14/02/2026
DISCLAIMER
Q & A seputar Manutama ProminS
Mengapa sapi butuh asupan probiotik,mineral dan vitamin sebagai pakan tambahan
Sapi itu butuh asupan tambahan atau pelengkap berupa probiotik, mineral dan vitamin karena pakan yang pada umumnya (seperti konsentrat atau hijauan atau yang sejenisnya) sering kali kurang mampu memenuhi semua kebutuhan nutrisi mikro yang mana itu semua di perlukan untuk mendukung target produktivitas tinggi, seperti penggemukan cepat atau produksi susu yang maksimal agar tercapai pertumbuhan dan kesehatan yang optimal dengan maksud utama untuk mencapai kesejahteraan hewan (animal walfare).
Berikut adalah beberapa alasan ilmiah mengapa kombinasi ketiganya yang terdapat dalam Manutama Promins harus diberikan:
1. Meningkatkan dan memaksimalkan Pertambahan Bobot Harian sapi
Kombinasi Promins ini terbukti meningkatkan pertambahan berat badan harian secara nyata. Tanpa bantuan promins ini, performa pertumbuhan sapi akan cenderung lambat meskipun diberikan pakan dalam jumlah banyak.
2. Pondasi Fisik & Sistem Metabolisme
Mineral adalah unsur anorganik yang tidak bisa diproduksi atau di penuhi sendiri oleh tubuh sapi. Kekurangan mineral akan menyebabkan sapi tidak bisa berkembang dengan baik dan cepat.
3. Efisiensi Pencernaan & efektifitas Pakan (Probiotik)
Probiotik berfungsi sebagai "bakteri baik" yang bantu menyeimbangkan mikroflora dalam saluran cerna sapi. Dengan adanya probiotik pada Promins, sapi dapat mencerna serat kasar dari rumput (hijauan) dengan lebih optimal, sehingga lebih banyak nutrisi yang mampu terserap dan tidak terbuang sia-sia menjadi kotoran.
4. Kesehatan & Reproduksi
Vitamin bertindak sebagai pemicu (katalisator) dalam proses sistem metabolisme tubuh dan sistem kekebalan (imun) Pemberian vitamin pada Promins yang cukup akan meningkatkan nafsu makan sapi, memastikan fungsi organ bekerja dengan baik, serta mendukung efisiensi reproduksi dan juga produktivitas sapi.
Apa yg akan trjadi jika sapi kekurangan probiotik mineral dan vitamin :
Kekurangan nutrisi mikro ini akan memicu penurunan performa sapi secara bertahap, yang jika dibiarkan lambat laun dpt berakibat fatal pada kesehatan sapi,nilai ekonomi dan kualitas sapi.