02/11/2024
Cara mengetahui jenis pupuk yang sesuai untuk fase vegetatif (pertumbuhan) atau generatif (pembuahan) pada tanaman, kita bisa memperhatikan persentase kandungan nutrisi N, P, dan K yang tercantum pada kemasan.
Catatan:
N (Nitrogen) = pertumbuhan
P (Phospor) = perakaran
K (Kalium) = pembuahan
Berikut beberapa contoh yang umum:
• NPK 16:16:16
Karena kandungan N, P, dan K-nya seimbang, pupuk ini cocok digunakan untuk pertumbuhan sekaligus pembuahan.
• NPK Grower 15:9:20
Kandungan K lebih tinggi (20%), sehingga jenis pupuk ini lebih efektif untuk fase pembuahan atau pembungaan.
• NPK 30:20:10
Karena kandungan N lebih dominan (30%), pupuk ini lebih sesuai untuk fase pertumbuhan tanaman.
• NPK 16:32:16
Kandungan P yang lebih tinggi (32%) membuatnya cocok untuk perakaran.
• KNO3 merah 15:0:15
Kandungan N dan K seimbang, sehingga pupuk ini bisa digunakan untuk pertumbuhan dan pembuahan sekaligus.
• KNO3 putih 13:0:45
Dengan kandungan K yang lebih dominan (45%), pupuk ini efektif untuk pembuahan.
• MKP 0:53:34
Kandungan P yang sangat tinggi (53%) menjadikan pupuk ini ideal untuk perakaran dan pembungaan.
Pada fase vegetatif (pertumbuhan), tanaman memerlukan lebih banyak unsur N dan P, dengan K hanya sebagai pelengkap. Sedangkan pada fase generatif (pembuahan/pembungaan), tanaman lebih membutuhkan unsur P dan K, sementara N menjadi pelengkap saja. Di masa pembesaran, pematangan, dan peningkatan rasa buah, unsur K yang lebih tinggi diperlukan, dengan N dan P sebagai tambahan.
Dengan memahami hal ini, kita bisa menentukan jenis pupuk yang tepat untuk setiap fase pertumbuhan tanaman, baik pada fase vegetatif maupun generatif.