29/12/2015
BIBITBOGOR.COM JENDELA PARA PETANI MODERN
Nama besar sektor pertanian sudah sangat melekat dengan Indonesia. Negara yang sangat kaya raya bahkan tongkat dan batu pun bisa jadi tanaman ini dari dahulu dikenal sebagai Jawa Dwipa karena mampu memberikan penghidupan kepada negara-negara lain di dunia. Hal ini dapat dilihat dari data yang disebutkan Krisnamurthi (Kompas, 2009) bahwa Indonesia adalah penghasil pertanian terbesar keenam dunia dengan nilai keluaran sekitar 60 miliar dollar Amerika Serikat (2007). Indonesia adalah produsen biji-bijian pangan (sereal) terbesar kelima dan produsen buah-buahan terbesar kesepuluh di dunia. Indonesia juga produsen beras nomor tiga di dunia setelah China dan India meski merupakan konsumen terbesar ketiga juga setelah China dan India. Selain itu, Indonesia juga merupakan produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar dunia, nomor tiga untuk karet dan kakao, nomor empat untuk kopi, dan nomor enam untuk teh.
Namun demikian, meskipun sektor pertanian diusahakan oleh sekitar 80% rakyat Indonesia, pada kenyataannya, Bank Dunia merilis bahwa pada tahun 2015, ada sekitar 28 juta rakyat Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Selain itu, koefisien gini juga semakin meningkat sehingga saat ini sudah mencapai 0,41. Hal ini menjadi sebuah tanda tanya besar mengingat hasil laporan World Development Report Bank Dunia tahun 2008 menyebutkan bahwa pembangunan ekonomi di sektor pertanian empat kali lebih efektif dalam meningkatkan PDB dan lebih efektif dalam mengentaskan kemiskinan.
Mengingat keadaan yang seolah berbeda dengan teori, beberapa spekulasi mungkin bisa kita lontarkan tentang keseriusan pemerintah dalam membangun pertanian Indonesia. Atau sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan kondisi sektor pertanian Indonesia, dan apakah sektor pertanian kini sudah tidak bisa menjamin seseorang untuk hidup layak.
Spekulasi dan pertanyaan seperti itu memang umum terjadi di Indonesia. Sebab faktanya memang berlawanan dengan beberapa teori yang berkembang. Namun demikian, kita juga tidak bisa menutup mata tentang beberapa permasalahan akut yang ada di Indonesia seperti rendahnya kepemilikan lahan di tingkat petani, bertumpuknya tenaga kerja di sektor pertanian, dan lambatnya proses transfer pengetahuan dan teknologi kepada para petani.
Menyangkut proses transfer pengetahuan dan teknologi inilah bibitbogor hadir sebagai jendela para petani modern untuk bersama-sama mengajak untuk melihat dan mempraktekkan sistem pertanian yang terbaru sebagai hasil dari penelitian para pakar di Institut Pertanian Bogor (IPB) serta seluruh stake holder yang ikut berperan dalam menemukan bibit-bibit unggul. Berkat peran merekalah sampai saat ini produk pertanian baik bibit, benih, dan produk pertanian lainnya yang berasal dari Bogor sudah termasyhur sampai ke pelosok-pelosok wilayah sebagai bibit yang unggul dan terpercaya. Oleh karena itulah kami merasa terpanggil untuk merangkum seluruh produk pertanian unggul yang ada di wilayah Bogor dalam judul bibitbogor.com.
Melalui bibitbogor.com inilah kami berharap adanya transfer pengetahuan dan teknologi secara cepat kepada petani. Bibitbogor.com sebagai sebuah sarana yang dibangun untuk menjalin silaturahmi dan keterkaitan batin diantara para petani, pecinta pertanian, serta institusi pemerintah ataupun swasta yang bergerak dalam bidang pertanian.
Dengan prinsip kepercayaan dan keterbukaan, kami berharap bibitbogor.com akan menjadi perantara jalan kesuksesan bagi semuanya yang bergerak dalam bidang pertanian. Kebahagiaan kami adalah ketika melihat rekan dan sahabat menjadi sukses. Kami seluruh jajaran pengurus bibitbogor.com dengan ini siap menjadi team terpercaya dalam membantu anda dalam beraktifitas di sektor pertanian.