18/11/2019
KISAH PILU DARI CIREBON
Namaku Morris, aku kucing kampung, memang aku berasal dari kampung ,umurku 5 bulanan & belum divaksin. Aku kucing bahagia yang selalu mendapat kasih sayang dari majikanku. Singkat cerita tak bisa dielakkan kisah pilu menghampiriku, aku kecelakaan tertabrak kenderaan sehigga membuat Diagprahma ku pecah (pembatas organ pernafasan & pencernaan) dan membuatku susah bernafas karena organ pencernaan, limpa, lambung serta usus dan hati ku berpindah ke dalam rongga dada yang semestinya rongga tersebut hanya milik jantung dan paru oleh sebab itu organ paruku tidak dapat mengembang dengan sempurna.
Majikanku tidak tahu aku sakit, karena aku belum menunjukkan gejala klinis dan memang aku biasa main di luar rumah. Setelah semingguan kejadian aku sudah mulai sulit bernafas & sudah mulai tidak mau makan, kemudian majikanku membawaku ke dokter hewan di daerah asalku Cirebon, hasil Diagnosa, dokterku bilang aku harus mendapatkan operasi untuk mengembalikan organ-organ yang terjebak di dada dan menjahit kembali diaghprahmaku yang pecah. Untuk melakukan bedah dengan minimal resiko aku harus dibedah menggunakan alat khusus dan lengkap, seperti mesin gas anestesi, ventilator dan pastinya oleh dokter hewan yg juga sudah berpengalaman, Demikian kata dokterku di Cirebon.
Karena keterbatasan di cerebon, akhirnya aku dirujuk ke untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Majikanku mengantarkanku pagi itu dengan kenderaannya & menempuh jarak lebih kurang 168 kilometer, untung saja tolnya sudah selesai, jadi bisa lebih cepat sampai.
Sesampai di aku pun diperiksa, aku memang sudah sangat sulit bernafas, dokter memberiku oksigen dan infus. Majikan menandatangani surat tindakan Bedah & Rawat Inap, aku pun harus berpisah dengan majikanku untuk sementara waktu, karena majikanku juga harus menjalani aktifitasnya di Cirebon. Majikanku sudah mempercayakanku untuk dirawat di .
Persiapan kamar Operasi pun sudah selesai, tidak lama setelah aku dirasa stabil oleh dokter bedahku, akupun masuk tahapan pembiusan, setelah itu aku pun tidak sadarakan diri, bangun-bangun dengan sedikit nyeri di bagian perut bekas sayatan pisau bedah, Alhamdulillah operasiku BERHASIL & LANCAR. Dokter memberi keterangan pada majikanku saat operasi berjalan kala aku masih di atas meja bedah, aku buang air besar diare berdarah dengan bau sangat menyengat, dokterku langsung memeriksa kotoran ku tsb menggunakan mikroskop & Rapid Test (alat bantu diagnosa secara cepat) Filine Panleukopenia Virus (FPV), benar saja aku terinfeksi virus tersebut, kemungkinan aku terinfeksi saat masih di Cirebon saat immunitasku menurun, karena aku belum pernah divaksin. Dokterku hampir hopeless saat aku terdiagnosa FPV. Menurut dokter FPV adalah penyakit pada kucing yang sangat mematikan di dunia.
Singkat kata aku dan dokterku masih harus berjuang untuk melawan virus yang sudah menginfeksiku walau operasiku sudah berhasil dan akupun sudah bisa bernafas dengan baik, tapi aku masih harus berjuang melawan virus mematikan tersebut, 15 hari aku dirawat maksimal, Alhamdulillah ALLAH masih memberiku kesembuhan sampai dokterku pun membolehkan ku pulang. Aku pun dijemput majikanku.
Kini aku bahagia sudah bisa berkumpul dengan majikanku.
AKU MOHON kepada semua majikan, sebelum kami SAKIT tolong jika kami sudah diadopsi, kami MOHON untuk DIVAKSIN dan beri OBAT CACING secara berkala, karena itu hal sepele yang sering membuat hidup kami harus berakhir lebih cepat. Hanya karena belum vaksin dan obat cacing.
Salam sehat selalu dariku Morris si kucing kampung yang beruntung. :').