04/09/2019
BEBERAPA PENYAKIT TERNAK BABI
PENYAKIT BABI
Pada prinsipnya penyakit yang menyerang babi bisa digolongkan menjadi dua:
1. Penyakit tak menular
Misalnya penyakit akibat kekurangan zat-zat makanan tertentu (deficiency) seperti anemia, bulu rontok, rachitis, keracunan, dll
2. Penyakit menular
Yakni penyakit yang disebabkan oleh gangguan dari suatu organisme (bakteri, virus dan parasit) seperti cacing, kutu, dll.
Selanjutnya dibawah ini akan diutarakan beberapa penyakit, baik tak menular yang biasa menimpa dan merugikan usaha ternak babi.
1. Anemia (penyakit kekurangan darah)
Penyakit ini banyak dialami oleh babi-babi kecil, sekitar umur 3 minggu.
Penyebab:
· Biasanya kekurangan zat besi dan tembaga, dimana babi tak ada kesempatan mendapatkan tambahan mineral dari dalam tanah.
· Babi induk air susunya hanya sedikit mengandung zat besi.
Gejalanya:
· Pucat
· Diare (mencret)
· Pertumbuhan terganggu dan kekurangan berat badan
· Babi banyak berbaring dan buang kotoran disekitar tempat mereka berbaring.
Pencegahan dan pengobatan:
· Babi bunting diberi makanan tambahan mineral yang bnayak mengandung zat besi dan tembaga.
· Anak babi bisa diberi zat besi dan tembaga dengan jalan injeksi: misalnya pigdex, dengan dosis:
a. pencegahan anak babi umur 2-4 hari 1cc per ekor
b. penyembuhan umur 5-28 hari 1-2 cc/ekor yang diberi dengan cara injeksi intramuscular dibagian pantat.
Catatan:
· Anemia yang akut dapat menimbulkan kematian dengan tiba-tiba.
· Sedang yang kronis bisa mengakibatkan babi menderita scours (mencret)
2. Agalactia
Penyakit ini adalah penyakit babi induk yang habis melahirkan dimana mengalami kegagalan didalam mengeluarkan atau memproduksi air susu.
Penyebabnya: tidaklah selalu sama dengan kata lain dan berbagai sebab:
· Oleh Eshericho coli
· Karena keracunan didalam usus akibat kontaminasi (tak biasa buang kotoran), obat peluncur, misalnya: garam inggris
· Akibat peradangan pada uterus (metritis). Ternak yang bersangkutan sakit kehilangan nabsu makan temperatur tubuh naik
3. Rheumatik
Penyebab:
· Babi kurang mendapat sinar matahari, adanya udara lembab, dan ventilasi yang kurang sempurna merupakan penyebab faktor yang penting.
· Makanan serba kurang baik
· Ternak sering menderita Erysipelas.
Gejala:
· Napsu makan berkurang dan kehilangan berat badan
· Konstipasi, dan air kencing agak menjadi keruh.
· Sering menunjukkan gejala dimana babi selalu berbaring dan berteriak bila ditekan urat-urat sepanjang tulang belakang.
Pencegahan dan pengobatan:
· Ransum harus baik, lebih-lebih vitamin A dan D haris cukup.
· Kandang bersih, hangat dan kering
· Pengobatan dengan penicilin injeksi dan sulfa
4. Scours (mencret)
Scours adalah suatu gejala penyakit enteritis yang ditandai adanya peradangan usus, scours banyak menyerang anak babi atau babi –babi muda.
Penyebab:
Untuk mengetahui penyebab dan gejalanya secara khusus sangat sulit, karena sebenarnya scour itu ada berbagai tipe yang masing2 penyebabnya tak sama. Akan tetapi perlu diketahui bahwa yang mempercepat scours atau enteritis ini adalah karena sanitasi kurang diperhatikan, kelembaban udara, kedinginan, alas kandang kurang, makanan yang tak memenuhi syarat, kurang zat besi (anemia), stress.
5. White Scours (Mencret Putih)
Penyebab: Escherichia coli
Bakteri ini bisa masuk lewat tali pusat yang sakit (infeksi). Dan biasanya babi kecil mudah menderita mencret putih akibat mereka kedinginan, lantai lembab, makanan induk jelek, dsb. Atau anak babi terlampau banyak menyusu.
Gejala:
· Kotoran merupakan cairan yang berwarna putih seperti kapur.
· Tak mau menyusu terhadap induk dan nampak sangat lemah.
6. Cholera
Penyebab: Virus
Gejala:
· Temperatur tubuh naik 104-1080F.
· Napsu makan hilang dan lemah, sehingga tak mau makan tetapi minum cukup banyak
· Terhuyung-huyung
· Pada tubuh bagian bawah (sekitar perut) berwarna merah keunguan seperti Erysipelas.
· Kadang2 seperti kedinginan yang menyebabkan babi berjejal-jejal atau saling berimpitan.
7. Brucellosis ( Keguguran Menular)
Pada babi, penyakit ini bisa kronis atau subkronis. Yang diserang alat reproduksi (uterus, ambing, te**is).
Penyebab: Brusella suis
Gejala:
· Sebenarnya gelajanya sulit ditentukan karena sering tak jelas, dimana semua penderita itu selalu mengalami abortus dan sebaliknya yang bukan Brucellosis pun bisa abortus.
8. Pneumonia (Penyakit Radang Paru-Paru)
Pneumoni: suatu penyakit yang bisa menyerang segala binatang, termasuk ternak babi. Bila tanpa pengobatan, 50-70%nmakan mati.
Penyebab: Mikroorganisme, virus, cacing paru-paru (lungworms).
Gejala:
Yang mempercepat berjangkitnya penyakit ini ialah akibat ternak stress (kedinginan, dll).
9. Erysipelas
Penyebab: Erysipelothrix insidiosa, bakteri ini sering terdapat pada usus kelenjar leher, radang empedu.
Gejala: penyakit ini ada 3 bentuk.
1. Akut
2. Subakut
3. Kronis
10. penyakit Mulut dan Kuku (Apthae Epizootticae = AE)
Penyakit ini mudah menyerang pada babi, lembu dan kambing.
Penyebab: Virus, oleh karena itu cepat menular.
Gejala: Nampak perubahan pada mulut dan kuku
· Pada mulut
11. Penyakit Cacing Bulat (Ascarids = Roundworm)
Cacing ini bentuknya bulat seperti cacing pada manusia. Bentuknya bulat seperti pensil.
Cacing banyak menyerang pada babi-babi muda dan banyak menimbulkan kematian
12. Scabies (kudis)
Penyebab: Semacam kutu kecil, yang tak terlihat oleh mata. Ada 2 macam kutu, yakni:
· Menyebabkan kulit yang digigit itu berlubang, merusakkan kulit dan kuku itu mengeluarkan racun.
Semoga artiel ini bisa memberi wawasan bagi para peternak di indonesia, semakin sukses bertenaknya.