (breeding). Vitamin ini akan membantu menjaga kesehatan indukan, merangsang kesuburan, dan memastikan telur memiliki bibit yang berkualitas. Anda bisa mencampurkan vitamin ke dalam air minum atau pakan. Selain itu, berikan juga asupan kalsium, misalnya dari tulang sotong atau kulit telur yang dihaluskan.

4. Perhatikan Perilaku Indukan
* Pantau Perilaku Mengeram: Pastikan indukan betina mengeram dengan baik dan tidak meninggalkan sarang dalam waktu lama. Jika indukan jantan terlalu agresif atau mengganggu betina saat mengeram, pisahkan sementara. Namun, biasanya murai jantan akan membantu menjaga sarang.
* Jangan Terlalu Sering Mengecek: Hindari terlalu sering mengecek sarang atau memegang telur. Hal ini bisa membuat indukan stres dan bisa jadi telur dibuang. Biarkan indukan mengeram secara alami dan tenang.

5. Masa Penetasan
* Durasi: Telur murai batu biasanya akan menetas dalam waktu 14-16 hari setelah indukan mulai mengeram.
* Setelah Menetas: Setelah anakan murai batu menetas, biarkan indukan meloloh (memberi makan) anakan mereka. Indukan akan sangat responsif dan nalurinya akan tahu cara terbaik untuk merawat anak-anaknya. Pastikan pakan yang Anda berikan (kroto dan jangkrik) selalu tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan indukan dan anakan.

06/09/2025

Jenis-Jenis Pakan untuk Indukan Murai Batu

Untuk indukan murai batu, pakan terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu pakan pokok dan pakan tambahan (extra fooding). Kedua jenis pakan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan, stamina, dan mendukung proses reproduksi burung.

1. Pakan Pokok (Voer)
Voer adalah pakan utama yang harus selalu tersedia di kandang. Voer yang baik untuk indukan murai batu adalah yang mengandung protein tinggi, biasanya berkisar antara 18% hingga 25%. Voer berkualitas akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dasar harian burung, seperti vitamin, mineral, dan serat. Pilih voer yang dirancang khusus untuk burung kicau atau murai batu.

2. Pakan Tambahan (Extra Fooding/EF)
Pakan tambahan adalah sumber protein hewani yang sangat vital bagi indukan murai batu. Pemberian EF yang tepat dapat meningkatkan birahi (keinginan untuk kawin) dan memastikan ketersediaan nutrisi untuk telur serta anakan.

* Jangkrik: Ini adalah pakan tambahan paling umum dan disukai murai batu. Jangkrik kaya protein dan sangat efektif untuk mendongkrak birahi. Pemberian jangkrik bisa dilakukan setiap hari.
* Ulat Hongkong: Ulat ini juga sering diberikan, terutama saat cuaca dingin, karena dianggap dapat memberikan kehangatan. Namun, jangan berikan terlalu banyak karena bisa menyebabkan kegemukan jika diberikan berlebihan.
* Kroto: Kroto adalah telur semut rangrang yang memiliki kandungan protein sangat tinggi. Kroto sangat baik diberikan menjelang masa kawin atau saat betina sedang bertelur untuk membantu proses pembentukan telur. Berikan kroto dalam jumlah secukupnya karena harganya cukup mahal dan cepat basi.

Tips Tambahan:

* Kebersihan Kandang: Selalu jaga kebersihan kandang, tempat pakan, dan air minum untuk menghindari penyakit.
* Variasi Pakan: Sesekali Anda bisa memberikan pakan tambahan lain seperti cacing tanah atau ulat kandang untuk variasi nutrisi.
* Perhatikan Kondisi Burung: Amati perilaku dan kondisi fisik burung. Jika burung terlihat lesu atau kurang aktif, mungkin ada yang perlu disesuaikan dengan porsi pakan atau jenisnya.

Dengan mengikuti jadwal dan jenis pakan di atas, Anda dapat memastikan indukan murai batu Anda mendapatkan nutrisi yang cukup untuk menghasilkan anakan yang sehat dan berkualitas.

05/09/2025

Mengenal Murai Batu yang Sehat: Panduan Lengkap untuk Pemula
Sebelum memulai beternak burung murai batu, langkah paling penting adalah memilih indukan jantan dan betina yang sehat. Indukan yang sehat akan menghasilkan anakan yang berkualitas dan meminimalkan risiko kegagalan.

Berikut adalah panduan lengkap untuk mengenali ciri-ciri murai batu yang sehat dari tiga aspek utama: fisik, tingkah laku, dan suara.

1. Ciri-Ciri Fisik Burung Murai Batu yang Sehat

Perhatikan dengan seksama kondisi fisik burung. Ini adalah indikator kesehatan yang paling mudah dilihat.
* Bulu: Bulu burung harus terlihat rapi, bersih, mengilap, dan tidak ada yang rontok atau patah. Bulu yang kusam, acak-acakan, atau banyak yang patah bisa jadi pertanda burung sedang tidak fit atau kurang gizi.
* Mata: Mata burung harus terlihat cerah, bersinar, dan tidak belekan. Jika mata terlihat sayu, berair, atau bengkak, kemungkinan burung sedang sakit.
* Paruh dan Kaki: Paruh harus bersih, tidak ada luka atau jamur, dan tidak berlendir. Kaki terlihat mulus, tidak bersisik, tidak bengkak, dan cengkeramannya kuat saat bertengger. Kuku-kuku jari juga harus lengkap.
* Dubur (Kloaka): Bagian dubur harus bersih dan tidak ada kotoran yang menempel. Dubur yang kotor atau basah bisa menjadi tanda diare atau masalah pencernaan.
* Bentuk Tubuh: Pilih burung yang memiliki postur tubuh ideal, tidak terlalu gemuk atau kurus. Dada terlihat bidang, leher jenjang, dan ekor lurus. Burung yang terlalu kurus biasanya memiliki dada yang menonjol seperti pisau.

2. Ciri-Ciri Tingkah Laku Burung Murai Batu yang Sehat

Kesehatan mental dan fisik burung tercermin dari gerak-geriknya.
* Aktif dan Lincah: Murai batu yang sehat akan terlihat aktif bergerak di dalam sangkar, melompat dari tangkringan satu ke tangkringan lainnya dengan lincah. Jika burung terlihat lesu, lebih sering diam, atau tidur di dasar sangkar, ini adalah pertanda ada masalah.
* Nafsu Makan Baik: Burung yang sehat memiliki nafsu makan yang normal dan lahap. Perhatikan saat burung diberi pakan, jika ia langsung menyantapnya, ini pertanda baik.
* Sering Berkicau dan Berekspresi: Murai batu yang sehat dan bermental baik akan sering berkicau, bahkan saat tidak digantung di tempat ramai. Ia akan menunjukkan ekspresi seperti mengembangkan bulu dada atau menggerakkan ekornya.
* Respon Terhadap Lingkungan: Burung yang sehat akan responsif terhadap suara atau gerakan di sekitarnya. Misalnya, saat mendengar suara burung lain, ia akan langsung merespon dengan kicauan.

3. Ciri-Ciri Suara Burung Murai Batu yang Sehat

Suara adalah salah satu indikator penting untuk menilai kondisi burung, terutama untuk murai batu jantan.
* Kicauan Lantang dan Jernih: Suara kicauan murai batu yang sehat terdengar lantang, variatif, dan jelas. Suara serak, putus-putus, atau terlalu pelan bisa menandakan burung sedang tidak sehat atau memiliki masalah pernapasan.
* Isian Bervariasi: Murai batu yang memiliki banyak isian suara dari burung lain (misalnya suara kenari, cucak jenggot, atau lovebird) biasanya memiliki memori dan mental yang kuat. Ini adalah nilai tambah yang menunjukkan bahwa ia adalah burung yang cerdas.
* Gacor atau Rajin Bunyi: Murai batu yang sering berkicau (gacor) tidak hanya menunjukkan ia sehat, tapi juga bermental stabil dan siap untuk dijodohkan.

Memahami dan mengenali ciri-ciri di atas adalah modal utama Anda dalam memilih calon indukan murai batu yang berkualitas. Pilihlah dengan teliti dan jangan terburu-buru.

05/09/2025

Mengenai penangkaran burung murai batu dengan 1 pejantan dan 2 betina dalam 1 kandang, ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui.

Sistem Poligami Murai Batu
Sistem ini dikenal dengan sebutan poligami, di mana satu jantan membuahi lebih dari satu betina. Sistem ini cukup populer di kalangan peternak murai batu karena dapat menghemat biaya dan ruang, serta berpotensi meningkatkan produktivitas anakan.

Kelebihan
* Efisiensi Biaya: Anda hanya perlu membeli satu pejantan berkualitas untuk membuahi dua betina.
* Hemat Ruang: Sistem ini tidak memerlukan banyak kandang karena 1 pejantan dan 2 betina dapat ditempatkan dalam satu kandang besar.
* Peluang Produksi Anakan Lebih Tinggi: Jika kedua betina mau kawin, maka potensi anakan yang dihasilkan menjadi lebih banyak.

Kekurangan dan Risiko

Meskipun memiliki kelebihan, sistem ini juga memiliki beberapa risiko yang perlu diwaspadai:
* Pesaing dan Agresivitas: Murai batu adalah burung teritorial. Pejantan bisa saja lebih fokus pada satu betina dan mengabaikan yang lain. Atau, kedua betina bisa saling berebut perhatian pejantan dan berujung pada perkelahian yang dapat melukai bahkan membunuh salah satu burung.
* Kesulitan Pengawasan: Anda akan kesulitan memantau betina mana yang sudah bertelur atau mengeram.
* Perilaku Kanibalisme: Jika suasana kandang tidak kondusif, induk betina bisa memakan atau merusak telur yang telah dihasilkan.

Tips Sukses Penangkaran Sistem Poligami

Untuk meminimalkan risiko, ada beberapa tips yang dapat Anda terapkan:
* Pilih Kandang Luas: Gunakan kandang yang ukurannya cukup besar agar ketiga burung memiliki ruang yang memadai dan dapat menghindari perkelahian.
* Sediakan Tempat Bertelur Terpisah: Sediakan dua sarang atau tempat bertelur yang diletakkan berjauhan agar masing-masing betina bisa bertelur dengan nyaman.
* Pilih Indukan yang Cocok: Pastikan induk pejantan dan kedua betina sudah dewasa dan memiliki sifat yang tidak terlalu agresif.
* Sediakan Pakan yang Cukup: Berikan pakan tambahan seperti jangkrik, ulat hongkong, atau kroto untuk menjaga stamina dan birahi burung.

Jadi, meskipun sistem ini menjanjikan, Anda perlu pertimbangkan risiko dan pastikan untuk selalu memantau perilaku burung-burung Anda.

05/09/2025

Tentu, ini adalah ciri-ciri indukan murai batu jantan dan betina yang sudah siap untuk dikawinkan. Memahami tanda-tanda ini sangat penting untuk memastikan keberhasilan dalam penangkaran.

Ciri-Ciri Indukan Betina Siap Kawin
Indukan murai batu betina memiliki beberapa tanda yang menunjukkan kesiapannya untuk berpasangan dan berproduksi.
* Mengangkut Sarang (Ngunjal): Ini adalah tanda paling jelas. Murai betina akan mulai aktif mengumpulkan bahan-bahan yang disediakan, seperti ijuk atau rumput kering, untuk menyusun sarang di dalam glodok atau kotak sarang. Perilaku ini menunjukkan instingnya untuk mempersiapkan tempat bertelur.
* Berkicau Memanggil Jantan: Meskipun suaranya tidak selantang jantan, betina yang birahi akan sering berkicau atau ngeplong untuk memanggil pejantan. Suaranya cenderung monoton tetapi dilakukan secara berulang.
* Ngebatman atau Ngleper: Perilaku ini adalah saat betina merendahkan badan, mengembangkan sayap, dan menggerakkan ekornya ke atas dan ke bawah seperti akan buang kotoran. Gerakan ini sering dilakukan sebagai respons terhadap kicauan jantan dan merupakan sinyal bahwa ia tertarik.
* Perut Membesar: Secara fisik, perut betina akan terlihat membesar saat mendekati masa bertelur. Hal ini disebabkan oleh pembentukan telur di dalam tubuhnya.
* Perilaku Agresif atau Menghindar: Pada tahap awal penjodohan, betina bisa menunjukkan perilaku agresif dengan mengejar jantan atau sebaliknya, jantan yang mendekat justru dihindari. Namun, ini adalah bagian dari proses seleksi pasangannya.

Ciri-Ciri Indukan Jantan Siap Kawin
Pejantan yang siap kawin juga akan menunjukkan perubahan perilaku yang mencolok.
* Berkicau Lebih Lantang (Gacor): Jantan yang birahi akan lebih sering berkicau dan mengeluarkan suara yang lebih keras atau gacor. Kicauan ini bertujuan untuk menarik perhatian betina.
* Membusungkan Dada dan Mengembangkan Ekor: Saat mendekati betina, pejantan akan membusungkan dadanya dan menggerak-gerakkan ekornya sebagai bentuk tarian kawin untuk memamerkan diri.
* Sering Keluar Masuk Kotak Sarang: Jantan yang sudah berjodoh dan birahi akan sering keluar masuk glodok sambil berbunyi nyicit-nyicit seolah-olah mengundang betina untuk memeriksa sarang yang sudah dibuat.
* Mengalah dan Memberi Makan: Setelah berjodoh, jantan akan sering mengalah kepada betina, terutama saat makan. Jantan bahkan akan mematuk-matuk pakan dan memberikannya kepada betina (meloloh). Ini adalah tanda ikatan yang kuat.

Tips Penjodohan
Agar proses penjodohan berhasil, pastikan kedua indukan berada pada kondisi puncak birahi yang seimbang. Awali dengan menempatkan kedua burung di kandang yang berbeda namun berdekatan agar mereka bisa saling mengenal dan terbiasa dengan suara satu sama lain. Setelah keduanya menunjukkan tanda-tanda siap kawin, Anda bisa mulai menyatukan mereka di dalam kandang penangkaran.
Semoga berhasil dalam menangkarkan murai batu Anda!

Address

Desa Kedungrejo Kecamatan Kedungadem
Bojonegoro
62195

Opening Hours

Monday 07:15 - 17:00
Tuesday 07:15 - 17:00
Wednesday 07:15 - 17:00
Thursday 07:15 - 17:00
Friday 07:15 - 17:00
Saturday 07:15 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Murai Hoki posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category