18/01/2026
Scabies kambing (kudis) adalah penyakit kulit menular yang disebabkan tungau Sarcoptes scabiei, ditandai gatal hebat, kerontokan bulu, kulit menebal berkoreng (terutama di wajah, telinga, leher, kaki), penurunan nafsu makan, berat badan, hingga kematian, dan dapat menular ke manusia (zoonosis).
Pengobatan efektif dengan obat kimia seperti Ivermectin (suntik), atau cara tradisional seperti olesan campuran belerang/minyak kelapa/oli bekas, sambil menjaga kebersihan kandang dan isolasi ternak sakit.
Gejala Scabies
Gatal Parah: Kambing terus menggaruk atau menggesekkan tubuhnya ke kandang.
Perubahan Kulit: Kulit menjadi kasar, tebal, kemerahan, muncul lepuhan, lalu mengering menjadi kerak atau sisik.
Kerontokan Bulu (Alopecia): Bulu rontok di area yang terkena.
Lokasi Umum: Mulai dari wajah, moncong, telinga, leher, lalu menyebar ke paha dalam, perut, dan kaki.
Dampak: Lesu, depresi, nafsu makan turun, penurunan berat badan, produktivitas menurun, dan bisa berakibat fatal.
Penyebab
Tungau Sarcoptes scabiei varian caprae menyerang kambing, menggali liang di kulit dan bertelur, dengan siklus hidup sekitar 10-14 hari.
Penanganan
Isolasi: Segera pisahkan kambing yang terinfeksi ke kandang terpisah untuk mencegah penularan.
Pengobatan Kimia: Suntik Ivermectin secara subkutan (di bawah kulit) dan semprot kandang dengan insektisida seperti Cypermethrin.
Pengobatan Tradisional:
Oleskan campuran belerang halus, kunyit, minyak kelapa (hangat).
Oleskan oli bekas atau campuran oli, cuka, belerang, bawang merah.
Oleskan campuran buah pinang ditumbuk halus dengan minyak kelapa.
Kebersihan: Jaga kebersihan kandang dan lakukan pemeriksaan rutin.
Pencegahan
Jaga kebersihan kandang.
Periksa rutin kambing baru sebelum dicampur.
Hindari kontak langsung dengan hewan terinfeksi.