29/11/2021
Foto ini merupakan foto badak putih utara 'jantan' terakhir bernama Sudan yang telah mati pada 19 maret 2018 lalu.
"Badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni) bertahan 55 juta tahun di planet bumi, mengalami dan bertahan dari keganasan zaman es, gempa bumi besar, hantaman meteor, dan saksi hidup perubahan-perubahan di bumi. mamalia raksasa ini tak bisa bertahan pada keganasan manusia, dan sudah resmi punah."
Konservasi Ol Pejeta menyatakan bahwa badak putih utara telah punah. Mereka menjelaskan bahwa badak putih utara dideklarasikan "punah secara fungsional (functionally extinct)" sejak 2018. Status itu diberikan karena pejantan terakhir dari spesies tersebut, Sudan, mati karena telah berusia tua.
"Punah secara fungsional berarti jumlah dari hewan itu sangat kecil, dan mereka tidak lagi memainkan peran yang signifikan dalam fungsi ekosistem, atau populasi tidak lagi layak. Sudan bukan badak putih utara terakhir yang masih hidup. Dia meninggalkan anak betinanya, Najin, dan anak betina Najin, Fatu, yang masih hidup hingga saat ini. Najin berusia 31 tahun, dan Fatu berusia 21 tahun bulan ini," demikian penjelasan Konservasi Ol Pejeta di akun Twitter resminya pada 5 Juni 2021.
Karena itu, para ilmuwan sedang berusaha membiakkan badak putih utara. Sebuah proses yang disebut injeksi sperma intracytoplasmic memungkinkan para peneliti untuk mencampur sperma dari dua badak putih utara yang mati secara alami pada 2014 dan 2019, Suni dan Saut, yang spermanya diawetkan secara cryo. Dua batch semen beku digunakan dan diambil untuk empat telur dari Fatu dan tiga telur dari Najin, dua badak putih utara betina yang tersisa.
Mari kita berharap dan berdoa agar spesies badak putih utara ini tidak benar2 masuk kategori merah Extinct (punah).
source:
- National Geographic
- IFL Science
- Cek Fakta Tempo