komunitas pakan ayam

komunitas pakan ayam peternakan,poultry,petshop,perikanan wilayah bangka belitung dan sekitarnya

Ready juga pakan Petshop sis n gan. Terima grosir dan eceran. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi admin di nom...
14/03/2019

Ready juga pakan Petshop sis n gan. Terima grosir dan eceran. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi admin di nomor 082280519777

10/02/2014

jika ada teman yg bertanya ,anda bisa menjawab dan berdiskusi disini

16/11/2013

komunitas pakan ayam
room informasi,diskusi dan promosi ,

13/07/2013

Pakan Ternak Ayam Potong

Seperti halnya ternak-ternak yang lain, Ayam potong juga memerlukan pakan untuk meningkatkan pertumbuhan berat badan serta daya tahan tubuhnya. Pakan yang cukup, baik kuantitas maupun kualitas akan mempercepat pertumbuhan ayam. Adalah tugas peternak untuk menyediakan pakan karena ayam potong ini tidak bisa mencari pakan sendiri sebab dipelihara dan dikurung dalam kandang secara terus menerus sepanjang hidupnya. Dengan pakan dan manajemen pemeliharaan yang baik, diharapkan akan menghasilkan pertumbuhan ayam secara maksimal serta memberi keuntungan bagi peternak.
Pemilihan pakan
Di dalam usaha peternakan ayam broiler, porsi terbesar biaya ditempati oleh pakan yaitu hampir 70% dari seluruh biaya. Pemberian pakan yang efisien baik dari segi harga maupun cara pemberian sangat berpengaruh kepada keuntungan maupun kerugian seorang peternak. Seorang peternak harus mampu mengambil keputusan dengan tepat apakah membeli pakan dari pabrik atau membuat sendiri berdasarkan kemampuan dan situasi. Apabila membuat pakan sendiri, peternak harus mengetahui cara menyusun ransum, ketersediaan bahan baku ransum, dan perbandingan keuntungan yang diperoleh jika memilih salah satu di antaranya.

Berdasarkan pengalaman, pembuatan pakan sendiri sebenarnya lebih menguntungkan karena dapat mengatur sendiri kualitas pakan berdasarkan harga ayam dipasaran. Selain itu lebih mudah mengakomodasi keinginan peternak. Misalnya, jika warna kaki ayam harus kuning, maka pakan yang diberikan berupa corn gluten meal. Sementara itu, jika peternak ingin agar lalat di kandang berkurang, pakan yang diberikan ditambahkan larvadex.
Pemberian pakan
Pemberian pakan untuk ayam broiler dilakukan secara full feed. Artinya, tabung pakan selalu terisi dan tidak boleh kosong. Walaupun demikian, sebaiknya tabung pakan tidak diisi penuh. Penambahan pakan pada tabung minimal tiga kali sehari. Untuk merangsang ayam makan, tempat pakan harus digoyang-goyang. Sebaiknya pakan diberikan dengan cara dicampur berangsur-angsur antara pakan lama dengan yang baru. Berdasarkan kandungan nutrisi, pakan ayam terbagi menjadi tiga jenis:
1. Tepung, biasanya dibuat oleh peternak dengan cara mencampur pakan sendiri.
2. Butiran, umumnnya yang biasa di pakai oleh peternak daging
3. Pelet biasanya diberikan pada ayam broiler yang telah berumur lebih dari empat minggu
Untuk pemberian pakan ayam ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).
a. Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:
- Kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
- Kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor; minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor; minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor.
Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai umur 4 minggu sebesar
1.520 gram.
b. Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:
- Kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat kasar 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.
- Kuantitas pakan terbagi dalam empat golongan umur yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor; minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor; minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.

Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam, dalam hal ini dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
a. Fase starter (umur 1-29 hari) kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor; minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor.
Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.
b. Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor; minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.penulis inang sariati

Sumber : 1. t-amm.indonetwork.net/.../pakan-ternak-ayam-pedaging-broiler-feed.htm
2. www.majalahtrust.com/ekonomi/sektor_riil/13

28/11/2012

mari berbagi pengalaman, di room komunitas pakan ayam, room diskusi, info,dan promosi..

25/11/2012
23/10/2012

Masa persiapan kandang mempunyai andil yang besar terhadap keberhasilan pemeliharaan ayam. Kegagalan pada masa pemeliharaan ini akan mengakibatkan peningkatan ancaman serangan bibit penyakit. Saat kondisi kandang yang kotor, konsentrasi atau tantangan bibit penyakit dalam kandang meningkat. Kondisi ini akan memperlebar peluang ayam terinfeksi atau terserang penyakit. Dan kebalikannya, saat kondisi kandang bersih dan telah didesinfeksi maka konsentrasi bibit penyakit akan menurun sehingga tantangan bibit penyakit berkurang dan ayam aman dari infeksi atau serangan penyakit. Setelah Ayam Meninggalkan Kandang
Saat ayam diafkir atau dipanen, di dalam kandang akan tertinggal sisa-sisa pemeliharaan ayam, baik kotoran, debu maupun bulu. Tak tertinggal juga, sejumlah besar bibit penyakit yang pada periode sebelumnya telah menyertai keberadaan ayam.

Kondisi kandang setelah ayam diafkir atau dipanen relatif kotor dan banyak terkontaminasi oleh bibit penyakit
Ayam seluruhnya telah meninggalkan kandang, begitu juga seharusnya sisa-sisa pemeliharaan ayam tersebut. Oleh karena itu kita perlu melakukan beberapa manajemen pembersihan dan desinfeksi kandang agar kandang sebisa mungkin kembali pada kondisi semula, baik dari struktur (kondisi fisik) maupun fungsinya.

Kotoran ayam menumpuk di setiap sudut kandang, bulu-bulu ayam juga merata di seluruh bagian kandang. Tak ketinggalan juga debu banyak berterbangan di dalam dan sekitar kandang. Kondisi ini tentu menjadi media yang baik sebagai tempat persembunyian dan perkembangan bibit penyakit.

Perlu menjadi pemahaman kita bersama, saat kondisi kandang dan lingkungannya kotor, bibit penyakit akan bertahan lebih lama. Terlebih lagi ada bahan organik, seperti feses yang bisa menjadi media bibit penyakit untuk tetap hidup.

Bibit penyakit memiliki kemampuan bertahan dalam jangka waktu yang bermacam-macam. Hal ini perlu kita perhatikan agar saat proses pembersihan dan pendesinfeksian kandang kita lakukan dengan sepenuhnya.

Perlakuan Kandang Kotor
Fokus keberhasilan manajemen pembersihan dan desinfeksi kandang ini ialah jumlah bibit penyakit yang berada di dalam kandang dapat dikurangi atau diminimalkan. Kenapa bukan dihilangkan (sterilisasi)? Sterilisasi bukan istilah yang tepat digunakan untuk aktivitas tersebut, mengingat kondisi kandang yang tidak bisa terkendali secara penuh, misalnya saja aliran udara yang tidak bisa dikendalikan akan mengakibatkan bibit penyakit selalu ada di dalam kandang. Oleh karena itu, istilah yang digunakan dalam manajemen pembersihan kandang ialah sanitasi dan desinfeksi.

Tahapan penanganan kandang kotor antara lain :
•Keluarkan dan bersihkan sisa kotoran (feses dan sisa litter)
Sisa kotoran ayam, baik berupa feses, sisa litter, bulu maupun debu hendaknya dikeluarkan dari kandang dengan cara disapu. Setelah itu, lakukan penyemprotan air bertekanan dengan memakai jetspray. Pastikan semua bagian kandang tersemprot oleh jetspray.
Gunakan jetspray untuk membersihkan sisa kotoran ayam di sela-sela dinding atau lantai

Penggunaan jetspray ini akan memudahkan kita untuk menghilangkan sisa feses yang berada di sela-sela dinding atau lantai secara optimal. Selain itu, pemakaian jetspray ini akan mempercepat proses pembersihan kandang dengan hasil yang lebih optimal.

Seringkali yang menjadi permasalahan ialah masih adanya sisa feses yang berada di bagian ini. Jika tidak dihilangkan maka bisa dipastikan siklus bibit penyakit akan selalu berlangsung dan bibit penyakit selalu berada di dalam kandang. Adanya sisa feses ini menjadi tempat persembunyian bibit penyakit dan daya kerja desinfektan membasmi bibit penyakit yang berada di sisa feses ini menjadi tidak optimal.

Sisa feses yang berada di sela-sela lantai kandang akan menyebabkan bibit penyakit selalu berada di dalam kandang
Membersihkan lantai dengan cara menggosok menggunakan sabun juga perlu dilakukan. Feses ayam memiliki lapisan lemak atau minyak sehingga saat menempel di lantai kandang sulit dihilangkan jika hanya menggunakan air. Oleh karena itu diperlukan pemakaian sabun yang mampu melarutkan minyak tersebut. Pembersihan dengan sabun ini juga sekaligus sebagai cara untuk menghilangkan kotoran yang masih tersisa dari penyemprotan dengan menggunakan jetspray.

Proses pembersihan dengan sabun akan memastikan lapisan lemak atau minyak dari feses ayam hilang Setelah penyabunan, kandang hendaknya disemprot dengan air lagi kemudian dikeringkan. Sabun yang masih tersisa dapat menurunkan potensi beberapa jenis desinfektan, terutama yang mengandung zat aktif darigolongan ammonium quartener (Medisep atau Mediklin).

•Penyemprotan desinfektan
Penyemprotan desinfektan (desinfeksi, red) bertujuan membasmi bibit penyakit yang masih tersisa di dalam kandang, baik di lantai maupun udara kandang. Penyemprotan desinfektan yang pertama sebaiknya dilakukan dengan optimal, dimana seluruh bagian kandang harus basah atau terkena cairan desinfektan. Perlu diketahui, desinfektan hanya akan bekerja jika kontak dengan bibit penyakit. Oleh karena itu, penyemprotan desinfektan yang pertama kali sebaiknya menggunakan jetspray. Dengan demikian cairan desinfektan dapat masuk ke pori-pori dinding atau lantai kandang.

Desinfektan yang bisa digunakan antara lain Formades, Sporades, Mediklin, Medisep, Antisep atau Neo Antisep. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat penggunaan desinfektan :

•Jenis bibit penyakit
Tidak semua bibit penyakit dapat dibasmi oleh desinfektan, oleh karenanya pemilihan desin-fektan harus dilakukan secara te-pat. Contohnya ialah virus yang tidak memiliki amplop (non enve-loped), seperti virus Gumboro, Egg drop syndrome (EDS) dan reovirus tidak dapat dibasmi oleh desinfektan dari golongan ammo-nium chloride (quats) seperti Medisep atau Mediklin. Hal ini di-karenakan mekanisme kerja dari desinfektan golongan quats ialah merusak dinding sel sehingga mengurangi permeabilitas dinding sel dan akhirnya bibit penyakit mati. Virus yang tidak memiliki amplop tidak memiliki dinding sel sehingga desinfektan golongan quats tidak bisa membasminya.

1. Materi organik
Materi organik, seperti sisa feses dan lendir juga dapat menurunkan kerja desinfektan. Materi organik ini akan menghalangi kontak antar desinfektan dan bibit penyakit. Akibatnya daya kerja desinfektan cenderung menurun, terlebih lagi desinfektan dari golongan klorin, iodine (Antisep, Neo Antisep) dan quats (Medisep, Mediklin). Disinilah pentingnya melakukan pembersihan kandang dengan menghilangkan semua bahan organik yang ada.

2. pH
Potent of hydrogen atau tingkat keasaman air yang digunakan untuk melarutkan desinfektan juga berpengaruh terhadap daya kerja desinfektan. Desinfektan golongan iodine dan kaporit akan bekerja optimal di suasana asam-netral (pH 4-7) dan golongan quats dan glutaraldehyde akan berfungsi optimal saat dilarutkan dalam air dengan pH basa - netral. Melihat karakteristik itu, maka alangkah baiknya jika kita menggunakan air dengan pH netral untuk melarutkan desinfektan sehingga semua jenis desinfektan dapat bekerja dengan optimal.

3. Tingkat kesadahan
Tingkat kesadahan ditentukan dari kandungan ion Ca2+, Mg2+ atau Fe3+ dalam air tersebut. Semakin tinggi kandungan ion-ion itu, semakin tinggi juga tingkat kesadahan air. Sama halnya pada obat, pelarutan desinfektan dalam air dengan tingkat kesadahan yang tinggi akan mengakibatkan penurunan potensi desinfektan, utamanya desinfektan dari golongan quats dan iodine. Saat dilarutkan dalam air sadah, desinfektan itu akan diikat oleh ion-ion tersebut, akibatnya daya kerjanya menurun.

Indikasi yang menunjukkan air memiliki tingkat kesadahan yang tinggi ialah saat dilarutkan sabun atau detergen dalam air itu tidak akan terbentuk busa. Guna memastikan tingkat kesadahan air sebaiknya dilakukan pengujian di laboratorium dan Medion memiliki fasilitas ini.

Penyemprotan desinfektan hendaknya dilakukan di seluruh bagian kandang, baik lantai, dinding, atap maupun udara dalam kandang. Perlu dipastikan semua bagian kandang terkena dan basah oleh cairan desinfektan agar bibit penyakit yang mencemari kandang berkurang.

Hasil trial penyemprotan Formades dan Sporades pada dinding dan udara dalam kandang yang dilakukan dengan teknik swap
Penanganan kandang kotor tidak hanya dilakukan pada kandangnya saja, tetapi juga peralatan dan lingkungan kandang. Peralatan kandang seperti tempat ransum, tempat minum, tirai, brooder (Indukan Gas Medion [IGM]), chick guard dalam peralatan yang lainnya hendaknya dibersihkan, didesinfeksi dan diperiksa keoptimalan kerja dan fungsinya.

Tempat makan dan tempat minum harus dibersihkan dan didesinfeksi sebelum digunakan kembali
Tempat makan dan minum dicuci sampai bersih kemudian didesinfeksi dengan cara direndam dalam larutan desinfektan selama 30 menit. Desinfektan yang biasanya digunakan ialah Medisep (15 ml tiap 10 liter air). Setelah itu, dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Kami menyarankan untuk pengeringan sebaiknya tidak dilakukan di bawah sinar matahari langsung karena bisa mempercepat kerusakan peralatan itu.

Kondisi atau kelayakan peralatan juga perlu diperiksa. Pastikan semua peralatan dapat berfungsi secara optimal. Pastikan IGM dapat bekerja dengan baik dalam menghasilkan panas bagi DOC, jangan sampai saat akan digunakan IGM mengalami masalah. Kondisi ini akan menyebabkan ayam stres sehingga pertumbuhannya terhambat.

Biofilm menjadi tempat persembunyian bibit penyakit yang aman dan bisa menghambat kerja desinfektan membasmi bibit penyakit.
Demikian juga dengan tempat minum, ganti piringan tempat minum yang sudah pecah agar air minum tidak membasahi lantai kandang sehingga memicu peningkatan kadar amonia. Pada pemakaian Tempat Minum Ayam Otomatis (TMAO) atau ND-360 (ni**le drinker) lakukan pembersihan saluran air atau paralon dengan cara flushing. Flushing bisa diartikan sebagai teknik pembersihan dengan menyemprotkan air bertekanan. Namun, jika lapisan biofilm (sisa obat, vitamin dan vaksin yang menempel pada dinding paralon) telah terbentuk lama dan menjadi kerak maka perlu penambahan zat kimia tertentu untuk menghilangkannya. Zat kimia ini antara lain hidrogen peroksida (H2O2) (10%), ozon (1-2 mg/l) atau asam sitrat (10 ml/l). Flushing hendaknya dilakukan secara rutin setelah pemberian vitamin, obat atau vaksin melalui air minum. Namun jika tidak memungkinkan maka minimal dilakukan saat proses persiapan kandang.

Selain saluran air, pembersihan dan desinfeksi juga dilakukan pada tempat penampungan air minum, baik torn di masing-masing kandang maupun water ground. Perlu kita perhatikan, saat desinfeksi tempat dan penampungan air minum hendaknya dipilih desinfektan yang aman bagi ayam, seperti Medisep, Neo Antisep atau Antisep.

Rumput yang berada di sekitar kandang perlu dirapikan agar tidak menjadi sarang nyamuk maupun insekta lainnya
Selokan yang bersih dan aliran lancar akan meminimalkan sarang atau tempat berkembang biak nyamuk

Kondisi lingkungan kandang juga perlu diperhatikan. Rumput atau semak-semak yang tumbuh di sekitar kandang harus dikontrol jangan sampai tumbuh secara liar karena bisa menjadi tempat persembunyian nyamuk, lalat maupun insekta lainnya. Rumput hendaknya dipotong atau dirapikan. Selokan dibersihkan sehingga aliran airnya lancar. Genangan air diselokan akan menjadi media yang cocok untuk perkembangan nyamuk yang menjadi agen atau vektor penularan penyakit malaria like atau malaria unggas.

Perbaikan Kandang
Kondisi kandang juga perlu mendapatkan perhatian saat masa persiapan kandang. Kandang merupakan tempat tinggal ayam dan kandang yang baik tentu harus nyaman.
Kondisi atap, dinding maupun lantai harus dikontrol. Saat ditemukan kerusakan pada salah satu bagian kandang tersebut perlu segera dilakukan perbaikan.
Atap yang bocor dan lantai yang rusak berlubang hendaknya diperbaiki saat masa persiapan kandang
Kondisi tanah di bawah kandang yang berperan menyerap air dari feses juga perlu diberikan perlakuan khusus, seperti penambahan kapur. Selain membunuh bibit penyakit, penambahan kapur ini juga dapat mengembalikan pH tanah menjadi netral dan juga meningkatkan daya serap tanah terhadap air.

Kandang Diistirahatkan
Setelah kandang dibersihkan dan didesinfeksi seluruhnya, tiba saatnya kandang diistirahatkan untuk beberapa waktu. Secara umum, masa istirahat kandang hendaknya tidak kurang dari 14 hari. Bahkan saat terjadi kasus, misalnya serangan Gumboro maka masa istirahat kandang diperpanjang. Tujuannya agar bibit penyakit yang berada di kandang bisa dikurangi secara optimal.

Saat istirahat kandang sebaiknya tidak ada aktivitas di dalam dan sekitar kandang atau minimal aktivitas pekerja keluar masuk dibatasi. Pintu dan tirai kandang ditutup. Hanya saja kita sering lupa meski kandang dalam masa istirahat namun lalu lintas kendaraan yang keluar masuk lokasi peternakan kurang terkontrol. Anggapannya di kandang sedang tidak ada ayam, makanya mobil yang keluar masuk tidak dibatasi dan didesinfeksi.

Sebuah dilematis tentunya, selama istirahat kandang ini, peternak atau pekerja kandang untuk sementara waktu menganggur dan tidak memperoleh pendapatan. Oleh karenanya ada beberapa peternak yang mempersingkat masa istirahat kandang dengan dalih ingin mengejar produksi. Perlu kita ingat, masa istirahat kandang yang lebih singkat ini akan membawa konsekuensi bibit penyakit belum sepenuhnya berkurang. Dengan demikian, saat manajemen pemeliharaan harus dilakukan dengan lebih ketat, terutama proses biosecurity atau penyemprotan kandang.

Inspeksi Kesiapan Kandang
Inspeksi kesiapan kandang dirasa perlu dilakukan untuk memastikan kondisi kandang benar-benar siap menerima kedatangan ayam. Inspeksi ini biasanya dilakukan 1 minggu sebelum chicks in. Aspek kesiapan yang perlu diinspeksi diantaranya :

•Kebersihan kandang
Kebersihan menjadi aspek yang pertama kali perlu diamati saat melakukan inspeksi kesiapan kandang. Jika kandang masih kotor, misalnya masih terdapat sisa feses atau litter yang menempel pada lantai kandang dengan sebaran yang cukup banyak maka hendaknya dilakukan pembersihan dan desinfeksi ulang. Bahkan di salah satu farm di Jakarta Timur jika ditemukan hal itu diputuskan untuk mengundur jadwal chick in pada kandang itu.Adanya sisa feses di lantai kandang bisa menjadi sumber penyakit untuk ayam yang akan dipelihara

•Keadaan kandang
Inspeksi keadaan kandang ini lebih diarahkan pada struktur kandang. Apakah masih ada atap yang bocor, lantai yang jebol atau dinding yang rusak? Kekokohan kandang juga harus kita perhatikan. Selain itu, tanah yang berada di bawah lantai kandang panggung juga perlu diperik-sa apakah masih ada sisa feses.
•Kesiapan peralatan
Peralatan kandang seperti tempat ransum, tempat minum, tirai maupun pemanas juga harus diinspeksi baik kebersihan maupun fungsinya. Jumlah tempat minum dan ransum juga harus diperhatikan. Selain itu, bahan litter sebaiknya telah disiapkan di dalam kandang.

Kondisi lingkungan kandang
Jika ada rumput atau semak-semakan yang masih tumbuh liar di sekitar kandang maka perlu dilakukan pemotongan. Saluran air juga perlu dicek kembali untuk memastikan aliran air pembuangan lancar.
Jika diperlukan bisa dibuat form khusus untuk keperluan inspeksi ini. Hasil inspeksi ini dijadikan dasar kita untuk menentukan siap tidaknya kandang me-nerima DOC.
Setelah dinyatakan kandang siap menerima DOC maka persiapan selanjutnya ialah membuat kandang brooding. Peralatan juga mulai dipasang dimasing-masing kandang brooding. Litter yang telah didesinfeksi mulai dihamparkan di dalam kandang.
Desinfeksi kandang ulang (desinfeksi ke-2) juga perlu dilakukan. Desinfeksi ke-2 ini bisa dilakukan dengan tek-nik semprot halus atau pengasapan (fogging). Desinfeksi ulang ini bisa dila-kukan 3 hari sebelum chicks in.

Proses persiapan kandang yang meliputi pembersihan dan desinfeksi peralatan, kandang maupun lingkungannya hendaknya kita lakukan dengan optimal. Mengingat proses pembersihan dan des-infeksi kandang yang optimal akan me-nurunkan konsentrasi bibit penyakit. Dan juga kondisi kandang yang nyaman dan peralatan yang optimal sangat diperlukan bagi ayam untuk mengoptimalkan potensi genetik yang dibawanya, yaitu pertumbuhan berat badan atau produksi telur secara optimal. Keberhasilan awal sangat mendukung produktivitas ayam.

01/06/2012

komunitas pakan ayam room diskusi dan promosi...

14/02/2012

RUMUS - RUMUS PERHITUNGAN BROILER
Istilah yang dipakai :
CI : Chick-in (Ayam Masuk)
Pop : Populasi (Jumlah Ayam)
ABW : Bobot Rata-rata
FI : Feed Intake (Konsumsi Pakan per Ekor)
FCR : Konversi pakan terhadap daging
Umur : Umur rata-rata (hari)
Dep : Deplesi (Mati & Culling)
SA : Sisa Ayam
IP : Indeks Performance

Berat : 1 kg = 1000 gram 1 gram = 0,001 kg 10 gram = 0,01 kg
Pakan : 1 sak = 50 kg = 50000 gram

ABW = Total Bobot Panen = Total Bobot (gram)
Ayam Terpanen Jumlah Ayam (ekor)

Contoh : 1. Jumlah terpanen 9800 ekor, total Bobot 18200 kg
ABW = 18200 = 1,857 kg
9800
2. Jumlah bobot sampling 9,80 kg, yang ditimbang 15 ekor
9,80 kg = 9800 gram
ABW = 9800 = 653,33 gram/ekor
15

FI = Pakan total (kg) = Pakan (gram)
Ayam panen (ekor) SA (ekor)

Contoh : 1. Jumlah ayam terpanen 9800 ekor, habis pakan 28 ton (28000kg)
FI = 28000 = 2,857 kg/ekor
9800
2. Minggu I, Habis pakan 31 sak, sisa ayam 9940 ekor
31 sak = 31 x 50 kg = 1550 kg atau 1550000 gram
FI = 1550000 = 155,94 gram/ekor
9940

FCR = Pakan total (kg) = FI (gram)
Bobot Total (kg) ABW (gram)

Contoh : 1. Jumlah bobot panen total 18200 kg, habis pakan 28 ton (28000 kg)
FCR = 28000 = 1,538
18200
berarti untuk menghasilkan 1 kg daging dibutuhkan 1,538 kg pakan
2. Minggu I, Feed intake 150 gram, ABW 180 gram
FCR = 150 = 0,833
180

Dep = (Pop - Ayam Panen) x 100% = (Mati + Culling) x 100%
Populasi Populasi

Contoh : 1. Total panen 9800 ekor, populasi awal 10000 ekor
Dep = (10000 - 9800) x 100% = 2,00 %
10000
2. Minggu I, mati 30 ekor, culling 15 ekor. Populasi 10000 ekor
Dep = (30 - 15) x 100% = 0,45%
10000

Umur = (umur panen 1 x jml ayam) + (umur panen 2 x jumlah ayam) + …….dst.
Jumlah ayam terpanen

Umur mingguan sesuai umur timbang,
timbang 1 mgg berarti umur 7 hari, dst.

Contoh : No DO Umur Jml ekor
1 31 2500
2 32 5800
3 33 1500
Jumlah 9800

Umur = (31 x 2500) + (32 x 5800) + (33 x 1500) = 312600 = 31,89 hari
9800 9800

IP (Indeks Performance) = Merupakan ukuran keberhasilan produksi ayam broiler
(nilai 000 sampai dengan 400)

Faktor : ABW, Daya hidup, FCR, Umur
Daya hidup (live ability) = (100% - Dep)

IP = (Daya hidup) x ABW (kg) x 100
FCR x Umur Rata-rata (hari)

Contoh : 1. Timbangan minggu I, ABW 180 gram ( = 0,18 kg), Pakan 150 gram,
mati & culling 30 ekor dari 10000 ekor
berarti: FCR = pakan/ ABW = 150/180 = 0,833
Dep = (30 x 100) / 10000 = 0,30%

IP = (100% - 0,30%) x 0,18 kg x 100 = 307,77
0,833 x 7 hari

2. Pop 10000, terpanen 9800 ekor, total Bobot 18500 kg
menghabiskan pakan 28500 kg, Umur panen rata-rata 33 hari
berarti ABW = 18500/9800 = 1,887 kg/ekor
Dep = (200/10000) x 100% = 2,00 %
FI = 28500/9800 = 2,908 kg/ekor
FCR = 28500/18500 = 1,540

IP = (100% - 2,00%) x 1,887 kg x 100 = 363,88
1,540 x 33 hari

31/01/2012

bisa jadikan grup ini forum diskusi,
semua bisa bertanya dan semua bisa menjawab..
saling berbagi info,berbagi ilmu,berbagi pengalaman, opini...
terimakasih. *** komunitas pakan ayam ***

03/01/2012

FINISHER

PERIODE
Hal-hal yang harus dilakukan pada periode ini antara lain:
1. Menjaga status kesehatan ayam (program pencegahan penyakit)
2. Treatment air minum (Chlorinasi)
3. Pemberian pakan 2x sehari (pagi-sore)
4. Penjarangan apabila kepadatan kandang terlalu tinggi
5. Pemberian vitamin/ suplemen penambah nafsu makan (ex: curcuma/ kunir).
6. Mengurangi kadar ammonia di kandang dengan cara pengerukan kotoran secara berkala.
7. Bila perlu lakukan penyemprotan obat anti lalat.

Address

Jalan Ratu Tunggal
Hong Kong
331031

Telephone

+85267999969

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when komunitas pakan ayam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share