28/06/2026
LAKON 59 – HIKAYAT YANG BERLUBANG
Perjalanan Puntadi Tilir, Sarkawi Wirajaga, dan Rantika Larasih akhirnya membawa mereka ke Ruang Hikayat Agung Tukal Ranjana, tempat ribuan kidung sejarah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di sanalah Wiragema Jalaswara membuka sebuah hikayat kuno yang selama bertahun-tahun ia hafalkan tanpa pernah sekalipun berubah.
Namun hari itu, sesuatu yang mustahil terjadi.
Lembaran-lembaran tua masih utuh. Tidak ada bekas sobekan. Tidak ada tanda terbakar. Tidak p**a dimakan usia. Akan tetapi, bait-bait yang seharusnya mengisahkan asal-usul negeri, nama para leluhur, hingga jejak perjalanan Avigian lenyap begitu saja, meninggalkan ruang-ruang kosong yang tidak dapat dijelaskan oleh siapa pun.
Wiragema mencoba mengingat setiap bait yang hilang. Sebagai Penjaga Hikayat Agung, daya ingatnya tak pernah diragukan. Tetapi semakin ia berusaha mengucapkannya, semakin terasa seolah ingatan itu belum pernah ada di dalam benaknya.
Sarkawi mulai menyadari bahwa mereka tidak sedang berhadapan dengan kerusakan naskah. Puntadi merasakan resonansi asing yang sama seperti ketika Kidung-Sungsang mulai menyebar. Rantika pun memahami bahwa bila sejarah dapat lenyap tanpa merusak kitabnya, maka yang sedang dihapus bukan tulisan, melainkan ingatan seluruh Avigian.
Di hadapan mereka terbentang kenyataan yang jauh lebih mengerikan daripada perang atau hilangnya kidung. Seseorang... atau sesuatu... sedang menghapus masa lalu dari dunia ini, sedikit demi sedikit, tanpa meninggalkan jejak.
Dan apabila sejarah terus dilupakan, siapa yang kelak masih mampu membedakan kebenaran dari cerita yang sengaja diciptakan?
Bersambung ke Lakon 60 – ketika pencarian terhadap jejak yang dihapus akhirnya benar-benar dimulai.
Lakon 59 • Laku VII – Gerbang yang Terlupakan
Kitab Adicarita
Babad Avigian – Kidung dari Gema yang Memudar
Original Audio – Song of Faded Echoes Part 3
By
storeavgavgavg