22/07/2015
Rumah/Kandang :
Apa kandang/rumah terbaik buat Mantis dalam dunia hobbis? Karena kebanyakan dari kami adalah hewan Arboreal (mengacu pada sifat (yang) hidup dipepohonan (arbor ; pohon) kebanyakan hidup kami dihabiskan berkamuflase diberbagai macam tempat, hakikatnya rumah terbaik kami adalah Alam.
Kebanyakan dari kami dalam pemeliharaan hobbiis ditempatkan pada kandang seperti Gex, Toples, Cup dan berbagai macam wadah lainnya maka kebiasaan hidup kami akan bergelantungan terbalik di atas kandang, ketika kami diGubuk Serangga, mereka akan menyiapkan kandang kami dengan jaring-jaring diatas kandang, agar memudahkan kami untuk menyesuaikan diri seperti dialam habitat kami. Jaring juga dapat memudahkan kami berganti kulit (moulting) sebab saat berganti kulit kami membutuhkan pijakan yang kokoh.
Pemeliharaan komunal tidak disarankan pada tempat yang sempit dan kekurangan bahan makanan, karena kami adalah hewan predator maka kami bersifat kanibal, walau ada beberapa dari kami yang bisa hidup rukun, akan tetapi tetap saja makanan harus tetap tersedia saat kami lapar.
Kami di Gubuk Serangga selalu di pelihara terpisah semenjak kami ditetaskan dari Ootheca (Ootheca adalah oo- (dalam bahasa latin)/ ōon (dalam bahasa yunani) adalah telur atau ova dan theca (theka dalam bahasa yunani) adalah pembungkus telur).
Walau sudah dilakukan beberapa percobaan di GS dalam memelihara nymph anakan yang baru lahir dengan cara di komunal sampai dengan instar 3 tetapi tetap saja cara terefektif di GS adalah memisahkan mereka dari kecil.
Dinding kandang yang licin (bahan seperti kaca atau akrilik) juga terkadang juga menjadi kendala kami untuk memanjat, solusi diGS adalah menggunakan dahan kayu atau sesuatu yang kasar diletakan dalam kandang berfungsi sebagai alat panjat kami.
Ukuran rumah kami sebaiknya tinggi kandang sekitar 2x-3x panjang tubuh kami sedangkan lebar kandang sekitar 1,5x-2x panjang tubuh kami. Mengapa kami membutuhkan kandang tinggi? Alasannya adalah untuk menghindarkan kami dari kegagalan dalam berganti kulit. Ukuran ini berlaku untuk kami yang belum dewasa. Lalu bagaimana dengan kami yang sudah dewasa? Setelah beberapa bulan mengamati perilaku mantis dewasa di GS, kami yang sudah dewasa hanya membutuhkan tinggi kandang sekitar 1,5x-2x panjang tubuh kami sedangkan lebar kandang minimal sekitar 2x-3x panjang tubuh kami. Alasannya kami yang telah dewasa tidak membutuhkan ganti kulit tapi membutuhkan keleluasaan dalam bergerak, kami lebih bahagia dengan kandang yang lebih luas akan tetapi tetap perlu di perhatikan terlalu luas kandang juga membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan mangsa yang kita taruh jika kita membiarkan mereka berburu sendiri, alasannya kami adalah hewan kamuflase kami biasanya menunggu mangsa yang melewati kami. Percobaan ini telah di lakukan pada sekitar 10 ekor kami yang telah dewasa yang diletakan pada 2 ukuran kandang diatas masing-masing 5 ekor dan kematian akibat stress karena kandang yang tidak lapang atau ukuran lebar yang kurang dari minimal GS adalah 100%. Jangan membiarkan kami yang sedang hamil di tempatkan dalam kandang yang sempit GS menjamin betina tidak akan berhasil menelurkan maximal.
Penggunaan alas pada rumah kami sebenarnya tidak perlu, tetapi terkadang para hobbis merawat kami dalam terarium yang mereka rancang, tentunya itu sangat membuat kami senang karena kami merasa seperti dirumah sendiri (alam).
Makanan :
Apa saja yang bisa diberikan pada Mantis dalam pemeliharaan?
Predator, pasti hobbiis sudah dapat menerka apa yang kami butuhkan. Kami adalah salah satu rantai makanan teratas dalam kelas serangga. Kiranya hobbiis sudah dapat membayangkan apa yang kami makan, hampir semua jenis yang berupa daging dapat kami makan.
Dialam kami dapat memakan macam-macam seperti hampir seluruh serangga, beberapa reptile, aves, dan ikan. Tentunya yang ukuran tubuhnya tidak 2x lebih besar dari kami.
Jika dalam pemeliharaan apa saja yang diberikan pada kami? Tentunya yang mudah didapat seperti jangkrik, ulat hongkong, ulat jerman tentu itu semua mudah didapat ditempat penjual pakan burung, tetapi tidak hanya itu saja banyak serangga lain yang bisa kita dapat dan lihat sehari-hari untuk diberikan sebagai pakan seperti kecoa, lalat, capung, kupu-kupu, belalang. Perlu diperhatikan dijangkrik saya banyak membaca dari forum luar dan dalam bahwa jangkrik membawa penyakit yang di sebut Black Death (mati yang biasa di sebabkan oleh keracunan makanan yang tidak bersih atau pakan membawa bakteri-bakteri lain.)
Banyak dari hobbis menannyakan pertanyaan, Apakah anakan kami yang baru lahir bisa diberikan kaki jangkrik? Jawabanya adalah mantis tidak tertarik pada makanan yang tidak bergerak, mereka lebih senang melihat mangsa yang bergerak karena mereka akan berburu makanannya hidup-hidup
Sesuai dengan sifatnya menyukai mangsa yang bergerak maka makanan favorit mereka adalah serangga yang terbang seperti lalat, kupu-kupu, capung .
Perawatan :
Bagaimana merawat Mantis si predator alami dirumah hobbiis sekalian? Kami tidaklah sulit untuk dirawat. Melalui serangkaian ujicoba yang dilakukan di GS. Kami yang masih anakan atau sekitar Instar 3 dapat bertahan hidup tanpa makan dan minum 8-10 hari, dengan hanya minum saja dapat bertahan sekitar 11-14 hari dan tentu saja yang dewasa bisa bertahan sampai dengan 21-28 hari.
Spesies kami yang hidup didaerah tropis tentu saja dalam perawatan membutuhkan air minimal 2hari 1x sebaiknya 1hari 1x tetapi saat pemberian makan mereka tidak perlu lagi diberikan minum karena mereka sudah menghisap cairan dari makanannya.
Dalam perawatan berikanlah makanan 3-4 hari sekali, porsi terbaik adalah kira-kira setengah ukuran badannya, atau sebesar perutnya, tentunya betina akan makan lebih banyak daripada betina.
Penyakit yang biasa di derita kami adalah cacing parasit horsehair worm tetapi biasanya hanya di derita oleh saudara kami yang di tangkap dari alam, tapi jangan khawatir mereka tidak menularkan pada serangga lain dan tentunya manusia halnya pemilik dan perawat kami, stress juga salah satu penyumbang penyebab kematian disebabkan tempat yang sempit, adaptasi suhu yang kurang baik biasanya diderita oleh kami yang baru saja diambil dari alam, terlalu banyak dihandle atau dipegang juga turut menyumbang tingkat stress karena hakikatnya kami serangga tidak s**a bersentuhan dengan manusia secara langsung. Black Death hanya menyumbang sebagian kecil kematian karena jarang sekali terjadi tetapi tetap mungkin. Terakhir gagal ganti kulit (moulting ) salah satu penyumbang kematian terbesar karena suhu yang kurang baik, dehidrasi, kekurangan asupan makanan, tentunya kandang yang tidak dilengkapi pijakan kuat agar kami tidak terjatuh saat kami berganti kulit,
Disaat kami berganti kulit kami harap hobbiis yang memelihara kami jangan mengoyangkan kandang atau menyentuh kami karena bisa saja kami jatuh dan gagal kemudian mati, kami membutuhkan waktu privat sekitar 6-12 jam untuk menguatkan struktur tubuh kami kembali menjadi keras disaat inilah air sangat kami butuhkan silahkan semportkan pada dinding kandang tidak perlu banyak cukup di misting embun. Sekitar 12-24 jam kami berganti kulit kami baru dapat makan dan menangkap mangsa tetapi di GS biasanya di tunggu 1-2 hari dalam pemberian pakan lagi.
Sehatkanlah kami dengan perawatan yang baik dan tepat, jangan telantarkan kami.
Kopulasi :
Sesuai judul dan mungkin ini info yang paling di tunggu hobbiis, bagaimana mengawinkan Mantis? Kopulasi dapat terjadi jika hobbiis memiliki kami yang sudah dewasa, kami yang dewasa ditandai dengan tumbuhnya sayap, walaupun sedikit dari spesies kami yang tak bersayap, tetapj hobbiis tidak bisa langsung mengawinkan kami langsung, setelah ganti kulit terakhir atau awal dimana kami dewasa kami harus menunggu sekitar 3-4 minggu lagi untuk mematangkan seksual kami, berbeda dengan kami yang jantan setelah GS membaca berberapa artikel dan info sahabat ternyata jantan tidak perlu menunggu sampai 3-4 minggu tetapi di tandai dari sang jantan yang bisa terbang, sifat ini sesuai dengan sang jantan dialam karena sang jantan terbang untuk berkopulasi, dikarenakan mencium hormon dari betina.
Kami tidak memberikan tanda-tanda pasti saat ingin kawin apalagi sang betina, beberapa pengamatan tingkah laku yang GS alami biasanya sang betina s**a menggoyakan perut atau abdomen, seperti saat dia makan tetapi belum tentu kebenarannya hanya feeling dari GS saja. Pada sang jantan biasanya jantan akan mogok makan atau porsi makanan berkurang tidak seperti biasanya.
Di GS kami biasa disiapkan sekitar 2-3 pasang atau 1 betina 2 jantan pada setiap spesies kami, untuk menjaga-jaga kemungkinan terburuk kami, tetapi terkadang hanya dengan 1 pasang saya sudah cukup, semua tergantung keberuntungan dan pengalaman hobbiis dalam menaklukan kami.
Resiko yang dialami kami dalam melakukan kopulasi adalah tidak sempat melakukan kopulasi tetapi sang betina sudah menyerang jantan, kematian jika kami dibiarkan dan hanya terluka kecil jika kami cepat dipisahkan tetapi jantan yang terluka biasanya mengalami stress yang biasanya sampai mati. Jantan yang terkena strike biasanya mengalami trauma dan membutuhkan sedikit perawatan untuk mengembalikan pisikologi mereka.
Dengan menggunakan kandang jaring 30x30x30 adalah cara efektif terbaik dalam mengawinkan kami karena sifat jantan yang s**a terbang ini memudahkan GS dalam memonitor kami.
Cara terbaik dalam mengawinkan kami dengan memberikan makanan sang betina sampai kenyang dan menolak makanan baru menyatukan sang jantan, atau saat betina sedang asik menyantap makanan juga bisa.
Rumor dan mitos tentang bahwa semua jantan yang sudah berkopulasi akan di mangsa betina cukup sering terdengar, ternyata hanya beberapa genus saja yang seperti itu dan kemungkinan dimangsa pun hanya sekitar 50% saja apalagi jika kami berada di GS hanya sekitar 20% saja akan kehilangan jantan.
GS selalu mempunyai metode, jika hanya punya sepasang maka biasanya sang jantan akan dibiarkan di mangsa sang betina, sebenarnya ada beberapa desas desus yang mengatakan sang jantan yang dimangsa betina saat kopulasi akan memperkuat gen Ootheca sang betina yang dikawini dan juga umur terpanjang jantan yang telah berkopulasi hanya 2-8 minggu saja, maka dibiarkan dimangsa sang betina karena sang betina dapat menghasilkan 5-7 telur yang dapat menetas yang akan dikeluarkan beberapa periode berkisar 1-3 minggu setelah telur pertama. Ooth kopulasi pertama akan dikeluarkan pada 3-21 hari setelah melakukan kopulasi. Selamat mencoba hobbiis.
Merawat telur (Ootheca) :
Tentu hobbiis bingung apa yang harus saya lakukan dengan ooth Mantis yang dihasilkan! Dialam kami menempelkan ooth kami di batang pepohonan, ranting, daun, batu. Didalam pemeliharaan didinding kandang atap kandang menjadi tempat kami meletakan ooth oleh karena itu perawatan kami pada kandang sebaiknya diberikan sebuah dahan yang sekiranya 2x lingkar perut kami. Karena disanalah biasanya kami lebih nyaman menempelkan ooth.
Setelah kami menghasilkan telur sebaiknya biarkan saja telur tersebut karena theca kami belum mengeras membutuhkan waktu sekurangnya 3 hari untuk yakin tidak hancur saat kita memanen atau melepaskan dari induknya. Jika didahan ambil saja dan ganti dengan dahan yang lain untuk sang betina meletakan telur yang lain atau hanya dengan memindahkan oothnya saja. Kenapa tidak di biarkan saja ooth didalam dengan induknya pada hakikatnya serangga bukan mamalia mereka tidak merawat anaknya ketika telur atau larva atau nymph diletakan, bahayanya jika kita lupa mencatat tanggal dan memindahkan indukan pada minggu ke3 maka yang terjadi anakan yang menetas bisa di mangsa kembali oleh sang betina, sebenarnya tidak mengapa karena perawatan ooth bisa saja dengan indukan sekaligus tetapi beberapa spesies membutuh kelembaban berbeda dengan habitat yang dipelihara.
Ooth akan menetas pada 21-35 hari itu adalah range beberapa genus yang ada beberapa membutuhkan waktu lebih lama, menghibernasi ooth mungkin dilakukan walau belum pernah di coba di GS.
Ooth yang telah dipisahkan diletakan sesuai dengan posisi ooth ditempelkan oleh kami. Penyemprotan cukup pada dinding kandang sekitar 2hari 1x. Hasil maksimal yang pernah dihasilkan dengan menggunakan alas vermiculite dengan tempat inkubasi yang luas setidaknya inkubator terbaik sebesar kandang sang induk banyak alas yang bisa digunakan untuk menjaga kelembaban seperti yang disebutkan sebelumnya, cocopeat, tissue dibasahkan dan moss. Tetap menetas walau tanpa alas dan penyemprotan, tetapi anakan yang dihasilkan tidak maksimal percobaan ini dicoba pada ooth Tenodera. Perlu diingat penyemprotan dengan butiran air yang menggumpal dapat memyebabkan anakan yang baru menetas mati tenggelam, tidak disemport akan mengakibatkan kematian karena dehidrasi sehingga kami perlu diwaspadai pada saat diinkubasi atau sekitar waktu inkubasi memasuki minggu-minggu menetas. Kami tidak perlu pemanas dari pengalaman yang dilakukan GS karena suhu tropis kita adalah suhu terbaik sehingga suhu ruangan sudah cukup. Buat yang tinggal dipegunungan ada kemungkinan membutuhkan lampu untuk menginkubasi buat beberapa spesies yang bersifat gurun. Perlu diingat beberapa ooth membutuhkan kelembaban tetapi rentan terhadap jamur sehingga sirkulasi kembali menjadi kunci keberhasilan dalam menginkubasi. Hanya cara dan media tepatlah yang menentukan ooth dapat menetas dengan baik.
Perawatan anakan (Nymph) :
Banyak keluhan dan tantangan dalam perawatan anakan yang baru menetas, Apakah ini salah satu hal dan kendala tersulit dalam merawat anakan? Setelah melakukan beberapa ujicoba 1 tahun bekalangan ini dan banyak melakukan pengembangan diri serta membaca beberapa keluhan hobbiis kami melakukan penelitian akhir yang membutuhkan tahap-tahap lanjutan akhir yang nantinya akan coba kami share semoga ilmu ini bisa menjadi kemajuan didunia hobi ini, jangan lewatkan berbagai update dan info di GS. Sementara beberapa cara dalam merawat anakan kami diGS dulu, dengan cara diberikan trap lalat buah, nyamuk, ngengat remetuk, aphid (kutu daun) dan beberapa spesies dwarf harus diberikan springtail (kutu pengurai).
Anakan bisa dikomunal sampai pada instar 3, akan tetapi di GS kamu sudah dipisahkan sejak lahir untuk , mencapai hasil maksimal. Sulit pastinya untuk hobbiis merawat anakan kami, karena hanya tertarik pada sesuatu yang bergerak, jadi membutuhkan waktu dan tenaga extra dalam merawat kami.
Banyak ketidaksanggupan dalam memelihara anakan kami sehingga para hobbiis merelease kami, akan tetapi kami ingin menghimbau dengan sangat keras, tolong jangan lepaskan kami yang tidak berasal dari daerah kami ditemukan. Mungkin buat kalian manusia tidak merasakan dampak langsung tetapi untuk hewan lain atau keberadaan ekosistem lain sangat berpengaruh, kebanyakan invasif sangat merugikan keanekaragaman hayati lainnya. Jadi mari renungkan lebih baik musnahkan kami karena ketidaksanggupan daripada merusak habitat dan ekosistem lainnya, mari belajar dan lestarikan kami, jangan ada lagi kerusakan keanekaragaman hayati hanya karena alasan perut.
Predator :
Mantis bukannya predator, mengapa masih ada predator? Jawabannya simple kami memang raja diClass insecta tapi bukan raja di Kingdom animalia. Karena kami bukan spesies besar tentu saja predator tetap menghampiri kami seperti Katak, Kadal, Cicak, Burung dan tentunya Manusia walau bukan untuk dikonsumsi karena sudah mulai menjadi hobi kami tetap diburu. Mudah-mudahan dengan seiring berjalannya hobi dan breeder mantis yang berkembang dapat menghilangkan daftar list predator kami di Indonesia. Mari hobbiis lestarikan kami serta keaneragaman hayati.
Ini hanya sekedar pengalaman Gubuk Serangga, pasti masih banyak pengalaman para hobbiis diluar sana yang lebih sempurna, sekiranya jika kami ada kesalahan mohon di tegur dan diberikan kritik serta saran. Dan memohon maaf sebesar-besarnya jika ada bahasa atau penulisan yang kurang baik mohon kembali dikritisi.
Terima Kasih.
Salam Sejahtera,
Victor